Arabella menjadi sangat panik saat melihat Aldric hampir tidak sadarkan diri. Hingga pada saat ini Arabella tidak tahu menahu apa yang telah terjadi pada Aldric. Yang ada di fikiran gadis itu hanya jika dirinya menolong pangeran Bath itu dari beruang raksasa maka semua nya akan selesai. Namun kenyataan tidak semudah itu. Aldric tetap lemas dan mulai tidak sadarkan diri.
Berulang kali Arabella memeriksa keadaan dari Aldric namun semua percuma. Tidak dia temukan luka serius yang ada di tubuh pria itu. Namun Aldric tetap saja makin kesakitan.
Jelas Arabella langsung penasaran.
"Pangeran... apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa anda menjadi seperti ini? Astaga... tolong katakan sesuatu Pangeran jangan membuat saya bingung,"
"Hey... gadis bodoh. Tidak perlu cemas seperti itu. Yang perlu kamu lakukan. Segera keluar dari hutan ini dan bawa hasil buruan ini. Kalau dalam waktu satu jam kamu tidak keluar dari hutan ini. Maka kamu akan terkurung di dalam sini selamanya. Tidak akan ada yang bisa menolong mu. Aku pasti sudah di akhirat. Dan menangis pun juga akan percuma," ungkap Aldric sambil memaksa Arabella menerima hasil buruan mereka.
Aldric sadar kalau waktunya tidak akan lama lagi. Dan dia merasa lebih nyaman memberikan semua pesan kepada Arabella. Dia fikir Arabella akan bisa untuk diandalkan dan tidak akan mudah menyerah. Lawan yang cocok untuk Freya.
"Pangeran... sebenarnya apa yang terjadi kepadamu? Klan Sigyn sangat pandai dalam pengobatan. Meski saya bukan yang paling pandai. Tapi percayalah pada saya. Saya akan pastikan mengobati anda dengan baik. Sekarang katakan dimana kamu terluka!"
Sejak tadi Arabella berusaha untuk mencari letak luka yang dimiliki Aldric namun tetap tidak dia temukan. Dia yang mulai frustasi. Ingin Aldric segera mengatakan dengan jelas. Supaya dia bisa segera mengobati.
"Beruang tadi adalah adik dari Gerld. Kami bertarung dengan sengit dan aku terkena cakar beracun miliknya. Aku rasa saat ini racun sudah menyebar ke segala tubuh ku. Aku tidak akan bisa bertahan lama Arabella. Karena itu, bawalah hasil buruan ini. Sekaligus katakan pada Gerld kalau aku berhasil mendapatkan ini."
Aldric kembali memberikan sebuah bungkusan kain panjang yang berisi pedang Aldric yang berlumuran darah dan sesuatu lain yang entah harus Arabella sebut dengan apa.
"Katakan pada Gerld. Kalau dia sudah berhasil mengantarkan aku pada kematian. Tapi aku juga menghadiahkan kematian untuk dia!" ungkap Aldric dengan masih sibuk mengulas senyum.
"Tidak pangeran. Anda tidak akan mati. Anda harus memberikan ini pada Nyonya Gerld sendiri. Tunjukan pada dia kalau anda hebat dan tidak mudah untuk di kalahkan."
Arabella menolak gagasan yang hendak Aldric berikan. Dia tidak bersedia menyampaikan pesan dari Aldric untuk Nyonya Gerld. Kalau mau Aldric harus memberikan bingkisan itu sendiri.
Karena itu semangat tidak henti terus di berikan oleh Arabella. Agar Aldric bisa kembali bediri tegak. Sifat pesimis dan mudah putus asa tidak pernah ada dalam kamus Aldric. Arabella tidak bisa melihat sifat seperti itu ada pada Aldric.
"Percuma Arabella... racun itu tidak ada penawarmya. Jadi biarkan saja saya mati. Dan tinggalkan aku disini Arabella. Satu pesan ku Arabella. Kamu tidak boleh menyerah dengan Freya, kemampuan mu jauh lebih baik dari pada anak manja itu. Berjuanglah sampai kamu bisa menjadi nomor satu!"
Aldric percaya kalau Arabella adalah seorang penyihir yang sangat hebat. Bahkan mantra mantra sihir yang dimiliki oleh Arabella jauh lebih menarik dari Aldric dan Freya.
Jika mau sedikit saja peka. Maka Arabella akan dapat melihat jika pada saat ini dirinya adalah seorang penyihir potensial.
"Jangan bicara seperti itu pangeran. Dengarkan saya pangeran. Saya akan berusaha sekuat tenaga membuat semua racun keluar dari tubuh anda. Saya janj'i."
