Nafas Arabella rasanya sangat tercekat. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Pangeran Aldric akan memberinya jawaban yang seperti itu.
Bukannya Arabella tidak tahu adanya permintaan itu. Karena Becca dan juga Valeria sudah membicarakan hal itu sejak mereka akan masuk ke dalam ruangan Nyonya Gerld. Tapi Arabella yakin, kalau itu semua hanyalah keinginan pribadi dari Becca, bukan hadiah utama yang akan di dapat jika bisa membuat Pangeran Aldric kembali ke semula.
Tidak perlu untuk di ragukan lagi. Semua itu pasti hanya akal akalan Pangeran Aldric untuk menggoda Arabella.
Lagi pula sejak awal sudah di tentukan kalau hadiah dari bisa mengubah Pangeran Aldric seperti semula adalah dengan diberikan kehormatan memimpin asrama. Bukan menikahi Pangeran Aldric. Atau.... memang hadiah telah diganti dan Arabella menjadi satu satunya orang yang tidak tahu?
"Kamu pasti bercanda kan Pangeran? Mana ada hadiah seperti itu. Hahaha. Tampaknya kau suka melawak juga. Tapi lebih baik kita secepatnya kembali. Yang lain pasti sedang menunggu kita. Jadi kita harus segera menenui mereka."
Arabella tetap mengulas senyum. Meski pun pada saat ini. Dia tengah salah tingkah. Semua ucapan dari Aldric, mampu membuat wajah Arabella memerah.
Candaan yang kali ini Aldric lontarkan. Cukup mengusik hati kecil Arabella. Namun dia cepat cepat untuk menepis segala fikiran itu.
"Apa wajah ky terlihat sedang bercanda? Kau melihat aku pernah bergurau dengan orang lain? Tidak kan?" ucap Aldric dengan serius.
Selama ini Aldric adalah orang yang paling serius. Dia tidak pernah bercanda dan sekalipun dia bercanda pasti sangat serius.
Seperti pada saat ini. Aldric menatap Arabella penuh dengan arti. Arabella yang mendapatkan tatapan seperti itu hanya bisa membeku di tempat.
Ini tidak benar. Dia yakin jika pada saat ini Aldric hanya sedang main main. Tidak mungkin orang rendahan seperti dirinya akan menikahi seorang pangeran yang tampan dan dari Klan tinggi.
Sekalipun ini adalah mimpi. Arabella harus segera bangun.
"Pangeran Aldric. Aku melakukan ini semua tanpa pamrih dan tidak ingin balasan apapun. Juga tidak ingin mendapatkan balasan dari mu. Anggap saja semua ini adalah balasan karena kamu telah menyelamatkan aku saat di hutan terlarang. Aku fikir semua ini sudah impas. Tidak ada yang perlu mendapatkan balasan satu sama lain!"
Arabella tetap kukuh pada pendiriannya. Dia tidak akan pernah mau untuk menerima pinangan dari Pangeran Aldric. Tujuan dia datang ke Acavalati hanya satu, dia ingin menjadi penyihir nomor satu. Tidak ingin jadi istri dari Aldric. Dan sampai kapan pun Arabella tidak akan pernah mengubah tujuannya itu.
Karena impian Arabella adalah membuat Klan nya naik ke tingkat atas.
"Ini bukan kali pertama kamu menyelamatkan aku. Sebelum ini. Lebih tepatnya saat ada di dalam hutan terlarang. Sebenarnya bukan aku yang menyelamatkan kamu. Tapi kamu orang yang telah menyelamatkan aku. Jadi bisa dibilang kalau saat ini aku telah berhutang budi kepadamu sebanyak dua kali. Dan bagi Klan Bath sangat anti jika harus berhutang budi kepada Klan lain. Aku akan membayar dengan menikah dengan mu. Tidak ada penolakan!"
Aldric sudah membulatkan tekad. Dia akan menikah dengan Arabella tidak peduli gadis itu akan setuju atau pun tidak. Yang pasti pada saat ini. Aldric tidak akan membiarkan Arabella menolak nya.
