Satu Minggu berlalu...
Alana menjalani hidup nya seperti biasa nya.
ia semakin hari semakin cuek pada Bryan, berangkat ke RS pukul 07:00 pagi dan akan pulang pada pukul 22:30 malam, terkadang pun dia bahkan tidak pulang sama sekali dalam satu hari dan akan kembali pada esok harinya.
Bahkan tak seperti biasanya, jadwal nya sekarang full, ia sengaja meminta hal itu kepada pihak kepala rumah sakit.
Ia sudah tak ingin melihat tampang Bryan yang masih berkeliaran di sekitar nya.
maka ia mulai menyibukkan diri dengan kegiatan nya di rumah sakit.
"Permisi dok! apakah saya boleh masuk" ucap seseorang dari luar ruangan Alana.
"silahkan" ucap Alana dari dalam.
Ia pun masuk,ternyata itu adalah salah satu suster di rumah sakit ini.
"ada apa Willy?" ucap Alana pada suster itu.
"saat ini ada pasien yang sedang kambuh di salah satu RSJ yang biasa kita kunjungi dok, kalau tidak salah RSJ cahaya kasih yang berada di Yogyakarta dok!" ucap Willy.
"lalu bukan nya ada dokter yang jauh lebih profesional dari saya yang bisa menangani pasien di sana dok?" tanya Alana pada Willy.
"pihak rumah sakit itu sudah mempercayai dokter Lana" ucap Willy serius.
"baiklah, kira kira berapa hari saya di sana?" tanya lana.
"mungkin sekitaran 3-4 hari an dok , karena mereka hanya memintamu datang hanya sekitaran beberapa hari tersebut" ucap Willy pada Alana.
"ok, insyaallah kalo gaada halangan bakal saya terima" ucap Alana pada Willy.
"Ok sok,kalau dokter menerimanya bilang pada saya ya, kalo di terima, sekarang jam 13:24 , jadwal penerbangan ke Yogyakarta nya pukul 18:00 wib ya dok" ucap Willy.
Dan ia pun keluar dari ruangan Alana.
"aku harus kabarin ini ke Bryan, walau dia ga peduli sekalipun aku bakal kabarin, ntar aku juga yg di salahkan nya" ucap Alana.
tuut....
tuut...
tuut...
tuut...
Dan well, di angkat.
"ada apa?" ucap nya di seberang sana.
"aku mau bilang kalo aku bakal ke Yogya selama seminggu, aku ada tugas sementara di sana" hahaha kau pandai berbohong Alana.
"so? trus?" tanya Bryan.
"aku ijin ke sana,untuk seminggu ke depan" ucap Alana.
"tapi kau akan pulang ke rumah dulu kan?" tanya Bryan.
"ga keknya, sudah ada Lisa ke sana, kebetulan juga ia lagi di Padang juga,niatnya bakal ke Yogya bersamaku, katanya dia rindu Alexa anak bang Devan" ucap Alana.
"oh Oky moga selamat sampai tujuan" ucap Bryan sambil mengakhiri sambungan telefon nya itu.
Ah yaa Alana sengaja mengatakan kalau ia ke sana seminggu pada Bryan,lihat saja akan ada kejutan besar setelah ini.
Skip bandara...
"udah semua kan dek?, si diva ga jadi ikut?" tanya Lana pada Lisa.
"katanya ka diva gabisa ikut kak,suami nya ga izinin,lagian putri nya masih kecil juga" ucap Lisa.
"btw kakak kapan?" tanya Lisa malu- malu.
"apanya?" tanya Alana yang bingung atas pertanyaan sang adik.
"punya momongan " ucap Lisa senyum- senyum menggelikan menurut Lana.
"yaudah ayo, check out nanti ketinggalan pesawat" ucap Lana meng alihkan kan pertanyaan
"yaaa" ucap Lisa malas.
" btw Ale udah setinggi apa ya kak? mungkin dia lebih tinggi dari aku, dia kan anak bule" ucap Lisa.
"sudah lah Lis, cuma ibu nya yang bule bapak nya kan masih saudara kita dek, ya pasti gabakal tinggi- tinggi amat deh sepertinya" ucap Alana.
karena seingat nya waktu Alexa pulang kampung saat Alana masih kelas 3 SMP kalau tidak salah Ale masih setinggi lutut Lana, Alexa hanya lebih kecil 1 tahun dari Lisa.
beberapa jam kemudian mereka pun sampai di Yogyakarta.
"kamu udah bilang sama Uda Devan dan uni Clara kan kalo kita ada di Yogyakarta" tanya Lana pada Lisa.
"udah uni, katanya mereka bakal tungguin di resto dekat sini, Lisa tau kok lokasi resto nya tadi uni Clara udah share lok" ucap Lisa.
Skip malam...
Alana sedang beristirahat di villa milik Devan , ia berbeda kamar dengan Lisa, Lisa di suruh Alexa untuk tidur di kamar nya.
