"GIMANA SIH LO? KATANYA MAU MAKAN NASI! UDAH DI AMBILIN MINTANYA BUBUR. MINTA DI HAJAR LO YA?!" teriak Ichi hingga membuat Noel jengah namun tak urung keluar untuk melihat adik kecilnya itu.
"Kenapa sih dek? Kamu tuh berisik banget" Noel memeriksa ruang di mana ada adik-adik kembarnya yang bertengkar karena hal apa.
"Ini! Si Nana tadi katanya minta diambilin asik sekarang tiba-tiba minta diambilin bubur. Kenapa coba ada manusia yang suka banget jadi beban manusia lainnya?" sewot Ichi namanya di sewoti hanya diam dan tertawa mengejek.
Noel memutar bola matanya. Ia membawakan bubur dan nasi untuk kedua adiknya. Bunda dan Papanya sedang tidak berada di rumah karena katanya ada pertemuan mendadak yang diselenggarakan oleh pihak perusahaan. Entah apa itu namun Noel tidak peduli.
Kedua adiknya makan dengan lahap padahal lagi nasi dan ikan saja. Kedua adiknya ini memang sederhana sekali. Hidupnya walau dengan kemewahan yang diberikan oleh orang tuanya, tidak membuat keduanya atau dirinya sendiri menjadi orang yang menginjak nginjak orang yang sederhana hidupnya. Karena Bunda mereka selalu mengajarkan bahwa kesederhanaan itu adalah hal terpenting dan etika itu adalah hal yang paling utama. Karena jika kamu kaya sekalipun atau bahkan kamu pemilik di dunia ini, jika kamu tidak ada etika maka kamu akan mati dengan perlahan atau mati tidak ada yang tahu karena orang-orang akan menutup mata dan telinga mereka akibat kejahatan atau perkataan kamu yang menyakiti orang yang hidupnya lebih sederhana dari kamu. Kekayaan itu bukan menjadi ciri khas manusia namun itu adalah kebutuhan. Jika kamu merasa bahwa kamu adalah orang terkaya di dunia, bukan berarti kamu bisa hak milik orang lain bahkan memberikan ucapan-ucapan jahat kepada mereka. Kamu tidak berhak atas hidup mereka. Karena harta tidak bisa di bawa mati.
"Dek, kamu kenal sama Anna Geraya?" tanya Noel di sela sela makannya.
Ichi mengangguk dengan mulut yang penuh makanan, "Kenal, emang kenapa?"
"Dia pacaran sama Virzha?"
"Ohhh udah lama sih kayaknya. Soalnya si Virzha ini ngejer-ngejer Anna mulu. Jadi Anna mau gak mau terima aja. Eh mereka malah makin nyaman satu sama lain. Gak nyangka aja bisa langgeng kayak begitu" kata Ichi dan membuat Noel murung. Ia menahan emosi yang ingin sekali ia ledakkan namun ia tidak bisa. Ia tidak bisa sembarang marah atau ngamuk atas sesuatu hal. Selama ini Bunda selalu saja memberitahu dirinya bahwa emosi tidak akan membuatmu tenang. Malahan emosi mu akan menjadi boomerang untuk dirimu sendiri.
"Kenapa nanya? Tumben nanyain tentang perempuan segala?" tanya Nana dan sama dengan Ichi, mulut pemuda itu masih penuh makanan.
"Gak kenapa-napa. Cuman ya penasaran aja Kenapa mereka deket banget kayak gitu? Ternyata mereka berdua pacaran? Dan apa tadi? Pacaran tapi dipaksa dan di untit ke mana-mana gitu maksudnya?" tanya Noel dengan salty hingga membuat Nana bergidik ngeri saat melihat senyumnya kakaknya yang terkesan sangat mengejek bahkan terlihat kesal di saat yang bersamaan. Nana merasa kakaknya ini sepertinya menyukai Anna. Tolong jangan ragukan insting yang di punya oleh Nana. Karena jujur saja bahwa Nana itu termasuk orang yang punya insting yang kuat jadi tidak bisa dibohongi dengan begitu saja. Lagipula siapapun yang melihatnya tahu bahwa Noel menyukai Anna. Hanya manusia aneh bernama Ichi saja yang tidak tahu kakaknya sedang menyukai seorang gadis dari sekolahnya yang jelas temannya juga.
