Freya tersenyum penuh dengan kesombongan. Dia merasa senang karena pada akhirnya bisa melihat wajah ketidak percayaan yang di tampilkan oleh Aldric.
Mungkin saja Pangeran dari Bath itu mengira jika Freya telah mati terkoyak oleh monster laut. Tapi kenyataannya, gadis itu justru datang dengan keadaan baik baik saja, tanpa luka apapun. Bahkan seluruh bagian tubuh tidak ada yang basah sama sekali. Padahal Aldric sangat yakin jika monster laut telah menelan gadis sombong tersebut.
Ini pasti ada yang salah. Aldric yakin, Freya telah melakukan kecurangan.
"Kenapa Aldric? Kau kaget karena aku selamat? Sudah aku bilang. Kamu... tidak sebanding dengan ku!" ungkap Freya sembari turun dari tubuk semut raksasa.
Perlahan, semua semut yang tadinya membentuk koloni langsung saja buyar, sesaat setelah Freya sudah menyentuh tanah.
Mata Aldric memicing. Dia yakin Freya selamat bukan karena kemampuan diri sendiri. Ada yang membantu gadis itu. Karena tidak mungkin klan Signur mampu untuk mengendalikan para binatang.
Semua orang juga tahu, kalau Signur sangat bermusuhan dengan bangsa binatang karena kemampuan mereka dalam mengendalikan iklim.
Hujan panas dan salju. Itu adalah sumber kekuatan Freya, lalu bagaimana ceritanya Freya justru dapat menguasi binatang?
"Jangan senang dulu. Keajaiban hanya terjadi sekali. Kamu... tidak akan selamat untuk selanjutnya!" balas Aldric dengan seringai.
Ini masih terlalu awal. Masih banyak kesempatan untuk menyingkirkan Freya. Cepat atau lambat. Gadis itu pasti akan di jungkalkan.
"Berusahalah lebih keras lagi, Aldric. Berfikirlah cara menyingkirkan aku. Karena jika tidak... aku yang akan menyingkirkan kamu dengan sekali tiup. Huffss...," ucap Freya manja kemudian meniup rambut Aldric dengan begitu pelan.
"Kita buktikan saja. Besok... siapa yang akan lebih hebat!" tantang Aldric lagi. Dia tidak akan membiarkan seorang gadis kecil mengacaukan dirinya.
"Dengan senang hati Aldric. Aku akan menunggu mu melakukannya. Kita lihat. Kamu akan memang, atau... justru akan jadi musang seperti kakak mu? Upsss... aku pasti menyakiti hatimu ya?"
Perang terbuka antara kedua orang itu benar benar tidak bisa di hindari. Kedua belah pihak saling serang satu sama lain.
***
Seleksi terbuka.
Awan yang diselimuti dengan sinar matahari nampaknya cukup membuat Nyonya Gerld agak sedikit tertolong setelah kemarin ia hampir mati karena serangan jantung, setelah tahu Freya mati. Untung saja putri dari Retori itu kembali dengan selamat, jika tidak... Gerld akan lebih memilih pergi dari Acavalati dan menghilang dari peradaban.
"Selamat pagi semuanya. Apakah kalian tidur dengan nyenyak semalam? Aku berharap kalian bisa menikmati semua fasilitas asrama. Karena itu adalah hasil kalian bisa masuk ke tempat tertinggi ini," ucap Nyonya Gerld memulai pidato pada pagi hari ini. Perempuan paruh baya yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi beruang saat mengamuk itu tampil cantik dalam balutan jubah panjang nya. Tidak ketinggalan. Nott selalu saja ada disamping sang kepala sekolah dengan setia.
"Bukan hanya itu. Aku sudah menyuruh orang orang untuk mengirim hadiah kepada Klan kalian. Mulai sekarang... Klan kalian akan hidup sejahtera!" imbuh Nyonya Gerld dengan tepuk tangan histeris yang langsung saja di ikuti oleh semua orang.
Para peserta ikut senang dengan kalimat yang di sampaikan oleh Nyonya Gerld.
"Aku harap Baladia tidak akan kelaparan setiap malam. Haha, ibu juga pasti akan sangat senang," ucap Arabella dengan terus bertepuk tangan heboh.
