Mata Aldric tidak berhenti untuk berkedip. Dia menatap takjub pada sayap yang muncul dari punggung Arabella. Semua ini memang gila. Dia tidak menyangka jika gadis yang selama ini diremehkan oleh semua orang, ternyata menyimpan kekuatan yang begitu amat besar.
Ini tentu bukan kali pertama Aldric menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri kalau Arabella bukanlah gadis yang sembarangan.
Arabella bukan hanya mampu berkomunikasi dengan para binatang dan juga memerintah kan mereka semua. Namun ada hal lain lagi, gadis itu bisa terbang dengan memunculkan sayap sayap indah layaknya kupu kupu.
Hal itu makin membuat Aldric penasaran dan terus saja bertanya-tanya siap sebenar nya Arabella itu.
"Pangeran Aldric... kau sudah berjanji tidak akan memberi tahu siapa siapa tentang ini. Apa yang kamu lihat hari ini. Anggap saja tidak pernah kamu lihat!"
Sayap sayap itu menghilang, tepat pada saat kaki Arabella menginjak pada tanah. Semua terjadi dengan begitu saja, persis seperti parasut.
Ini adalah hal yang sebenarnya tidak ingin Arabella tunjukan kepada siapa siapa.
Selama ini dia lebih suka menunjukkan kepada semua orang kalau dirinya itu tidak berdaya dan tidak bisa melakukan apa apa. Namun semua menjadi berubah saat ini bertemu dengan Aldric.
Arabella dengan terpaksa harus menunjukkan seluruh kekuatan yang dia miliki untuk membantu Aldric dari masalah.
Entahlah ini sudah keberapa kali Arabella terpaksa mengeluarkan sedikit dari banyak kekuatan sihir yang dia miliki. Arabella hanya berharap jika Aldric akan bisa menganggap semua ini hanya mimpi.
"Aku harus melupakan semua ini? Menganggap kalau hari ini tidak pernah ada?"
Aldric memijak kan kaki ke tanah dan melihat seluruh tubuh nya yang kini sudah berubah lagi menjadi manusia seutuhnya.
Tidak perlu di tanyakan siapa yang telah membuat Aldric kembali seperti semula. Tentu saja semua itu adalah karena Arabella. Gadis itu memang benar benar menakjubkan.
Aldric tidak tahu harus menggambarkan bagaimana kehebatan dari gadis klan rendahan itu.
"Ara... sebenarnya kamu itu siapa?" tanya Aldric kemudian yang membuat Arabella termenung.
"Aku bukan siapa siapa Pangeran Aldric. Hanya saja, Klan ku mempersiapkan aku dengan begitu baik untuk bisa masuk Acavalati. Sebenarnya mereka tidak ingin aku menunjukkan semua kekuatan itu di awal. Mereka ingin aku mengeluarkan semua itu secara perlahan. Supaya aku bisa dianggap mempunyai progres yang sangat baik. Jadi bisakah kamu menganggap hari ini tidak pernah terjadi? Ini demi aku dan Klan ku kedepannya nanti. Aku masih harus ada di Acavalati. Jadi tolong jangan memberi tahu kekuatan ku, ya?"
Arabella berusaha keras untuk membujuk Aldric dengan segala kemampuan yang dia miliki. Arabella sangat berharap kalau Aldric akan mengabulkan permintaan nya. Jika sampai tidak mungkin Nerthus akan begitu sangat marah kepada dirinya.
Karena itu, satu satunya hal yang bisa dilakukan oleh Arabella adalah memohon dan juga meminta pada Aldric.
"Aku harus diam dan tidak memberi tahu pada siapa pun kalau kamu punya kekuatan yang begitu besar ini? Emm... baiklah aku setuju!"
Pangeran Aldric tampak berfikir sejenak dan kemudian mengenggam tangan Arabella untuk dia ajak untuk berjalan. Mereka tidak bisa terus berdiam diri di tempat antah berantah itu. Jadi yang harus dia lakukan adalah segera mengajak Arabella untuk pergi.
