"Pangeran... saya rasa cukup hentikan semua pertikaian ini!"
Gerld cukup lega karena pada akhirnya Aldric telah kembali ke dalam keadaan semula. Dan yang lebih membuat dia bahagia adalah dia sudah bertindak cepat dengan membuat seluruh Acavalati dalam keadaan netral. Jika tidak mungkin pada saat ini, Aldric dan Freya akan kembali terlibat baku hantam untuk kesekian kali.
"Kau selalu saja melindungi anak manja ini Gerld! Hingga dia tumbuh menjadi orang yang tidak berguna!" ungkap Aldric dengan tatapan yang menghina. Mau Gerld berusaha sebagaimana pun. Bagi Aldric, Freya akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan apa yang dia lakukan.
"Aku sudah minta maaf kan? Kenapa kamu masih menaruh dendam!"
"Hehh... maafmu tidak berguna!"
"Lalu kamu ingin bagaimana? Aku berubah menjadi seperti kamu tadi?" teriak Freya dengan mata yang penuh dengan kilatan kemarahan.
Dia tidak pernah tahu, kenapa Aldric tidak pernah mau berbuat baik kepada dirinya. Selalu saja berusaha untuk membuat masalah.
Freya tahu kalau dirinya salah. Tapi tidak seharusnya Aldric bersikap begitu keras kepada dirinya.
Toh dia juga tidak sengaja membuat Aldric dalam masalah kan?
"Iya... aku akan puas setelah membalas semua perbuatan mu sendiri. Jika tidak, aku akan terus mengusik mu sampai kau mati! Puas?"
Biarkan saja disebut pendendam. Toh pada kenyataannya itu adalah fakta. Aldric tidak mau memaafkan Freya dengan begitu saja. Baginya, Freya harus mendapatkan ganjaran atas semua yang dia lakukan. Aldric tidak akan tinggal diam. Sebelum Freya berhasil untuk dia buat menderita.
"Pangeran Aldric... sudah cukup. Jika kamu ingin balas dendam. Silahkan balas dendam di area pertandingan. Disana akan jauh lebih menarik jika anda ingin saling menjegal!"
Mengurus anak anak memang cukup melelahkan. Namun Gerld rasa itu tidak se melelahkan mengurus Freya dan Aldric. Dimana kedua orang itu terus ribut tiada henti.
"Balas dendam di pertandingan bagaimana? Kau kan selalu berbuat curang untuk melindungi dia Gerld. Tadi saja kau lebih memilih untuk menyelamatkan Freya kan? Dan justru membiarkan aku terbawa gelembung sendirian? Itu yang kau bilang balas di pertandingan? Omong kosong Gerld. Kamu tidak akan pernah bisa untuk di percaya!"
Senyum meremehkan terbit di bibir Aldric. Dia tidak yakin kalau Nyonya Gerld akan bersikap adil dan membiarkan dirinya menang. Pasti orang tua yang selalu marah marah itu akan merencanakan kemenangan Freya.
Mana mungkin Gerld mau melihat murid kesayangan nya kalah. Meski Aldric tahu, jika kemampuan Freya bahkan tidak sebanding dengan kemampuan Arabella. Yang menurut Aldric sangatlah hebat.
"Tidak Pangeran, saya janji tidak akan melakukan hal tidak adil lagi. Dan saya sungguh minta maaf karena tadi sudah teledor dengan tidak menyelamatkan anda. Saya fikir murid yang lain datang untuk menyelamatkan anda. Ternyata mereka menyelamatkan teman mereka sendiri. Tapi Pangeran? Bagaimana caranya anda bisa selamat dari gelembung itu dan juga... berubah menjadi seperti semula? Siapa yang menolong anda?"
Gerld sungguh merasa menyesal, karena dirinya Aldric harus menanggung semua kesialan. Sungguh dia tidak pernah bermaksud untuk melindungi Freya dan mengabaikan Aldric. Hanya saja tadi saat Gerld sedang mencari keduanya, dia melihat gelembung yang membawa Freya melintas. Akhirnya tanpa fikir panjang. Gerld langsung saja menyelamatkan gadis itu.
