"Ada yang bisa menjelaskan kenapa Anna pakai pakaian begitu?" tanya Gama Yang sepertinya belum puas atas keterdiaman kedua sejoli itu. Sepertinya Virzha meninggalkan bekas di sekitar leher Anna. Sebenarnya ia juga tidak terima adiknya diperlakukan seperti itu. Namun mereka berdua adalah remaja yang masih meraba-raba tentang sesuatu. Dan sepertinya Gama harus memberitahu mereka bahwa apa yang mereka lakukan ini seperti apa dan apa akibatnya. Virzha tidak mau adiknya dan anak bagong satu ini menjadi pasangan liar padahal masih saja sekolah. Dia harus fokus menjalani studinya dan Anna juga harus menjalani studinya juga.
"Gak ada apa-apa. Gue tadi cium dia. Sama kayak apa yang lo pikir tadi. Lagian apaan sih. Kita dua juga udah sama-sama gede," sergah Virzha dan langsung mendapatkan tinjuan dari Gama. Gama kesal sekali dengan nada suara itu.
"Bisa lo tanggung jawab kalau dia kenapa-napa?"
"Kenapa gimana? Gue enggak ada niat untuk hamilin dia. Lagian lo kalau ngomong biasa aja kali. Kan lo juga sering gue lihat sama siapa itu"
"Siapa?" tanya Anna yang langsung menyambar ucapan Virzha.
"Gak ada. Udah lah makan ini," ucap Gama kemudian menggeser makanan itu. Anna masih menatap kakaknya. Ia kesal sekali kakaknya itu tidak mengatakan yang sejujurnya pada dirinya.
"Anna gak suka ya, Mas, bohongi Anna kayak gini dan nyimpan sesuatu dari Anna. Anna kayak gak di anggap sama Mas sebagai adik," kata Anna dengan wajah yang masih cemberut seakan tak terima kakaknya menyembunyikan sesuatu darinya.
"Mas belum bisa cerita sama kamu karena Mas juga bukan yang deket banget sama dia. Mas kebetulan hanya berteman baik sama wanita ini. Dia orangnya baik walaupun sedikit urakan. Dan, dia juga atasan Mas di kantor. Bahkan posisi dia udah manager. Mas nggak mungkinlah bisa sama dia sedangkan dia aja punya jabatan yang begitu jauh dari Mas," kata Gama memberitahu hal yang sedang dipikirkan oleh adiknya tersebut.
"Anna rasa kalau dia baik dia pasti nggak bakalan memikirkan kasta antara Mas sama dia,"
"Ini ceritanya Mas juga nggak ada apa-apa sama dia. Yang kamu dengerin dari Virzha bukan sesuatu yang benar. Kebetulan Virzha lewat di sana kemudian melihat Mas lagi benerin bulu mata si cewek ini. Mas nggak bakalan mungkin lah sama dia. Mas juga tahu diri kok kalau Mas tuh masih miskin belum bisa bahagiain orang lain." Gama mengambil tangan Anna kemudian mengecupnya pelan, "Anna, Mas hanya mau kebahagiaan kamu untuk sekarang. Semuanya nggak bakalan berarti apa-apa jika kamu belum bisa bahagia. Karena hal terpenting dalam hidup, Mas adalah membuat kamu merasakan kebahagiaan yang dulu kamu inginkan," kata Gama membuat senyuman di bibir Anna seakan gemetar.
Anna benar-benar paham betapa besar tanggung jawab yang dimiliki oleh Gama terhadap dirinya. Gama begitu bertanggung jawab membesarkan Anna dan memberikan Anna kehidupan yang layak. Anna terkadang merasa marah pada dirinya sendiri yang sampai sekarang belum bisa membantu Gama untuk menyelesaikan uang bulanan nya yang masih banyak menunggak. Anna juga akan berusaha agar pelunasan utang itu cepat-cepat bisa dihapus jika Anna bisa mengikuti olimpiade matematika dan menang.
Anna akan mencobanya.