Sedangkan Arabella yang mendengar itu langsung saja mengangguk penuh dengan semangat. Dia senang karena ternyata Aldric tidak begitu sulit untuk dia ajak bicara. Dengan seperti ini Arabella tidak perlu untuk khawatir. Karena kekuatan nya akan aman.
"Terimakasih Pangeran Aldric. Aku senang kamu mau untuk menyimpan apa yang kamu lihat hari ini sendiri."
Senyum tidak pernah luntur dari bibir Arabella. Gadis itu merasa sangat senang. Karena pada akhirnya dia berhasil untuk membuat Aldric menutup mulut nya.
Arabella yang pada awalnya malas untuk mengikuti Aldric. Pada saat ini justru sangat semangat untuk mengikuti Aldric. Bukan hanya itu saja dia juga membiarkan Aldric terus mengenggam tangan nya.
Aldric tertawa dengan keras. Dia fikir Arabella terlalu lucu dan juga polos.
"Kenapa kamu tertawa? Memang ada yang lucu?" tanya Arabella penuh dengan heran. Dia tidak mengerti kenapa Pangeran Aldric tiba tiba tertawa dengan begitu keras. Padahal Arabella merasa tidak ada yang lucu sama sekali.
"Bagaimana tidak tertawa. Dari tadi yang sudah menyelamatkan aku dari segala mara bahaya adalah kamu. Bukan hanya membawa aku mendarat dengan sempurna menggunakan sayap sayap mu Arabella. Tapi kamu juga telah membuat aku kembali seperti sedia kala. Kalau pun ada orang yang harus berterimakasih itu adalah aku. Bukannya kamu. Jadi aku tertawa saja saat kamu mengucapkan terimakasih. Aku harusnya yang bilang itu Arabella, terimakasih karena sudah menyelamatkan aku untuk yang kesekian kali."
Pangeran Aldric mengucapkan semua itu dengan sangat tulus. Dia sangat banyak menyusahkan Arabella. Karena gadis itu telah berulang kali menyelamatkan nyawa. Jika tidak ada Arabella. Entah apa yang akan terjadi pada dirinya.
"Sama sama Pangeran Aldric. Saat di hutan terlarang kamu juga telah menyelamatkan aku berkali kali. Anggap saja semua ini adalah sebagai balas budi karena itu. Jadi jangan sungkan. Kamu juga telah banyak untuk membantu aku."
Arabella tidak pernah merasa kalau dia telah jadi pahlawan untuk Aldric. Toh selama ini, Aldric juga selalu saja menolong dirinya. Jadi semua satu sama.
"Hemm... oke kita anggap semua impas. Tapi tetap saja kamu harus mendapatkan hadiah untuk semua yang kamu lakukan padaku. Seperti apa yang di janjikan oleh Gerld sejak awal."
Langkah Pangeran Aldric dan Arabella makin melemah. Sementara senyum penuh dengan kemenangan terus saja dia tampak kan.
"Ahh... aku akan jadi ketua asrama ya? Aku fikir aku tidak membutuhkan itu. Tidak usah Pangeran Aldric. Aku tidak terlalu suka jika jadi pemimpin. Jadi biarkan saja orang lain yang mengambil itu. Jangan aku. Lagi pula aku rasa aku juga tidak pantas untuk jadi pemimpin!" ujar Arabella dengan sungkan.
Arabella selalu saja tidak percaya diri. Dia merasa kalau apa yang dia lakukan hari ini tidak cukup untuk membuat dirinya menjadi pemimpin Asrama.
Menurut Arabella, akan jauh lebih baik jika ada orang lain yang lebih pantas untuk jadi pemimpin Asrama. Dan menurut Arabella. Itu semua tidak cocok untuk dirinya.
"Siapa yang bilang kalau kamu akan jadi pemimpin Asrama? Kamu tidak tahu ya kalau hadiahnya sudah diubah. Lebih tepatnya, kedua teman kamu yang sudah merubahnya," jawab Aldric dengan begitu santai tanpa mau melepas genggaman tangan dari Arabella.
Kening Arabella mengkerut dia tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Aldric.
"Diganti apa?"
"Menikah dengan ku!"