Sementara di tempat lain Brian sang idola Meisya sedang mempersiapkan diri bertemu dengan Dira pacarnya.
Brian berencana akan melamar Dira sebagai tunangannya.
Brian dan Dira sudah berpacaran selama lima tahun. Mereka pertama kali bertemu di kampus, saat mereka sama-sama mengikuti kegiatan mahasiswa. Sejak saat itu, hubungan mereka berkembang semakin kuat. Brian merasa inilah saat yang tepat untuk melamar Dira.
Brian merencanakan kejutan spesial. Dia mengajak Dira ke restoran favorit mereka, sebuah tempat yang memiliki pemandangan indah ke arah laut. Malam itu, suasana sangat romantis dengan cahaya lilin di setiap meja dan musik lembut yang dimainkan oleh seorang pemain piano.
Brian telah memesan meja yang terletak di dekat jendela besar, sehingga mereka bisa menikmati pemandangan laut yang tenang dan indah. Setelah makan malam yang lezat, Brian merasa saatnya telah tiba. Dia mengeluarkan cincin yang sudah disiapkannya dan berdiri dari kursinya.
Brian: (berlutut di depan Dira) "Dira, sejak pertama kali kita bertemu, kamu telah membuat hidupku menjadi lebih berwarna dan penuh kebahagiaan. Aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpa dirimu di sisiku. Will you marry me?"
Dira terkejut dan matanya berkaca-kaca. Dia tidak menyangka bahwa Brian akan melamarnya malam itu. Dia menatap Brian dengan penuh kasih.
Dira: (tersenyum dengan air mata kebahagiaan) "Ya, Brian. Aku bersedia. Aku sangat mencintaimu."
Brian memasangkan cincin di jari manis Dira. Orang-orang di sekitar mereka yang menyaksikan kejadian itu memberikan tepuk tangan dan ucapan selamat. Brian dan Dira berdiri dan berpelukan erat.
Brian: "Terima kasih telah menjadi bagian dari hidupku, Dira. Aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia."
Dira: "Dan aku juga, Brian. Aku sangat bersyukur bisa memiliki kamu."
Malam itu berakhir dengan penuh kebahagiaan dan cinta. Brian dan Dira tahu bahwa mereka sudah siap untuk segera menjalani hidup bersama sebagai sepasang suami istri.