-/-
"Ba bi mu makan lontong. a***y mantap banget ayo dong beri aku saweran atas goyangan aku ini. Sawer aku bwang"
Suara yang terdengar dari lantai atas menuju tangga itu menggema hingga ke seluruh penjuru rumah. Mereka hari ini memakai rumahnya mereka yang sederhana. Yang besar rumahnya hanya dua kali ruko saja. Namun tetap saja kesannya mewah namun terlihat menenangkan karena banyak sekali tanaman hias yang berada di teras tersebut. Ini adalah rumah Key yang dulu saat ia belum menikah dan rumah yang selalu ia tempati di saat masa-masa kecilnya dengan sejuta kenangan hingga kerinduan di dalamnya. Bundanya sudah meninggal 5 tahun yang lalu. Membuat Key merasakan kehilangan, kerinduan dan semua rasa yang terkumpul di dalam hatinya namun tidak bisa Ia berikan kepada Bundanya lagi. Bundanya sudah tenang di alam sana bertemu dengan ayahnya dan mereka kembali bersama lagi.
Key memang sengaja mengajak anak anaknya dan suaminya untuk sementara tinggal di rumah ini. Karena jujur saja, di rumah Key yang luasnya mengalahkan stadion bola itu tidak cukup memberikannya ketenangan dan kedamaian. Banyak hal yang terasa seperti hampa hingga iya hanya ingin berada di rumah sederhana bersama anak-anaknya dan suaminya sekaligus mengantarkan rindu yang sudah ia tanamkan setelah Bundanya meninggal. Lagipula mereka sudah lama tidak menyambangi rumah ini karena kesibukan suami dan anak pertamanya.
Key menetap rumah yang ada di seberangnya. Ia kembali merasakan getaran di hatinya kalau mengingat segala kenangan indah yang tersusun rapi di dalam hati dan pikirannya. Saat iya tak sengaja melihat kamar yang biasa ribut untuk sekedar membangunkan dirinya di pagi hari karena terlalu susah untuk bangun. Key merindukan sahabatnya, cinta pertamanya orang terbaik dan terkuat yang pernah ada dalam hidupnya dan menemani dirinya mengalahkan segala kesedihan kesedihan itu dengan cara sederhana namun terkesan posesif yang sebenarnya kadang membuat Key terkekang dengan itu. Namun Key selalu saja suka dengan segala pembicaraan tentang Noel. Tidak ada satupun kenangan yang ia lupakan dari mereka kecil sampai mereka besar bahkan ketika dia sudah menikah.
Key menitikkan air matanya kalau mengingat betapa ia merindukan sahabatnya itu. Hari demi hari yang terlewati seakan semuanya terasa semu. Semuanya mendadak senyap dan membuatku kupingnya pengang. Key dulu ingin sekali menyerah. Menyerah dengan segala keadaan yang menyakitkan itu. Key dulu ingin sekali mengatakan pada Noel bahwa dia sangat mencintai pria itu. Mungkin Noel mengatakan bahwa dirinya hanya mencintai Joe saja. Padahal inti dari semuanya adalah, Noel tetap menjadi cinta pertama yang selalu saja ia rindukan. Menjadi tempat bersandar kala dunia dan semesta menusuknya dengan begitu parah. Hingga pada saat tertentu ia malah menemukan seseorang yang sebenarnya bukan menjadi orang yang ia inginkan. Namun siapa yang tahu akan hati? Pada dasarnya manusia diciptakan memiliki hati namun bukan ketetapan.
Kini semuanya hanyalah tinggal kenangan saja. Yang tersusun rapi dalam sebuah album foto dan video juga tersimpan rapi dengan kenangan di dalam kepala. Mau dikatakan berkali-kali juga kehilangan Noel bukanlah sesuatu yang mudah untuk Key. Untuk ia berdiri setelah kematian sahabat dan cinta pertamanya itu bukanlah perkara mudah yang bisa ia pikirkan. Membesarkan putra tertuanya yang sangat mirip dengan Noel jauh sangat menyiksanya. Bahkan ketika putranya itu sudah tumbuh besar dan dewasa, semakin menampakan bahwa ia adalah putra dari Noel.