"Pangeran... aku tidak pernah ingin kamu membalas budi. Cukup. Aku fikir sudah cukup semua lelucon ini. Aku kesini bukan untuk menikah dengan mu. Aku hanya ingin menjadi penyihir yang hebat. Aku akan membuat Klan Sigyn setara dengan mu atau bahkan dengan Klan Tuan Putri Freya. Jadi tolong jangan membuat saya terbebani. Kalau pun Anda ingin menikah. Menikah lah dengan para putri dari Klan atas. Bukannya dengan saya. Itu sangat tidak masuk akal!"
Arabella tetap tidak mau menikah dengan Aldric. Dia tidak akan mengubah tujuan. Yaitu membawa Klan Sigyn menuju puncak tertinggi. Tidak akan pernah Arabella merubah itu menjadi adanya pernikahan.
"Jadi... kamu menolak ku? Tidak mau menerima balas budi yang akan aku lakukan?" tanya Aldric dengan senyum yang tetangkat. Dia sengaja membuat tatapan matanya penuh intimidasi.
"Bukan menolak, tapi aku hanya tidak suka dengan cara balas budi yang kamu buat. Begini saja... jika Pangeran Aldric ingin balas budi. Cukup kirim hadiah makanan atau pun juga permata ke Klan Sigyn. Anggap saja itu sebagai imbalan. Bagaimana?" tawar Arabella penuh dengan pengharapan.
Di banding kan dengan pernikahan. Klan Sigyn pasti akan jauh lebih senang mendapatkan hadiah makanan atau pun juga permata.
"Baiklah... jika itu maumu. Aku akan mengirim permintaan mu."
Pangeran Aldric menyeringai. Seakan punya sesuatu yang sedang dia rencanakan.
***
"Kau bisa kembali ke lautan untuk memberi makan ikan ikan dan juga karang sepuasmu. Atau kalau kamu ingin, kamu juga bisa ke Acavalati untuk menyelamatkan Pangeran Bath itu. Ohh... aku lupa. Ini sudah lewat dari sehari. Jadi kamu tidak akan bisa untuk menolong nya ya? Kasihan sekali. Pangeran hebat itu akan jadi patung selamanya!"
Kudra tertawa, dia mengejek Naemy yang pada saat ini tidak berkutik. Perempuan itu sudah kehabisan waktu untuk dapat menyelamatkan Pangeran Aldric.
Kini mereka yakin jika Pangeran Aldric telah menjadi patung seutuhnya.
Meski kemampuan Naemy mengubah benda sangat lah luar biasa. Namun apa yang bisa dia lakukan setelah sudah lebih dari satu hari?
Tidak ada. Selain Naemy harus berlapang d**a dalam menerima semua ini.
"Haha... kamu dan rajamu tidak pernah berubah Kudra. Selalu saja memakai cara yang kotor dan juga licik hanya karena ingin mendapatkan apa yang kalian mau. Tapi aku yakin jika suatu saat. Kalian akan mengalami kehancuran. Kalian tidak akan bersisa karena keserakahan yang kalian miliki."
Naemy ingin sekali memukuli wajah Kudra. Hingga pria itu mati. Tapi di tempat tidak netral seperti ini akan sangat sulit untuk Naemy lakukan. Pasti akan banyak yang membantu Kudra jika Naemy nekat untuk membunuh Kudra.
"Semoga saja kamu di beri umur panjang supaya bisa melihat semua mimpi mu itu Naemy. Semoga pada saat itu terjadi. Klan mu belum punah dan kamu juga belum mati!" ungkap Kudra dengan begitu sombong. Dia yakin jika Klan Bath tidak akan pernah sanggup untuk mengalahkan Klan Sugnur. Seberapa pun mereka berusaha keras.
"Tuan... Tuan... kami membawa kabar dari Acavalati. Pangeran Aldric telah kembali ke wujud semula dan... sekarang ini pangeran sedang balas dendam dengan Nona, dengan merubah Nona jadi monster buruk rupa," lapor seorang pengawal dengan nafas yang tersengal. Dan perkataan itu cukup membuat Kudra naik darah.