"Aku tidak pergi untuk menyelamatkan Pangeran Aldric. Arabella juga tidak. Dia pergi untuk menyelamatkan Valeria. Itu artinya tidak ada yang menyelamatkan Pangeran!"
Gotta yang baru saja menyelamatkan Becca, turun dari sapu terbang kemudian menyahut pembicaraan antara Nyonya Gerld dan Putri Freya.
Sejak awal tidak ada yang menyelamatkan Pangeran Aldric.
Arabella mungkin pada saat ini sedang sibuk menyelamatkan Valeria. Karena itu, gadis cantik itu belum kembali hingga pada saat ini. Sedangkan Putri Freya sudah selamat dengan bantuan Nyonya Gerld.
Dapat di pastikan kalau Pangeran Aldric dalam bahaya dan tidak ada yang membantunya.
Mendadak wajah Gerld menjadi pucat. Dia tidak menyangka kalau semua akan menjadi sesulit ini.
"Kamu yakin? Tidak mungkin. Jika tidak ada yang menyelamatkan Pangeran Aldric. Berarti kemana gelembung itu pergi. Semua ini salahmu Becca. Kamu membuat masalah ini."
Nyonya Gerld panik. Dia baru saja bisa bernafas lega setelah menyelamatkan Putri Freya. Namun sepertinya semua itu tidak akan bertahan lama. Karena pada kenyataannya, masalah yang jauh lebih besar kembali terjadi. Dan semua ini adalah karena Becca.
Andai gadis itu tidak membuat masalah. Mungkin kejadian tidak seperti ini.
Kini Aldric hilang. Tidak satu pun bisa menemukan dimana pria itu berada.
Dengan Aldric berubah menjadi patung saja Klan Bath siap mengibarkan benderang perang. Dan sekarang Pangeran Aldric justru hilang entah kemana.
Gerld rasa Klan Bath akan membinasakan semua orang yang ada di Acavalati.
Becca yang ketakutan hanya bisa bersembunyi di belakang Gotta. Dia sungguh tidak bisa menghentikan kekacauan yang dia buat. Becca sangat sadar kalau kesalahan yang dia buat sangat lah fatal dan bisa membahayakan semua orang.
"Maaf Nyonya. Saya tidak tahu kalau semua akan berakhir seperti ini. Tapi... bagaimana kalau kita mencari Pangeran Aldric saja dari pada saling menyalahkan seperti ini?"
Waktu yang mereka miliki sangat terbatas. Tidak mungkin jika digunakan untuk berdebat. Akan jauh lebih baik, kalau mereka mencari Pangeran Aldric secara bersama sama.
"Kamu yang membuat masalah. Tapi kita semua yang harus menanggung semua!" ujar Nyonya Gerld dengan muka masam. "Gotta, pergilah ke arah selatan. Aku dan Putri Freya akan pergi ke barat dan timur. Sedangkan kau... carilah Pangeran Aldric ke utara. Tidak ada yang boleh kembali sebelum Pangeran Aldric di temukan. Kalian faham?"
Meski Nyonya Gerld begitu kesal dan marah atas perbuatan dari Becca. Namun apa yang dikatakan oleh Becca ada benarnya. Mereka tidak punya waktu untuk berdebat. Mereka semua harus segera berpencar untuk menemukan dimana Pangeran Aldric pada saat ini. Itu pun juga jika mereka semua tidak ingin jadi santapan dari Klan Bath.
***
Arabella menunggangi burung emas dan mengejar gelombung yang terus berlari menjauh dari kejaranya.
Kini Arabella tahu. Jika gelembung itu bukan sekedar gelembung biasa. Namun gelembung yang punya nyawa. Tentu saja Arabella tidak akan tinggal diam.
Dengan pedang yang menyala, Arabella makin memacu burung dan segera menebas gelembung itu dengan sekali hentakan.
"Matilah kau!" ujar Arabella sambil menebas gelembung. Dan pada akhirnya gelembung itu mengempes dan terjatuh ke tanah sebelum dapat di tangkap oleh Arabella.
Bruk.
Tubuh Valeria langsung saja teronggok di tanah dengan posisi tengkurap. Sungguh dia hanya bisa mengerang menahan sakit di tubuh.
"Uhuk... uhuk... uhuk...."
Valeria terbatuk, meludahkan busa yang tanpa sengaja masuk ke dalam mulut serta membersihkan diri dari sisa sisa gelembung.
Hampir saja dirinya mati karena ditelan gelembung. Jika saja Arabella tidak segera menolong. Maka dia sudah tidak punya harapan hidup.
"Kau tidak apa apa kan Valeria? Kau baik baik saja?" tanya Arabella penuh dengan kekhawatiran. Dia takut jika sampai terjadi hal buruk pada Valeria karena kondisi teman sekamarnya itu sangatlah memprihatinkan.
Tampak sekali kalau teman dari Arabella itu lemah. Sepertinya gelembung tadi banyak menyerap energi dari Valeria juga. Tak elak, Valeria seperti orang yang tidak makan berhari hari.