"Sayang," panggil Joe dan memeluk istrinya dari belakang. Joe mencium leher istrinya dan membiarkan Key menikmati atau menyiksa dirinya dengan rindu itu. Rindu yang sudah lama ia inginkan. Rindu yang sudah lama ia harapkan. Entah mengapa dirinya merasakan kesedihan saat kehilangan Noel padahal pemuda itu juga suka sekali menjahatinya.
"I miss him so much. I feel pain in my heart when I see all those memories are just memories" lirih Key dan membuat pelukan dari Joe semakin mengerat. Ia kembali memberikan ciuman pada istrinya itu. Membiarkan mengeluarkan segala keluh kesahnya.
"Semua ada masanya. Semua ada waktu di mana bisa kita bertemu lagi dan ada waktu di mana kita bisa berpisah. Semuany punya proporsinya masing-masing. Semuanya juga punya jalannya masing-masing dan kita sebagai manusia biasa nggak bisa melakukan hal apapun kecuali menerima dan mengiklaskan. Ketika kamu merasa bahwa kamu merindukan dia, kamu bisa memberikan dia doa yang baik enggak dia mendapatkan kebaikan juga"
Key menghadap ke belakang namun dengan tampang yang gelagapan, "Mas, kamu tahu enggak lelaki tua yang dulu aku bilang karena datangnya aku pada saat Noel di rumah sakit"
"Yang pakai topi fedora?"
"Iya, bener banget. Dia pakai topi fedora," Key memegang tangan Joe lebih erat, "Kamu pernah tahu kan kamu kita pernah reinkarnasi? Aku kayak berpikir kalau Noel itu reinkarnasi ayahnya"
"Sayang, Aku tahu kamu rindu banget sama dia. Tapi tentang reinkarnasi aku belum tentu bisa percaya 100% sama masa lalu kita"
"Kenapa? Bukti udah kan udah tersebar kemana-mana. Kita juga pernah mengalami hal yang sama dengan kita mengalami Deja vu berkali-kali. Apa itu kurang cukup membuat kamu berpikir bahwa kita bisa mengalami reinkarnasi kembali?" kata Key dengan nada yang tegas dan terkesan seperti marah.
"Sayang, jalan cerita kita sama yang dulu itu beda. Kamu sama aku dan Noel udah nggak sama siapa-siapa kecuali dengan istrinya. Dan sekarang? Apa dia juga mengalami hal yang sama seperti kita? Seperti kamu yang udah bertahun-tahun dekat dengan Noel namun tiba-tiba kamu tidak bisa mencintai dia karena ada kedatangan aku. Apa bisa kamu urutkan bahwa itu adalah hal yang sam-"
"Dia berjumpa dengan istrinya. Dia bakalan jumpa istrinya. Reinkarnasi dia di tahun kita tidak berhasil, tapi ia akan mendapatkan istrinya kembali seperti takdir awal yang tercipta. Mereka akan bersama dipertemukan kembali dalam sebuah ikatan cinta sama kayak kita. Noel di masa lalu sangat egois sehingga kutukan itu menjadi berlanjut dan menjadi karma buat dirinya sendiri. Aku bahkan percaya kalau Noel akan mendapatkan cinta sejatinya di masa sekarang jika kita bisa mempertemukan dia dengan kekasihnya itu. Joe, aku mau kamu dan beberapa rekan kamu mencari apa yang terjadi dan minta mereka untuk menjauhkan Noel dari beberapa orang yang akan mengambilnya untuk dijadikan bahan eksperimen. Aku sangat percaya kalau anak kita itu adalah reinkarnasi dari sahabat aku. Aku sebelumnya udah pernah merasakannya kalau dua orang ini adalah orang yang sama namun dengan kelahiran yang berbeda. Jika kita sama-sama menemukan jawaban Kenapa reinkarnasi ini berlanjut karena aku tahu salah satu dari penyebabnya adalah karena Noel yang sangat egois. Selebihnya, kita harus sama-sama mencari kembali," ucap Key dengan lirih.
