"Anna, kamu kenapa?" tanya seorang pria dengan kemeja hitam dan kacamata yang menggantung di kancing kemeja miliknya. Anna merasakan degub jantungnya sangat berpacu begitu keras ketika dia melihat Noel menatapnya dengan khawatir dicampur wajah amarah.
"Noel, kamu ngapain di sini? Bukannya para murid masih melangsungkan pertandingan?" tanya Anna dengan wajah yang panik karena dia takut para murid akan melihat dirinya dengan Noel di tempat yang sama. Dia tidak ingin menjadi pusat perhatian dan menjadi tempat ladang gosip. Dari dulu Anna selalu saja menghindar dari orang-orang yang mungkin saja populer. Walau tak bisa dipungkiri juga termasuk dari orang-orang terpopuler itu.
"Kamu nangis?" tanya Noel sembari memegang kedua pipi Anna.
"Nggak papa."
"Apanya yang nggak papa? Kamu aku lihat turun dari tangga terus nangis kayak gini. Kamu kira aku gampang dibodohi seperti itu?"
"Noel," panggil Anna. "Kamu nggak perlu tahu apa yang terjadi dalam hidup aku. Urusan kita tetap lah urusan kita. Terlepas dari keinginan kamu untuk tahu tentang reinkarnasi yang terjadi sama kita, kamu nggak berhak tahu apa masalah yang sedang aku hadapi," tegas Anna dengan penekanan di setiap kalimat pada kalimat akhir. Anna menatap tajam Noel dan ingin mengatakan sesuatu yang sebelumnya ingin dia katakan. Namun, dia sendiri belum bisa mengatakannya kepada Noel karena dia sendiri juga masih ragu.
Tentang mimpi, tentang segala firasat kalian rasakan belakangan ini. Rasanya ia ingin sekali memberitahu kepada Noel dan meminta jawaban atas apa yang sedang ia rasakan dan ia alami. Tapi sesungguhnya untuk menceritakan hal yang terjadi dalam diri kita sendiri juga bukan perkara mudah. Walau dia adalah orang yang bisa dipercaya, tapi tak bisa dipungkiri terkadang diri kita juga belum bisa mempercayai apa yang ingin kita katakan kepada orang lain.
"Anna," panggil Noel. "Kamu sebenarnya kenapa sih? Kalau kamu belum bisa jujur sama aku, gimana kita bisa menyelesaikan masalah yang sebenarnya bisa selesai dengan cepat dan mudah. Kamu selalu saja menyembunyikan apa yang kamu rasakan padahal kamu tahu aku bisa menyembunyikan rahasia yang kamu punya. Anna, jika kamu bertanya tentang reinkarnasi yang terjadi terhadap kita, aku bisa membawamu ke laboratorium untuk pemeriksaan di mana Aku telah menciptakan sebuah mesin untuk menjelajah ke masa lalu. Itu ciptaan yang di buat oleh ayahku. Ayahku saat itu belum menyelesaikan penelitiannya sehingga barang tersebut menjadi barang yang tidak dipakai karena papa aku sendiri juga tidak melakukan tindakan lanjut untuk menelitinya. Dan sekarang sudah aku siapkan tempat itu. Hanya perlu kesiapan kamu untuk mau masuk ke dalam masa lalu di mana kamu akan melihat sendiri bagaimana hal yang terjadi atau peristiwa yang terjadi di masa lalu sehingga kita menjadi reinkarnasi kembali seperti sekarang. Anna, kamu hanya perlu mempercayai aku. Selebihnya aku akan berusaha supaya kejadian reinkarnasi kita tidak akan terulang lagi dan hanya berhenti di kita saja," jelas Noel.