"Kan dipaksa mereka nyaman" celetuk Ichi dengan polosnya hingga membuat Nana terbahak mendengar pernyataan adiknya itu. Sudah dibilang Ichi itu tidak akan mempan dengan segala kode-kodean. Dia adalah tipe kan manusia yang to the point di tidak perlu bertele-tele untuk mengatakan atau menyampaikan maksud dari perkataannya. Maka dari itu ia tidak mengatakan hal apapun ketika adiknya itu dengan polos menanyakan hal yang seharusnya tidak perlu ditanya lagi. Karena jawabannya adalah pasti gadis itu tidak akan tahu apa yang sedang dirasakan oleh kakak tertuanya itu.
"Kamu! Kan Kakak nanya lagi nih. Mereka masih pacaran dengan baik apa enggak?"
"Baik lah! Kan sekarang mereka ke mana-mana aja bisa sama-sama. Bahkan kalau malam minggu mereka sedang duduk di bangku taman terus si Virzha bawa gitar terus nyanyiin Anna karena cewek itu seneng banget kok dinyanyiin lagu-lagu akustik gitu. Lagian Virzha juga terkenal banget sama suaranya yang lembut dan merdu juga permainan gitarnya yang keren banget sampai-sampai banyak adik kelas yang suka banget sama dia cuman karena tahu saingannya Anna mereka mundur. Soalnya selain Anna itu jutek, Anna punya muka yang cantik dan manis terus terkenal pintar dan disiplin. Siapa yang gak kepincut sama dia. Apalagi pas tau pacarnya adalah sama-sama orang populer juga, mana ada yang berani untuk marahi dia"
Noel semakin salty dibuat adiknya itu.Dia baru ingat bahwa adiknya itu memang polos dan tidak tahu hal-hal seperti ini alias tidak peka sama sekali bahkan isinya tidak sekuat seperti kembarannya. Rasanya ya ingin sekali menampol wajah adiknya ini. Namun dia tidak bisa melakukan itu karena adiknya ini akan menangis dan dia yang akan dimarahi oleh bunda dan papanya. Namun ternyata mempunyai adik tidak peka seperti adik kecilnya ini memang sungguh menguras tenaga. Pantas saya juga banyak guru-guru yang mengatakan bahwa adiknya ini terlalu polos dan bahkan terlalu jujur jika disuruh berpendapat tentang hal apapun itu. Sebenarnya Noel sendiri tidak tahu dari mana gen itu berasal. Ichi ini kelakuannya 1001 manusia iblis kayaknya sih.
"Kamu tadi kakak tanyain bikin marah terus deh jawabannya" celetuk Noel lalu mengetuk pelan kepala adiknya dengan sendok besi yang sedang siap pakai untuk makan sup ayam.
"Lah? Kan aku jawabnya apa adanya. Kenapa dibilang salah sih sama kakak? Aku tuh nggak paham sama sekali tahu nggak siapa yang kakak lakukan kepadaku ini? Sakit sekali dikatakan hal demikian sehingga membuat jantungku berdebar-debar ingin nyatakan bawaku lagi pengen BAB sekarang" Ichi memasang wajah yang melas hingga membuat Nana memukul punggung adiknya itu keras.
"Ah, janganlah kau kayak gitulah. Kau kira ini badan aku ini apa? Jangan suka-suka kau mau mukulin badan aku nanti kalau penting kau meninggal" sinis Ichi dengan logat Batak yang diajari Alex olehnya. Alex adalah orang Amerika bercampur darah Batak yang satu kelas dengan nya. Pria itu bahkan tidak tahu bahasa Inggris namun dia tahu jelas bahasa Batak sampai dalam-dalamnya juga dia tahu. Padahal darah Batak yang mengalir di dirinya itu hanya sedikit. Kata mamanya begitu. Namun kasihan Alex dibilang bule nggak jadi oleh semua orang. Namun dia tidak peduli dan akan tetap mencintai suku Batak nya.