Peter memandangi betapa kacaunya penampilanku saat ini. Jujur penampilanku kali ini jauh dari kata layak. aku bahkan memakai sendal jepit. Sial!. aku mengumpat dalam hati, Kenapa aku sekacau ini?
"Gadis kecil, kamu yakin akan bekerja dengan penampilan kamu yang kacau ini?"
"Eh sebenarnya tidak sih pak, pelanggan bisa kabur"
"makanya saya menyarankan kamu untuk mengganti baju, pakai saja baju putih milik saya"
"ha? saya nggak salah dengar pak? pake baju bapak? apa bapa tidak salah bicara?"
"Scarletta Maria, apakah perintah saya kurang jelas?"
aku tidak habis pikir bahwa bos akan meminjamkan pakaiannya untukku, apa tidak akan menjadi omongan karyawan yang lain nantinya?
Aku bingung harus bagaimana, kalau mengiyakan kemauan bos aku pastikan aku akan menjadi omongan orang lain, kalau aku menolaknya bos akan murka, oh Tuhan, tidak adakah pilihan ketiga?
"Scarletta Maria kenapa kamu bingung?"
"Pak, maaf apa tidak ada pilihan yang lain?"
"Pilihan lain?, ya ada!"
"Apa pak?"
"Kamu jadi pelayan pribadiku hari ini dan tidak boleh keluar dari ruangan saya sama sekali"
"a a a apa? maaf pak, aku pilih opsi pertama saja"
aku makin bingung dengan sikap bos ku yang mengada-ada, kalau aku di ruangan bos seharian, kalian bisa membayangkan apa yang akan ku dengar nanti.
aku meminjam kamar mandi bos ku untuk berganti pakaian, aku cocok dengan baju warna putih, aku memoles sedikit lagi lipstik pink untuk membuatku terlihat lebih segar. aku menyisir ulang rambutku, mengepangnya agar jauh lebih rapih.
aku keluar dari kamar mandi dengan canggung, tapi aku cukup percaya diri karena aku tidak sekacau tadi. Bos memandangi diriku dengan rasa kagum, ku lihat dia tersenyum tipis tapi enggan memperlihatkannya.
baju kaosnya agak panjang saat aku pakai tapi membuatku terlihat lebih cantik. Mungkin itulah alasan bos tersenyum.
"Bos, aku sudah mengganti baju, aku keluar dulu ya, mau kerja"
"hmm iya, kerja yang semangat, jangan lupa sarapan"
"baik pak, terima kasih"
aku keluar dari ruangan bos, merasa sedikit was-was karena mereka akan heran aku sudah ganti baju dan terlihat lebih rapih.
"Scar, kok kamu lama banget di ruangan bos!"
"Lama ya? hehe tadi aku disuruh bos buat bersihkan toiletnya yang mampet, makanya lama"
"loh kok kamu ganti baju, baju bos lagi?"
"nah itu dia, pas aku lagi bersihin air krannya bocor bajuku basah, makanya aku dipinjami baju sama bos"
"oh gitu?, perasaan bos orangnya tertutup kok sama kamu mau ya bos sampai minjamin baju"
"aku juga nggak tau Mbak Nova, mungkin bosnya kasihan sama aku, aku tadi emang kedinginan karena basah bajuku"
"ya udah, ayo lanjut kerja"
Aku terpaksa harus berbohong, aku tidak ingin karyawan lain berpikir negatif tentang aku dan bos, apalagi aku anak baru. aku melihat beberapa karyawan suka membicarakan aku sejak hari pertama kerja, terutama ketika dengan sengaja bos membuka bajunya di depanku saat aku mengetahui bahwa bos adalah pria misterius yang menolongku saat kecelakaan dua Minggu lalu.
Aku tidak tahu lagi harus seperti apa, aku menjadi tontonan karyawan lain karena mengganti pakaian di ruangan bos. aku yakin 90 persen dari mereka berpikir negatif, bos memang suka mencari gara-gara denganku. bos seperti sengaja ingin mempermainkan aku.
aku merasa tidak nyaman, aku harus membicarakan hal ini dengan bos, aku tidak ingin menjadi seseorang yang dianggap jelek oleh orang lain padahal aku tidak melakukan kesalahan apapun.