Arabella membayangkan kalau para penduduk Sigyn akan hidup bahagia setelah ini. Tidak ada lagi kekurangan makanan dan juga air.
"Ck... mereka hanya mengirim makanan dan baju Arabella. Apanya yang bagus. Padahal kepada para penghuni Hugvindor, mereka mengirim emas dan juga permata. Itu sangat tidak adil!" ungkap Victori dengan kesal.
Ayah Victori marah bukan main karena anaknya hanya mampu masuk ke asrama Ilvemory. Kalau hanya sekedar makanan dan air di Hagvendel juga banyak. Untung saja Victori berhasil menang saat taruhan dengan Gotta kemarin. Jika tidak, habislah dia.
"Ck... dengan semua makanan itu. Aku sudah menyelamatkan semua klan ku!"
"Kalian berdua sibuk sekali. Dari pada memperdebatkan hadiah apa yang kalian peroleh kenapa kalian tidak memikirkan cara agar bisa tetap bertahan saja? Seleksi tahap kedua akan di mulai. Kalian tidak ingin pulang lebih awal, kan?" sahur Gotta dengan acuh.
Bagi Gotta, apa hadiah yang dia dapatkan tidak lah penting. Karena para tetua Irni hanya memberi dia tugas untuk sampai pada babak dua puluh lima besar. Karena dengan cara itu, Klan mereka akan naik ke kasta atas.
Kalau soal harta dan makanan, semua melimpah ruah di Irni. Yang mereka butuhkan adalah kekuasaan.
"Untuk apa berfikir. Orang rendahan semacam kita pasti akan kalah!" jawab Victori.
"Kamu belum bertanding tapi sudah memutuskan. Kalau kau ingin kalah, silahkan pulang sendiri!" balas Gotta dengan berjalan ke arah depan. Arabella dan Victori yang sejak tadi sibuk ribut sendiri tidak pernah tahu apa yang hendak di lakukan oleh teman sekamarnya itu.
Yang pasti, Gotta berjalan dengan penuh percaya diri. Kemudian berhenti di depan toples kaca Nyonya Gerld. Tangan Gotta menjulur ke dalam. Mengambil sebuah gulungan kertas kemudian menyerahkan pada Nyonya Gerld.
"Princes Freya...!" ucap Nyonya Gerld penuh dengan senyum kebanggaan. Sontak hal itu langsung saja membuat Gotta histeris.
"Sungguh? Aku akan berpatner dengan Princes Freya? Astaga... Tuhan pasti sedang datang memberkati aku!" teriak Gotta kesenangan. Ia lekas mengenggam tangan Freya. "Tuan Putri saya tidak akan membuat Anda kecewa. Saya bisa di andalkan!" ungkapnya lagi.
Sedang Freya justru menampilkan reaksi yang sebaliknya. Gadis itu tampak tidak suka dengan partner yang dia dapat.
"Gerld... bisakah aku bekerja sendiri? Aku tidak ingin berkelompok dengan siapa pun. Itu membuat ku tidak nyaman!" ungkap Freya dengan ketus.
Matanya terus saja memperhatikan Gotta dari atas sampai bawah, seakan meremehkan.
"Maaf Tuan Putri. Ini sudah aturan. Suka atau tidak suka. Anda harus melakukan tantangan ini berpasangan. Dan pasangan anda adalah gadis dari Irni!"
"Ck... merepotkan saja!" rutuk Freya dengan mata mendelik.
"Victori... apa kita baru saja melewatkan sesuatu? Kenapa aku tidak tahu apa apa ya?" tanya Arabella dengan bingung.
"Kalian terlalu asyik bertengkar sampai tidak mendengarkan kalau Nyonya Gerld telah membuka seleksi tahap dua. Dua peserta terbawah akan langsung di eliminasi. Dan tantangan kali ini adalah berburu dengan pasangan!" jelas Becca dari arah belakang.
Kedua teman kamarnya itu terlalu sibuk sendiri hingga melupakan hal penting yang sedang di sampaikan oleh Nyonya Gerld. Bahkan saling asyik ribut, pada saat ini pasangan yang terbentuk sudah hampir separuh.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita berdua berpasangan saja Victori?" tawar Arabella dengan penuh keyakinan.