"Kamu gak perlu mencari tau itu. Itu biarin aja berjalan dengan sesuai skenario yang terjadi."
"Kamu nggak tahu kan betapa sakitnya aku kehilangan sahabat aku sendiri. Jika orang orang beranggapan bahwa Noel adalah reinkarnasi dari ayahnya, dia pasti akan diseret paksa. Aku gak mau kehilangan orang yang aku sayangi lagi. Udah cukup orang-orang yang aku cintai dan aku sayangi diambil secara paksa dan menyiksa aku. Aku udah salah mengucapkan kata-kata perpisahan. Sekarang aku udah gak mau lagi. Aku nggak akan mengirimkan anakku masuk ke dalam takdir yang menggila itu lagi. Kamu mungkin nggak mau bantu aku nanti. Tapi, aku bakalan bantu Noel menemukan cinta sejatinya," tegas Key kemudian ia berjalan keluar kamar tanpa menyadari ada seseorang yang berada di pintu.
Tak ada yang tahu bahwa Noel sedari tadi mendengarkan kedua orang tuanya bercerita tentang masa lalu dan reinkarnasi. Hingga kepalanya tiba-tiba sakit dan rasanya ingin muntah sekarang juga. Sial! Apakah dia akan seperti ini terus menerus jika mengingat tentang kejadian di masa lalu? Ia ingin semuanya cepat selesai dan ia tidak mau bingung lagi dengan segala permasalahan yang ada di hidupnya.
Belakangan ini memang selalu saja ada masalah yang terjadi dalam hidupnya dengan kedatangan kedatangan orang yang tidak ia kenal dan mengatakan bahwa dirinya adalah orang terpilih yang bisa lahir kembali dengan sosok yang dekat dengan mereka. Noel benar-benar tidak paham dengan apa yang dikatakan orang-orang yang bolak-balik datang padanya. Namun, dalam mimpi yang ia mimpikan setiap malamnya, wajah Anna seperti tidak asing tidak pernah terlewatkan disetiap tidur malamnya. Anna seperti mempunyai sihir yang begitu kuat sehingga Noel bisa merasakan kenyamanan yang sudah lama tidak bisa ia rasakan. Seperti ada rasa rindu yang menyeruak masuk ke dalam dadanya saat mata mereka bertatapan secara tidak sengaja.
"Saya bahkan gak pernah merasa kalau jumpa bapak. Tapi kenapa wajah bapak kayak gak asing bagi saya"
Ucapan gadis itu masih terngiang di kepalanya. Noel memasukkan tangannya ke dalam saku celana lalu berjalan mengarah ke kamarnya. Membuka salah satu laci yang berisi satu peti kecil. Dulu, Bundanya memberikan itu padanya dan menyuruhnya untuk menyimpannya dengan baik-baik. Noel tidak sempat membukanya karena dia berpikir barang itu tidak terlalu penting untuk dipakai. Dia mau barang itu awet tertutup cantik seperti Bundanya yang mengirimkannya kepadanya.
Tapi, Noel merasa penasaran atas isi yang ada di dalam kotak tersebut. Ia perlahan mengambilnya kemudian membuka peti itu dengan kunci kecil yang memang disediakan untuk peti tersebut. Noel membukanya dengan hati-hati. Ia melihat isi di dalam kotak tersebut. Dan terpampang jelas tulisan hanja yang terlihat sangat usang namun masih bisa di baca.
Noel membuka perlahan bagian bawahnya karena sepertinya akan robek. Dan ia melihat sketsa wajah Anna yang berada di dalam kertas tersebut. d**a Noel seakan sesak saat melihat wajah dengan senyuman manis itu. Ia merasakan kenyamanan saat tatapan itu menyatakan bahwa ia merasa bahagia. Entah kenapa tangisan Noel tiba-tiba muncul hingga tubuhnya merasa lemas. Perasaan aneh muncul. Perasaan seperti marah dan begitu murka pada Noel. Seakan ia tengah di tatap dengan begitu benci pada orang itu.
"Aku harus mencari tau apa yang terjadi sebenarnya."