".....aku lelah pura-pura nggak mengetahui semuanya, aku tahu kamu memiliki wanita lain dan memiliki anak selain Sere."
Gama merasa jantungnya terlepas, perkataan Asha membuat tubuhnya seakan melayang meninggalkan bumi, Gama kesulitan nafas saat melihat tatapan kosong Asha, kenapa? kenapa harus Asha mengetahui semuanya? setelah beberapa menit mereka hanya terdiam dan memandang dengan perasaan tak menentu pada akhirnya Gama mengikis jarak diantara keduanya, ia menyunggingkan senyum kecil yang membuat Asha tersentak.
"Jadi Asha udah tahu kalau aku punya keluarga lain?"
Asha tidak menjawab namun kepalanya mengangguk pelan. Berada sedekat ini dengan Gama memang bukan yang pertama kali, namun merasakan aura menyeramkan Gama adalah hal yang pertama kali Asha rasakan, Gama adalah pria hangat yang paling Asha sayangi. Namun, detik ini Asha merasakan perasaan asing pada Gama.
"Jadi aku udah nggak harus sembunyi-sembunyi ya? Bagus kalau kamu tahu semuanya tanpa aku perlu repot menjelaskan."
Asha memandang Gama datar, "Ya, sekarang kamu bebas bersamanya namun kamu harus tahu Gama, aku dan Sere yang selama ini berada disisi kamu."
Gama berdecih pelan, "Aku tahu, tapi Shasa juga menempati hati aku saat ini."
"Jadi kamu ajak aku jalan untuk menanyakan hal ini? Buang-buang waktu kamu sayang, sekali lagi aku ingatkan walaupun aku memiliki banyak wanita lain namun kamu tetap memenuhi hati aku. Kamu 70% tinggal di hati aku dan sisanya berbagi dengan wanita lain."
Asha menahan nafasnya mendengar perkataan Gama, mengapa Gama bukan lagi Gama-nya?
"Wanita lain? Jadi bukan hanya aku dan istrimu di Surabaya yang menjadi wanita 'mu?"
Gama mengangguk, "Hm, namun untuk saat ini hanya ada kalian berdua disini." Tunjuknya pada dadanya.
Gama mengecup bibir Asha singkat, "Aku juga berencana membuat kalian berdua hamil bersamaan, dan aku berencana melakukannya disatu waktu yang sama."
"b******k!"
---
Next