Alana hanya sendiri di kamar ini.
ini masih pukul 19:42 wib, sepertinya ia mulai bosan Alana iseng buka- buka medsos nya yang sudah lama tak ia buka.
tadi ia sempat berfoto tadi di taman depan villa bang Devan
ia meng- upload foto itu ke insta nya.
Ia kembali merebahkan tubuh nya ke kasur itu.
Drttt...
Drttt...
Drttt...
Alana mengembik hp nya dan melihat nomor si penelepon.
"ah, ternyata nomor tak di kenal tapi siapa ya?" tanya Alana.
Ia pun menjawab nya.
"halo" ucap orang di seberang sana ,terdengar suara wanita dari seberang sana, Alana kenal betul dengan suara ini.
"ia ada apa Kelly...?, kok nomor mu beda...?,ganti nomor ya?" tanya Alana.
" ah,aku kira kamu bakal bingung tadi na, ia aku emang baru ganti nomor, hp ku yang kemaren di rusak Kenzo, ia melempar nya ke dinding karena ia kalah bertanding main game dengan papa nya" ucap Kelly terkekeh di seberang sana.
"wahh anak mu sungguh menuruni bakat Abi yaa, sama- sama tempramen padahal usia nya masih 5 tahun" ucap Lana terkekeh.
"hihihi nanti pas aunty pulang ajarin Ken main game yaa, Ken kalah terus kalo main sama papa" ucap Kenzo.
" jangan mau na, nanti dia jadi kecanduan main game seperti Abi waktu SMP dulu" ucap Kelly.
"ih mom ! kan Ken cuma mau belajar sama aunty" ucap Kenzo yang terdengar kesal.
"Ken, kamu main tembak- tembakan bukan...?,tapi aunty ga bisa main tembak tembakan, tapi cuma bisa main mobil balap-balapan" bohong Alana.
padahal masa smp- SMA adalah masa- masa hobi nya dia main game, apalagi itu game online.
"huhh yaudah deh mommy ga mau, papah ga mau, om Bryan GAMAU, trus aunty juga ga mau trus ken mau nanya siapa" ucap Kenzo di seberang sana sedang merengek.
"yaudah aku matiin dulu ya lana , mau bobo in Kenzo dulu, papah nya lagi sibuk sama proyek nya dan Bryan yang ada di kampung" ucap Kelly.
" emang proyek apa Kell?" tanya Alana.
"sepertinya rumah , rumah nya tak jauh dari rumah kamu Lana, di bukit gitu kayaknya" ucap Kelly.
"dekat rumah ku yang mana Kell?" tanya Alana.
"huhh kamu ga di beri tahu Bryan...?, ya di dekat rumah mu yang lama,yang khusus di peruntukan pada mu yang kamu sebut pas SMP itu lhoo" ucap Kelly.
"ahh itu, kamu tau kan kalo di Deket rumah ku itu banyak bukit, bukit yang aman emang" tanya Alana mulai kepo.
"kalau tidak salah sesuai kata Abi kemaren di dekat kebun karet Apak kamu Lana" ucap Kelly.
"ladang karet bapak aku yang mana key cantik" tanya Alana.
"huhh aku sampai lupa maksud ku yang di awal masuk desa pemukiman warga" ucap Kelly.
"o...oh, oke" ucap Lana.
"good night ya na, aku tiduri Kenzo dulu" ucap Kelly.
"iya Kell" ucap Lana.
Alana menelfon ayah Bryan menanyakan tentang hal ini.
tuut...
tuut...
tuut...
"assalamualaikum ayah, apa kabar yah?" ucap Alana.
"oh, waalaikumsalam Alana, baik na, kamu apa kabar,Bryan mana?" tanya ayah Bryan.
"baik yah, aku lagi di Yogyakarta yah, lagi bertugas udah ijin ke Bryan kemaren" ucap Alana.
"ooh, ada apa tumben telfon ayah na" ucap ayah Bryan.
" maaf sebum nya yah, Lana mau tanya" ucap Lana.
" tanya apa Lana?" ucap ayah Bryan.
" oh, ga jadi yah lain waktu aja sepertinya" ucap Lana.
" oo oke" ucap ayah Bryan.
"kalau begitu Lana tutup telfon dulu ya ayah, Lana di panggil keponakan Lana" ucap Alana.
"assalamualaikum yah" ucap Lana.
"waalaikumsalam nak" ucap ayah Bryan.
sambungan terputus...
Ia tak berani menanyakan nya, nanti bermasalah juga jadinya,atau Bryan nanti marah pada nya kali tau- tau nya Bryan membuat rumah untuk Mira kan ah itu hanya fikiran bodoh mu naa.
itu adalah urusan nya bukan urusan ku, itulah yang di pikirkan Alana.
"bi Lana, ini Ale" ucap Alexa sambil mengetuk pintu kamar Lana.
Alana pun sejalan menuju pintu.
"ada apa Ale?" tanya Alana sesudah membuka pintu.
"ada yang mencari bibi" ucap nya.
"siapa?" tanya Alana.
tentu saja Alana bertanya apalagi mencari nya semalam ini...