Untuk hari ini Arabella sudah banyak hutang nyawa pada Aldric. Dan dia tidak ingin menjadi orang yang tidak tahu diri, Arabella akan berusaha kerja membalas budi.
***
Freya makin tersenyum lebar saat melihat gerbang ada di depan mata. Kini dia tahu kalau kemenangan ada di depan matanya dan tidak akan ada yang bisa menghalangi dia menjadi pemenang.
"Akhirnya... aku tidak perlu lagi menghadapi mahluk makhluk mengerikan di dalam hutan terlarang. Dan aku berharap kalau gerbang ini terbuka karena kematian dari Aldric. Pasti akan sangat menyenangkan."
Freya makin tertawa dengan lebar saat kaki nya kini telah menginjak Acavalati. Dia telah berhasil menjadi orang yang pertama sampai ke Acavalati.
Gotta dan Freya bisa selamat dari para makhluk jelek sekaligus dia juga bisa membawa hewan buruan. Freya sangat yakin jika dia akan keluar menjadi pemenang dan mendapatkan gelar kehormatan.
"Putri Freya... akhirnya anda datang juga. Aku sangat menantikan saat ini. Astaga... lihatlah bagaimana anda sangat hebat, bisa membawa hewan buruan... ini naga terbang kan? Tuan putri. Anda memang pantas untuk menjadi juara!"
Nyonya Gerld sudah menunggu Freya sejak tadi. Dan tidak berhenti memberikan pujian setelah Freya menunjukkan hewan hasil buruan nya. Padahal semua juga tahu, jika hewan buruan itu datang atas taktik dari Gerld sendiri. Tapi Gerld bersikap seakan Freya adalah pahlawan yang baru saja pulang dari medan pertempuran.
Bukannya Gerld sudah mengawasi semua dari menara pencakar langit miliknya. Freya tidak melakukan perburuan dan satu satunya hal yang dia lakukan adalah duduk di ayunan pinggir hutan.
"Memuakkan. Dia menjadikan naga terbangku menjadi tumbal dan kini berlagak kalau dia seperti seorang yang paling berjasa. Cih."
Gotta sangat muak dengan sikap Freya yang pada saat ini. Sepertinya apa yang Aldric katakan benar. Jika Freya tidak lebih dari seorang putri raja yang manja tapi sebenarnya tidak pernah punya kekuatan. Jika tidak ada naga terbang miliknya. Bukankah saat ini seharusnya Freya tidak mampu memburu hewan apapun?
Hewan apa memang yang bisa dilawan Freya? Sedangkan mereka tadi selamat saja hanya karena diselamatkan oleh burung terbang? Gotta yakin, jika Freya memang tidak ada gunanya.
Mungkin jika cacing raksasa tadi tidak tidur. Freya tidak akan sanggup untuk mengalahkan nya. Tapi bisa di lihat jika pada saat ini reaksi yang diberikan oleh Nyonya Gerld sangat berlebihan.
"Tapi aku tidak peduli. Yang penting aku selamat. Dan aku tidak akan sudi masuk ke dalam sana."
Tak mau ambil pusing. Gotta menikmati hidup nya yang terselamatkan. Jika saja tidak ada burung emas raksasa. Gotta rasa dia hanya akan tinggal nyawa.
"Kau juga berhasil selamat? Ku kira kau mati."
Becca datang dengan baju yang compang camping dan keringat yang bercucuran. Beberapa bagian tubuhnya tampak terluka. Sontak Gotta menegakkan tubuh dan melihat ke arah teman kamarnya itu.
"Kau berhasil mendapatkan hewan buruan?"
Melihat kondisi yang seperti ini. Gotta sangat yakin jika pada saat ini Becca berhasil menangkap hewan buruan yang sangat keren.
"Jangan tanyakan hal itu. Dengan aku berhasil membawa nyawaku kembali hidup hidup saja sudah sangat bagus."
Becca sangat tidak peduli dengan hasil hewan buruan karena yang paling penting adalah keselamatan nyawanya.
Tentu Becca sangat ingat bagaimana dia hampir ditelan oleh buaya. Sedang patnernya yang berasal dari Javernic justru berlari menyelamatkan diri sendiri. Tentu saja hal itu mau tidak mau memaksa Becca menyelamatkan diri sendiri.
Awalnya Becca fikir dia akan mati. Untung saja karena dia terbiasa dilatih kekuatan fisik di klan dia kemudian bisa lolos.
"Apa yang dikatakan oleh Becca benar. Masih untung kita masih selamat. Coba lewat sedikit saja. Mungkin pada saat ini kita sudah reuni di akhirat."
Setelah Becca, kini Valeria yang datang dengan keadaan yang tidak kalah memprihatinkan.
