Lantai dua di atas toko fotokopi itu digeledah resmi dua hari setelah Sutedja dibawa dengan tangan terikat dari gudang bawah tanahnya, dan penggeledahannya adalah penggeledahan yang sudah dibaca dari semua yang sudah berdiri dengan kaki yang benar sejak malam dua titik itu: dengan surat yang tidak bisa dibantah, dengan dakwaan yang sudah berdiri dengan dua pintu dan tiga tangannya, dengan tim Baringin yang berdiri di tangga yang sudah dibaca Mursid dari bawah selama dua bulan sebagai kuli serabutan dengan jaket lama dan telinga yang bekerja lebih keras dari tangannya.
Dan lantai dua itu membuka dirinya dengan sopan yang sama dengan yang dibacanya dari bawah — dan dengan isinya yang dibaca tim Baringin dengan mata penyidik yang sudah empat tahun mencium mesin itu: mesin fotokopi kedua yang berbunyi lebih keras dari mesin di bawah, meja-meja ketik dengan kertas-kertas yang berhenti di tengah pekerjaan sejak insinyurnya dibawa dengan tangan terikat, dan satu ruang belakang dengan kunci gudang bawah tanah yang tergantung di paku yang sudah dibaca Yopi selama dua tahun mengetik di sisinya sebelum menyalinnya dengan tangan yang gemetar dua minggu sebelumnya.
Dan Yopi berdiri di luar toko fotokopi itu sebagai saksi, bukan tersangka — dengan tangan yang tidak gemetar lagi dari tangan yang sudah berdiri lagi sejak malam ia menyerahkan kunci salinan itu, dengan baju yang bukan kemeja yang dicuci terlalu sering, dengan bahu yang tidak turun seperti bahu-bahu di makan siang-makan siang pertama mereka. Dan lantai dua yang dibacanya dari dalam selama dua tahun mengetik di sisinya itu berdiri di depannya sebagai tempat kerja yang sudah berhenti bekerja, dengan tangan-tangan yang dibawa dari dalamnya dengan tangan terikat dan wajah-wajah yang membaca akhirnya dari bisikan-bisikan yang berjalan lebih cepat dari bisikan resmi.
Dan satu petugas Baringin membaca ruang belakang itu dengan kunci gudang bawah tanah yang tergantung di pakunya dengan surat yang berdiri di tangannya — dan menemukan satu halaman dari buku besar induknya yang terselip di belakang rak di ruang belakang itu, satu halaman yang tidak sempat dibawa atau dibersihkan, dengan nama-nama dan tanggal-tanggal yang berdiri dengan hormat yang salah yang sama dengan buku-buku besar di gudang bawah tanahnya.
Dan Yopi membacanya dari luar toko itu dengan mata yang membaca dari dalamnya dengan cara yang sudah lama dibacanya dari tangan-tangan yang mengetik di sisinya, dan berkata kepada petugas Baringin yang membawanya dengan dua tangan seperti membawa satu halaman dari pembukuan yang sudah lama dibacanya dari tangan-tangan yang mengetiknya:
"Itu halaman dari buku besar tahun-tahun pertama, Pak. Dari sebelum aku mengetik di sana, dari tangan-tangan sebelum tanganku yang mengetik kematian orang-orang yang tidak dicari dengan hormat yang salah yang sama. Dan itu berdiri di belakang rak di ruang belakang itu karena tidak ada satu pun dari mereka yang membaca apa yang dibacakannya dari bawah — mereka membaca lantai duanya sebagai tempat kerja, dan mereka tidak pernah membaca bahwa lantai duanya juga adalah tempat kerja yang menyimpan pembukuannya sendiri di belakang rak-nya, dengan halaman-halaman yang terselip dari buku-buku besar yang ditulis dengan hormat yang salah yang sama."
Dan Mursid menyeberang jalan itu sekali, sebelum penggeledahan selesai, dan berdiri di samping Yopi di luar toko fotokopi itu dengan jaket kulinya yang sama — dan Yopi memandanginya dengan mata yang sudah lama membaca jaket itu dari balik etalase toko, di makan siang-makan siang pertama mereka yang penuh tangan yang gemetar.
"Mejaku yang ketiga dari jendela, Bang," kata Yopi, pelan, menunjuk lantai dua dengan dagunya dengan cara yang tidak pernah menunjuk dengan jari. "Dua tahun aku ngetik di sana. Setiap nama yang kuketik penghapusannya, kuketik di meja itu, dengan mesin ketik yang tutsnya sudah aus di huruf-huruf yang paling sering kupakai — dan enggak ada satu pun dari mereka yang pernah bertanya kenapa tuts hurufnya aus lebih cepat dari mesin ketik mana pun di kantor yang benar."
Mursid mengangguk tanpa menjawab, dan membiarkan Yopi memandang lantai duanya untuk waktu yang dibutuhkannya.
"Aku enggak akan masuk ke sana lagi, Bang. Saksi enggak perlu masuk lagi." Yopi menarik napas yang dalam, dan mengeluarkannya dengan cara orang yang meletakkan sesuatu yang sudah lama dibawanya. "Tapi aku mau berdiri di sini sampai selesai. Sampai yang terakhir dibawa turun. Dua tahun aku ngetik di sana dengan tangan gemetar — aku mau melihatnya berhenti dengan mataku sendiri, supaya kalau nanti aku ngetik lagi di tempat yang benar, aku ingat hari ini tiap kali tanganku mulai bekerja."
Dan mereka berdiri di sana berdua sampai penggeledahan itu selesai — kuli serabutan yang bukan kuli dan juru ketik yang bukan juru ketik, di luar toko fotokopi yang berdiri dengan sopan seperti selalu, dengan debu proyek tol yang turun di atas mereka berdua dengan cara yang sama, tanpa membaca siapa yang berdiri di bawahnya.
Dan lantai dua itu runtuh dengan surat yang tidak bisa dibantah dan dengan Yopi yang berdiri di luarnya sebagai saksi dengan tangan yang tidak gemetar lagi, dan dengan Mursid yang berdiri di seberang jalan dengan jaket kuli yang sama yang dipakainya bekerja di bawahnya selama dua bulan — dan membacanya dari kejauhan dengan sesuatu yang berdiri di dadanya yang bukan kemenangan, bukan duka, melainkan satu halaman yang tertutup dari buku tulis anak sekolahnya yang sudah lama ditulisnya dari bawah toko fotokopi yang sama.
Dan ia menuliskannya di buku tulisnya malam itu dengan tangan yang mantap: lantai dua runtuh dengan surat yang tidak bisa dibantah, dan Yopi berdiri di luarnya sebagai saksi dengan tangan yang tidak gemetar lagi, dan satu halaman dari buku besar induknya terselip di belakang rak ruang belakangnya dengan hormat yang salah yang sama. Dua bulan aku bekerja di bawahnya dengan jaket kuli dan telinga yang bekerja lebih keras dari tanganku, dan dua bulan itu tertutup hari ini dengan lantai dua yang runtuh dengan surat yang berdiri di atas kaki yang benar — dan satu halaman dari pembukuannya yang terselip di belakang rak-nya berdiri dengan cara yang sama dengan yang dibacakannya dari bawah: mesin itu tidak pernah membaca dari bawah, dan dari bawah itulah mesin itu dibaca dengan mata yang tidak pernah dibaca mesin.