Namun ada satu hal yang sangat membuat Gerld bingung. Kenapa Aldric bisa selamat bahkan kembali seperti semula. Bukan, bukan berarti Gerld tidak suka jika Aldric selamat. Hanya saja semua terlalu membingungkan. Tidak ada satu pun orang yang menyelamatkan Aldric dan dia bisa baik baik saja?
Atau diam diam. Ada orang lain yang menyelamatkan Aldric?
"Ck... kau pasti heran ya? Hahaha... sudah aku bilang jika aku punya kemampuan diatas rata rata. Aku sama sekali tidak akan hancur karena sihir rendahan yang Freya buat. Ya... bisa dibilang jika beberapa hari ini aku sedang main main. Ternyata sangat menyenangkan melihat kalian saling maki dan juga panik karena tidak bisa menetralkan sihir. Haha... kalian tahu tidak, jika ekpresi kalian sangat lucu?"
Aldric terpaksa berbohong. Ini semua dia lakukan demi melindungi Arabella dan semua kekuatannya. Pangeran Bath itu tahu. Jika Arabella menutupi kemampuan dirinya, pasti karena tidak ingin jadi bulan bulanan Freya dan Gerld. Yang pasti akan sangat iri dan berusaha menyingkirkan siapa saja yang dia anggap bisa menghambat siapa saja yang dia rasa akan menghalangi.
Apa yang kedua orang itu lakukan pada Aldric cukup sebagai gambaran kan? Bagaimana perlakuan dua orang itu kepada penyihir berimu tinggi? Sangat sangat tidak adil.
Aldric tidak akan membiarkan Arabella mengalami itu semua.
"Pangeran... anda mempermainkan kami?"
"Sikap mu sudah keterlaluan Aldric. Kamu bahkan nyaris membuat perang terjadi di Acavalati. Dimana letak otak mu?"
Nyonya Gerld geram, sedangkan Freya tampak kesal karena Aldric berbuat hal yang menurut nya sangat berbahaya.
Jika Aldric tidak segera mengakhiri drama bodohnya, mungkin pada saat ini, setiap sudut Acavalati akan penuh dengan darah.
"Sebelum bertanya dimana otak ku. Bagaimana kalau kamu menanyakan pada dirimu sendiri. Dimana otak mu? Kau tidak menguasai sihir perubahan wujud itu dan bisa bisanya menggunakannya? Apa itu bukan tidak punya otak namanya? Orang sebodoh dirimu, harusnya tidak masuk Acavalati! Memalukan!" sindir Aldric dengan menohok. Kemudian dia berjalan meninggalkan Gerld dan Freya yang masih diam di tempat.
Semua penghinaan yang Aldric sampaikan sangat menyayat hati Freya. Dia seperti tidak punya kemampuan apapun di mata Aldric.
Selalu saja begitu. Sedari dulu, Aldric tidak pernah mau menganggap Freya ada. Jangankan untuk berteman, bahkan Aldric tetap menganggap Freya musuh.
***
Arabella tersentak saat tiba-tiba ada yang menarik kemudian menggenggam tangannya. Dan setelah dia menolehkan kepala, dapat dia lihat jika pada saat ini, Aldric tengah berjalan disisinya. Pemuda itu tampak tersenyum seperti tidak ada dosa.
"Hai calon istriku?" sapanya dengan senyum yang begitu lebar. Sedang Arabella berusaha keras untuk melepaskan genggaman itu.
"Pangeran Aldric. Apa yang kau lakukan. Semua orang bisa salah faham dengan apa yang kau lakukan. Tolong lepaskan aku!" pinta Arabella dengan berusaha melepaskan diri dari Aldric. Ini semua tidak bisa terus dibiarkan seperti ini.
Terlebih, Arabella bergidik ngeri setiap kali Pangeran Aldric menyebut dirinya sebagai calon istri.
"Memang apa yang akan orang orang fikirkan tentang kita? Apa mereka bilang kita akan serasi jika menjadi pasangan?" tanya Aldric makin menjadi.
Dia tidak peduli meski saat ini Arabella terus meronta ingin melepaskan diri dan merasa tidak nyaman saat berhadapan dengan dirinya.
"Pangeran Aldric-"
"Aku sudah mengirim orang orang ku untuk mengirim hadiah pada Klan mu. Hadiah upeti pernikahan kita!"
"Apa?"