"Aku bahkan tidak sanggup untuk menangkap seekor semut dan mereka meminta aku menangkap binatang purba? Tidak ada yang tahu kan? Aku hampir saja diinjak oleh seekor gajah. Gajah itu menaruh dendam padaku. Dan lebih parahnya lagi si kutu buku dari Verewild itu malah sibuk menghitung bobot gajah itu. Tanpa peduli pada aku yang akan di musnahkan gajah itu."
Cerita yang disampaikan oleh Valeri, kurang lebih sama dengan yang di sampai kan oleh Becca. Yaitu tentang bagaimana susahnya mereka harus berjuang untuk mendapatkan hewan buruan tapi berujung sia sia.
Jangankan hewan buruan. Menurut Valeri dan Becca, bisa keluar dari hutan terlarang adalah hal yang sangat ajaib.
"Ohh ya... aku selalu bilang ingin pergi ke Verewild kan? Aku membatalkan keinginan itu. Mereka semua tidak lebih dari manusia otak kosong. Aku tidak akan sudi masuk ke asrama itu."
Seperti nya Valeri yang mengalami hal paling buruk hingga dia tidak bisa berhenti mengoceh dan mengutuk patner nya hari ini.
"Kamu pasti senang kan Gotta? Karena kamu bersama dengan patner paling kuat. Yaitu Tuan putri Freya. Ck... kau beruntung bisa bersama dengan dia. Aku jadi iri kepada mu."
Kedua kamar Gotta itu merasa tidak adil. Karena Gotta mendapatkan patner berburu orang paling kuat di Acavalati. Tidak seperti mereka yang hanya bisa bersama dengan orang tidak berguna.
"Hah... bersama dengan orang yang kuat katamu? Beruntung?" dengus Gotta dengan geli. Jujur saja Gotta merasa sangat sial karena harus berpatner dengan putri manja nan egois itu. "Aku berhasil mendapatkan hewan buruan dan sepertinya hewan buruan ku adalah yang terbaik. Dan kalian tahu, apa hewan buruan itu?" tanya Gotta dengan penuh arti.
Kedua temannya menggeleng pelan.
"Naga terbang milik keluarga ku."
"Apa?"
"Ya. Segila itu si Freya. Aku tidak menyangka dia orang yang kejam. Dia memenggal kepala nagaku dengan begitu saja," cerita Gotta dengan menggebu.
"Astaga... sepertinya kita tidak mendapat kan patner yang sungguhan baik. Jika seperti ini lebih baik kita tidak usah punya patner!" sahut Becca dengan lemas. Dia fikir nasib dari Gotta jauh lebih baik namun sepertinya sama saja.
Ketiga orang itu sama sama sial.
"Tapi Arabella? Kenapa sejak tadi aku belum melihat Arabella ya? Kenapa dia tidak terlihat? Bukannya dia bersama dengan Pangeran Aldric ya?"
***
Nyonya Gerld selalu saja menghitung waktu. Satu menit lagi dan gerbang akan segera di tutup. Kabar baiknya. Baik Arabella atau pun juga Aldric belum ada yang menampakan batang hidung. Jika dalam beberapa saat lagi mereka tidak kembali. Gerbang akan di tutup selamanya. Dan itu artinya, kedua penyihir itu akan terjebak di dalam selamanya.
"Dengan berat hati. Harus saya sampai kan kalau gerbang harus ditutup dan pangeran Aldric kita yang tercinta terpaksa harus-"
Kwak... Kwak...
Dari arah langit terdengar suara burung yang sangat keras tengah terbang diatas hutan terlarang dan menuju ke arah mereka. Membuat perhatian semua peserta Acavalati jadi teralih kan Nyonya Gerld berhenti untuk bicara.
"Pangeran Aldric... Arabella?" tanya Nyonya Gerld dengan kaget saat melihat Pangeran Aldric dan Arabella melompat dari atas burung emas. Kemudian berjalan dengan penuh rasa percaya diri.
"Hay Nyonya Gerld. Senang bertemu dengan mu. Apa kabar mu hari ini. Aku dan Arabella membawakan hasil buruan untuk mu. Bukan hanya satu. Tapi kami memberikan dua langsung."
Arabella turut mengekor di depan Aldric dan tersenyum bangga.
"Arabella... berikan buruan kita yang pertama."
"Ular kepala tiga. Predator utama hutan terlarang."
"Dan selanjutnya Nyonya Gerld.... "
Bruk.
Aldric melemparkan ekor beruang yang sudah berlumur darah. Tidak perlu di tanyakan lagi itu ekor milik siapa.
"Pangeran Aldric....."
Gerld bersujud di kaki pangeran bath itu.