Mereka berdua sudah saling kenal. Tidak akan sulit untuk mereka menyesuaikan diri.
"Dan kamu mau kita langsung di eliminasi?" jawab Victori begidik ngeri. "Lemah dan lemah jika di gabungkan akan menjadi bulan bulanan mereka yang kuat! Jadi lupakan saja tentang kita berpasangan!" tolak Victori secara terang terangan.
Dia tidak pernah setuju dengan gagasan yang sedang coba di bangun oleh Arabella kalau mereka berdua harus berpasangan. Itu ide terburuk yang pernah di dengar oleh Victori.
"Stop... pasangan di undi melalui kertas yang diambil dari toples kaca Nyonya Gerld. Di dalam sana ada nama para penghuni Hugvindor dan Verewild. Kita yang dari kelas bawah, akan berpasangan dengan mereka yang dari kelas atas. Cukup adil kan? Karena itu artinya, akan ada satu orang dari kasta tinggi dan satu orang dari kasta rendah yang akan di eliminasi!"
Ini akan sangat menarik. Karena pertandingan dibuat sangat adil dengan memasangkan penyihir dari kelas atas dengan kelas rendah. Mereka yang stratanya terpaut jauh itu dipaksa untuk kerjasama. Baru setelahnya di paksa untuk saling bunuh jika masuk titik tidak aman.
Pertandingan pasti akan berjalan sangat seru.
"Wah... dan Gotta berhasil berpasangan dengan Princes Freya? Itu sangat luar biasa sekali-"
"Sigyn! Ini adalah giliran mu!"
Belum sempat Arabella menyelesaikan perkataannya. Nyonya Gerld sudah lebih dulu memanggil hingga membuat Arabella mau tidak mau bergerak mendekat untuk mengambil undian pasangan.
Dengan ketakutan yang luar biasa. Arabella mencoba menguatkan hati. Dia mengambil satu gulungan kertas. Dan sama seperti yang di lakukan oleh Gotta tadi, di serahkan pada Nyonya Gerld. Arabella hanya berharap saja. Jika pasangan yang nanti dia dapat adalah orang yang mau untuk menerimanya.
Nyonya Gerld melirik sekilas pada gulungan kertas yang ada di tangannya. Kemudian tersenyum lebar penuh arti.
"Pangeran Aldric dari Bath!" ucap Nyonya Gerld dengan begitu lantang.
Arabella membulatkan mata tidak percaya. Dia senang bisa perpasangan dengan orang sehebat Pangeran Aldric. Tapi sekaligus dia juga takut, karena pria muda itu tampak melihatnya dengan begitu tajam.
"Bagus. Sekali tepuk. Dua nyamuk langsung akan mati!" ujar Nyonya Gerld di dalam hati.
Arabella dan Pangeran Aldric. Bukanya iri adalah sebuah perpaduan yang sangat menarik untuk dinantikan?
***
Fredict si Raja Bath mulai gusar di tempatnya. Dia terus memikirkan perkataan dari utusan Raja Retori yang dia nilai sedikit membuat dia merasa kesal dan juga tersanjung secara bersamaan.
Entah harus dengan apa dia menanggapi Retori.
"Ayah akan menerima tawaran dari Retori? Aku harap tidak Ayah! Untuk apa? Kita bisa meraih tahta itu tanpa harus melibatkan Raja serakah itu!"
Eric sedari tadi tidak pernah berhenti untuk mengikuti kemana saja sang ayah pergi. Dia tidak ingin jika sampai Fredict ragu dan pada akhirnya terbuai dalam tipu muslihat yang sedang coba di lakukan oleh Retori.
"Menurutmu apa Ayah harus menolak tawaran Retori? Padahal ini adalah kesempatan kita untuk naik tahta! Setelah sekian lama kita mencobanya tapi tidak pernah berhasil."
Apa yang di takutkan oleh Eric nyatanya telah terjadi. Fredict terpengaruh dan ingin menerima tawaran Retori. Padahal tawaran itu sama sekali tidak berguna untuk keluarga Bath. Semua itu hanya akal akalan dari Retori saja.