"Sialan. Ini semua karena obsesi Becca yang ingin menikahi- Pangeran Aldric? Astaga...Arabella. Itu Pangeran Aldric. Dia belum selamat."
Valeria berteriak-teriak histeris saat melihat gelembung masih membawa Pangeran Aldric terbang. Bahkan gelembung yang membawa Pangeran Aldric telah berganti menjadi warna merah. Entah karena sebab apa.
"Nyonya Gerld? Bukankah tadi dia menyelamatkan Pangeran Aldric? Kemana dia?"
Arabella menoleh kan kepala kesegala arah. Berusaha untuk mencari dimana keberadaan Nyonya Gerld. Namun semua sia sia. Arabella tidak menemukan siapa pun juga. Selain dirinya sendiri.
"Arabella... untuk apa kamu bertanya tentang hal yang tidak penting itu. Sudah pasti Nyonya Gerld lebih memilih menyelamatkan Putri Freya!"
Seharusnya Arabella tidak perlu untuk menanyakan soal itu. Disaat sudah jelas jelas Nyonya Gerld sangat memihak pada Sang Tuan putri.
Dari pada menyelamatkan Aldric. Nyonya Gerld pasti lebih memilih membuat Putri dari Retori itu tidak lecet meski hanya satu inci saja.
"Kau benar Valeria. Nyonya Gerld tidak akan peduli pada Pangeran Aldric," ujar Arabella penuh dengan iba. "Kalau begitu kamu tunggu disini dulu Valeria. Aku akan berusaha untuk menolong Pangeran Aldric sebisa ku!"
Arabella bergegas naik ke burung emas. Untuk selanjutnya dia terbang tinggi mengejar Aldric.
"Apa burung emas itu peliharaan Klan Sigyn? Seperti naga terbang milik Gotta dan Klan nya?" tanya Valeria dengan bingung.
Selama ini Arabella selalu bilang jika Klan nya adalah Klan terendah. Tidak satu pun dari mereka yang punya harta. Tapi kenapa mereka bisa memelihara burung emas sebesar itu?
Pada awalnya, Valeria fikir itu adalah burung milik Pangeran Aldric. Mengingat pertama kali dia melihat burung itu adalah saat seleksi dari hutan terlarang. Namun siapa sangka, jika burung itu sekarang berada dalam kuasa Arabella.
***
Sama seperti yang dia lakukan untuk menyelamatkan Valeria tadi. Arabella terus berusaha untuk menebas gelembung udara tersebut. Namun sayang, gelembung itu sangat berbeda jauh dengan gelembung yang tadi menelan Valeria.
Jika gelembung yang tadi menelan Valeria hanya akan menghindar saat akan di tebas. Gelembung yang pada saat ini sedang melingkupi Pangeran Aldric justru berusaha menyedot Arabella masuk ke dalam. Tidak heran jika pada saat ini Arabella kesusahan untuk mempertahankan diri.
"Dasar gelembung jelek. Berani sekali kamu ingin menyedot ak- ahhh.... "
Arabella menjerit sangat keras sekali saat pedang yang dia tancapkan pada gelembung itu justru membawanya makin masuk. Tidak sampai disitu saja, Arabella kini ikut masuk sepenuhnya dalam gelembung. Berdesakan dengan Aldric yang masih terus menjadi patung.
"Arabella... aku tahu kamu punya kemampuan hebat. Jadi tolong keluarkan aku dari tempat ini. Aku sungguh sungguh tidak tahan ada di tempat ini!"
Gelembung itu makin menciut dan seluruh bagiannya menjadi tertutup kabut. Jujur saja Pangeran Aldric makin kehabisan nafas.
Selain karna ruangan yang makin menyempit. Pasokan udara juga turut membuat nafas dari Aldric tercekat.
"Tenanglah Pangeran. Saya akan berusaha mengalahkan gelembung ini!"
Arabella mulai memegang Pangeran Aldric dengan erat.
"Kroyes... kroyes the morimor!"
Tangan Arabella menyentuh dinding gelembung dan tidak berselang lama gelembung itu meledak. Menghasilkan percikan percikan warna warni seperti kembang api. Sedangkan Arabella dan Pangeran Aldric terjun bebas dari atas ketinggian. Setelah gelembung melemparkan keduanya.
"Arabella... tubuhku akan hancur jika aku terus meluncur. Karena saat ini aku sedang menjadi patung!"
Mereka meluncur dari atas ketinggian yang teramat dalam. Dengan keadaan Aldric yang menjadi patung. Maka tubuh Aldric akan hancur berkeping-keping saat menyentuh tanah.
Wajar jika pada saat ini Pangeran Aldric menjadi ketakutan.
Namun Arabella tetap saja diam dan justru menatap Pangeran Aldric dengan tatapan yang dalam.
"Pangeran Aldric... berjanjilah untuk melupakan apapun yang hari ini kamu lihat. Pura pura lah tidak pernah melihat nya!"
Arabella meniupkan satu hembusan nafas dan perlahan ada seperti angin yang membelai kaki Aldric. Udara itu makin naik hingga menyentuh seluruh tubuh Aldric. Diikuti bunyi kepakan sayap. Yang timbul dari punggung Arabella.