Tigor dan Surti pindah ke rumah kecil dengan alamat yang benar dalam minggu-minggu berikutnya, dan pindahnya adalah pindah yang berdiri dengan cara yang tidak pernah bisa dibaca dari kertas-kertas resmi mana pun: dengan dua orang yang berdiri dengan kertas yang benar dengan tangan-tangan yang memindahkan barang-barang mereka dengan tangan-tangan mereka sendiri, dengan satu anak yang didaftarkan dengan nama pilihannya sendiri kelak dengan dua orang tua yang mendaftarkannya dengan tangan-tangan yang tidak berhenti menyentuh akta kelahirannya dengan jempolnya, dan dengan satu ibu yang berkebun di belakang rumah kecil itu dengan gelangnya yang sudah kembali di pergelangan kirinya dan dengan bekas pucatnya yang hilang oleh waktu dan kerja.
Pindahnya dikerjakan dengan tangan-tangan mereka sendiri dan dengan motor-motor pangkalan yang berdiri untuknya dengan cara yang tidak pernah bisa dibaca mesin dari kertas-kertas resmi mana pun — Bang Jul datang dengan dua orang ojek dan satu gerobak motor yang dipinjamnya dari pasar dengan cara Bang Jul meminjam apa pun untuk orang-orangnya: tanpa surat, tanpa kertas, dengan satu janji yang berdiri dengan kaki yang benar di atas dua puluh tahun narik di pangkalan yang sama. Dan barang-barang itu tidak banyak — dua kardus pakaian, satu kuali, satu ranjang bayi yang dibongkar Tigor dengan tangan yang luka yang sudah dirawat dengan benar, dan satu kantong bibit sayur yang dibawa Bu Karsih dengan dua tangan seperti orang membawa pembukuan yang paling berharga dari semua pembukuan yang pernah ditulis — karena kebun kecil di belakang rumah baru itu sudah dibacanya dari jauh-jauh hari dengan mata yang sudah lama menunggu tanah yang benar untuk ditanami lagi.
"Ini rumah yang berdiri dengan kertas yang benar, Tor," kata Bang Jul, menurunkan kardus terakhir dengan tangan yang tidak pernah berubah sejak malam ia membaca bahwa teman nariknya tidak kabur melainkan dihapus dari kertasnya. "Bukan rumah susun tanpa nama. Bukan kamar kos di belakang terminal. Rumah dengan alamat yang bisa kau tulis di KTP-mu dengan huruf yang benar — dan tidak ada kurir jam tiga yang akan datang menjemput siapa pun dari pintu ini lagi."
"Dan kalau ada yang datang menjemput dengan cara yang salah," jawab Tigor, dengan tangan yang luka yang sudah dirawat dengan benar di atas kardus yang diturunkannya, "pangkalan tahu cara membacanya sekarang. Kalian sudah mengajariku itu — dan aku sudah mengajarkannya ke anak-anak pangkalan dengan papan kecilku."
Dan Surti menata dapur kecilnya dengan jam tangan kecil yang berdetak lagi di tangannya dan dengan bayi yang duduk di lantai rumah barunya dengan dua tangan kecil yang menyentuh lantai yang berdiri dengan kertas yang benar — dan di belakang, Bu Karsih sudah berdiri di kebun kecilnya dengan gelangnya di pergelangan kirinya, menancapkan bibit pertama ke tanah yang benar dengan dua tangan yang sudah lama tidak dipakainya untuk menanam sejak malam ia menggadaikan gelangnya dengan harga yang lebih murah dari harga yang seharusnya. Dan sore itu rumah kecil itu berdiri dengan orang-orangnya yang membereskan barang dengan tangan-tangan mereka sendiri sampai lampunya menyala untuk pertama kalinya — dan lampu itu menyala di atas alamat yang benar dengan cara yang tidak akan dihapus siapa pun lagi dengan cara yang salah.
Dan alamat itu berdiri dengan papan kecil di pintunya dengan huruf yang ditulis Tigor dengan tangannya sendiri yang sudah dirawat dengan benar — dan alamat itu adalah alamat yang tidak akan dihapus siapa pun lagi, dengan kaki yang benar yang berdiri dengan kaki yang benar, dengan dua orang yang berdiri dengan kertas yang benar dengan tangan-tangan yang memindahkan barang-barang mereka dengan tangan-tangan mereka sendiri.
Dan Mursid datang berkunjung dengan oleh-oleh dari kantor kecil di atas warung Bu Tarmi, dan membaca alamat baru mereka di papan kecil di pintunya dengan huruf yang ditulis Tigor dengan tangannya sendiri yang sudah dirawat dengan benar — dan membacanya dengan satu halaman yang akan ditulisnya di buku tulis keduanya dengan tangan yang hangat dengan cara yang sudah lama tidak ia rasakan sejak menjadi hantu:
Alamat yang pulang itu berdiri dengan papan kecil di pintunya dengan huruf yang ditulis Tigor dengan tangannya sendiri yang sudah dirawat dengan benar — dan alamat itu adalah alamat yang tidak akan dihapus siapa pun lagi, dengan kaki yang benar yang berdiri dengan kaki yang benar. Dan Tigor dan Surti dan bayi mereka berdiri dengan kertas yang benar di rumah kecil dengan alamat yang benar, dengan Bu Karsih yang berkebun di belakangnya dengan gelangnya yang sudah kembali di pergelangan kirinya, dengan satu jam tangan kecil yang berdetak lagi di tangan Surti dengan maksud yang terjawab penuh dengan cara yang ditulisnya dengan tangannya sendiri di malam ia dibawa dengan kurir jam tiga itu. Dan satu order dari perempuan yang menggadaikan gelang dengan harga yang lebih murah dari harga yang seharusnya itu terbayar dengan satu alamat yang pulang dengan kaki yang benar, dengan dua orang yang berdiri dengan kertas yang benar dengan tangan-tangan yang memindahkan barang-barang mereka dengan tangan-tangan mereka sendiri, dengan satu ibu yang berkebun di belakangnya dengan gelangnya yang sudah kembali di pergelangan kirinya.
Dan Bu Karsih berkebun di belakang rumah kecil itu dengan gelangnya di pergelangan kirinya dan dengan tangan-tangan yang menanam dengan cara yang sudah lama tidak dipakainya sejak malam ia menggadaikan gelangnya untuk membayar pencarian menantunya dengan uang empat ratus ribu seminggu — dan membaca Mursid yang datang berkunjung dengan oleh-oleh dari kantor kecil di atas warung Bu Tarmi dengan suara yang lebih pelan dari suara yang biasa di warung soto itu:
"Alamatku sudah pulang, Pak Mursid. Alamat anakku sudah pulang dengan kaki yang benar, dengan papan kecil di pintunya dengan huruf yang ditulis Tigor dengan tangannya sendiri yang sudah dirawat dengan benar — dan alamat itu tidak akan dihapus siapa pun lagi, dengan kaki yang benar yang berdiri dengan kaki yang benar. Dan itu terbayar dengan satu gelang yang kugadaikan untuk membayar pencarian menantuku dengan uang empat ratus ribu seminggu, dan satu jasa cari orang dari kamar kontrakan yang bocor yang menerima orderku dengan harga yang lebih murah dari harga yang seharusnya — dan itu yang kubeli dengan satu gelangku yang kugadaikan untuk membayar pencarian menantuku dengan uang empat ratus ribu seminggu itu."