***
"Tidak Ayah. Kita bisa menduduki posisi Raja dengan usaha kita sendiri. Tidak perlu dengan menikahkan Aldric dengan Freya! Ayah tahu sendiri, saat ini kita sedang di unggulkan!"
Eric bersikeras kalau mereka harus menolak tawaran dari Retori. Apa gunanya menjodohkan Aldric dan Freya dengan iming iming Aldric akan di jadikan Raja pengganti saat Retori tidak ada. Dengan syarat, Aldric mau mengalah dan memberi jalan untuk Freya menang di Acavalati.
Retori beralasan karena Freya adalah seorang putri Mahkota dan tidak seharus nya kalah dengan begitu saja dan cenderung harus jadi pemenang di Acavalati seperti para pendahulu nya dulu. Tapi Retori tahu jika putri nya tidak sekuat itu dan kemampuan tidak mumpuni. Oleh karena itu, Retori yang melihat Aldric sangat kuat dan bisa saja jadi pemenang. Mengajak keluarga Bath untuk kerja sama. Yaitu berencana untuk menikahkan kedua anak mereka.
Toh, dengan cara begitu. Mau menang atau pun juga kalah. Yang akan jadi Raja adalah Aldric.
Tapi Eric tidak setuju dengan itu semua. Ini lebih kepada harga diri. Jika sampai mereka menuruti perintah Retori. Maka semua orang akan menganggap keluarga Bath mendapatkan kekuasaan secara cuma cuma.
Eric tahu jika Retori ingin menjatuhkan harga diri keluarga nya.
Dia yakin Aldric bisa menang di Acavalati dan akan berhasil mengangkat keluarga Bath ke kasta tertinggi tampa perlu memikahi Freya.
"Ayah yakin lah Aldric mampu. Untuk apa menunggu Retori mati baru kemudian Aldric jadi Raja? Kalau Aldric bahkan bisa jadi Raja jika menenangkan Acavalati!"
Eric ingin ayahnya membuka mata lebar lebar serta berfikir secara rasional. Tidak perlu untuk dia tertipu oleh bujuk rayu dari Retori yang sama sekali tidak ada gunanya!
"Iya kau benar Eric. Akan jauh lebih terhormat jika Aldric menjadi Raja karena usaha sendiri. Kita adalah keluarga Ksatria. Pantang untuk mengemis pada Retori!" putus Fredict pada akhirnya yang menjadi sangat semangat dan setuju dengan apa yang di katalan oleh putra sulung nya itu.
***
Aldric melihat dari atas hingga bawah pada gadis yang pada saat ini ada di hadapannya.
Entah penampilan macam apa yang sedang gadis itu usung. Yang jelas pada saat ini penampilan dari gadis itu sangat lusuh. Setidaknya itu yang ada difikiran Aldric. Tapi dia tidak akan mengambil pusing. Toh tujuan nya pada saat ini adalah memenangkan pertandingan berburu.
Kalau di lihat dari penampilannya, gadis itu tidak akan menolak untuk disuruh melakukan apa saja. Ya, setidaknya gadis yang ada di hadapannya tidak akan manja seperti Freya.
"Apa kekuatan mu yang bisa menguntungkan aku?" tanya Aldric tanpa ada basa basi sedikit pun. Dia tidak ingin bertanya siapa nama gadis itu atau pun dari mana asal nya.
Yang paling penting adalah kontribusi nya dalam team.
Aldric tidak ingin jika gadis itu hanya akan jadi beban untuk nya saja.
"Aku? Keahlian ku? Aku pandai mengobati orang. Semua tanaman yang ada di hutan ini aku hafal fungsinya!" tutur Arabella dengan begitu antusias. Dia tidak akan ragu untuk menceritakan keahlian dari para leluhur yang di wariskan kepada nya.
"Apa kau sedang bercanda dengan ku? Ahli pengobatan? Kau fikir kita akan berperang. Kita akan berburu. Jadi akan lebih baik jika kamu pandai membuat perangkap."
"Aku-"
"Kau bisa terbang, kan?"