Anna terdiam dengan perkataan Noel. Anna sendiri tidak bisa terlalu percaya dengan apa yang dikatakan oleh pria itu karena dia sendiri tidak merasa percaya dengan reinkarnasi. Menurutnya, kematian hanyalah sekali dan hidup hanya sekali. Jika manusia mengalami kematian, menurutnya setelahnya mereka hanya mempertanggungjawabkan apa yang mereka perbuat saat mereka ada di bumi. Tapi, kejadian-kejadian yang ia alami seperti mimpi dan firasat yang datang juga ada beberapa orang yang menghampirinya untuk mengatakan fakta yang sebenarnya terjadi, Anna merasa sedikit yakin bahwa reinkarnasi memang benar-benar terjadi. Dan untuk memastikannya Anna juga perlu berani untuk maju dan mengikuti perkataan Noel agar ia percaya bahwa apa yang sebenarnya terjadi di hidupnya ada kaitanya dengan kejadian di masa lalu.
"Oke, aku ikut."
-/-
Di sinilah kedua manusia itu berada. Di dalam laboratorium yang berisi beberapa penelitian yang sepertinya belum selesai. Anna semakin takjub saat melihat banyak sekali barang-barang yang sepertinya akan diluncurkan dalam waktu dekat juga. Seperti robot humanoid dan beberapa mobil yang mungkin saja menggunakan sistem tata surya. Hal yang selalu saja Anna inginkan. Ia bercita-cita untuk menciptakan sesuatu hingga menjadi penelitian yang besar. Anna juga ingin sekali melihat ciptaannya beredar luas dan dipakai oleh banyak orang. Dulu, ia juga pernah bermimpi untuk masuk ke dalam laboratorium terbesar yang ada di dunia. Dan ternyata lebih dari itu. Anna bahkan mempunyai hubungan yang sebenarnya masih terlihat samar dengan pemilik dari laboratorium yang ingin Ia masuki. Anna merasakan jantungnya berdegup kencang ketika langkah demi langkah ia masuki dan pada akhirnya ia terkejut dengan sosok mayat yang berada di dalam inkubator. Sosok wanita yang begitu cantik dengan pakaian hanbok ala Kerajaan Korea.
"Who is that?" tanya Anna.
"Dia adalah kamu di masa lalu," ucap Noel hingga Anna terbengong begitu lebar. Noel terkekeh melihatnya. Ia kemudian mengarahkan wanita kesayangannya itu untuk menyentuh inkubator tersebut. "It's you, Anna. You used to be my wife. At that time you were pregnant with my child. However, I betrayed you by loving a queen. I love you, Anna. I really love you but at that time I was also very stupid. I am sorry," lirih Noel.
"KAU PENGKHIANAT! AKU SEDANG HAMIL ANAKMU, PANGLIMA! KAU TIDAK BISA MENGHARGAI DIRIKU?! APA SALAHKU PANGLIMA?! KAU ADALAH PANGLIMA YANG SANGAT DI AGUNGKAN. TAPI KAU ADALAH SUAMI b******k!"
"PANGLIMA! AKU MENGUTUKMU. DEMI DEWI REMBULAN! AKU MENGUTUKMU AGAR KAU HIDUP DENGAN BANYAK MASALAH DAN TIDAK ADA YANG MENCINTAI DIRIMU DENGAN BEGUTU BESAR. KAU AKAN SELALU DI DUAKAN PANGLIMA!"
Anna tersadar. Menggelengkan kepalanya ketika mendengar suara sahutan demi sahutan sembari di campur dengan rasa kecewa dan amarah. Air matanya meluruh. Entah kenapa tubuhnya terasa lunglai seakan dirinya ditarik paksa dari tubuhnya. Anna menggeleng kuat hingga air mata itu jatuh tanpa ia juga dan begitu deras.
"Anna!" panggil Noel seakan ingin menyadarkan Anna dari lamunannya. "Kamu kenapa? Anna!" panggil Noel berkali-kali namun Anna tetap tidak mau menjawabnya. Dia seolah bisu saat melihat tatapan sedih dari mayat itu. Mata mayat gadis itu terbuka menampakkan betapa ia menahan sakit yang di deritanya. Anna bahkan tidak sanggup. Dia mendadak mual dan ingin pergi menjauh dari Noel.
"PERGI! PERGI LO b******n!" teriak Anna mendorong Noel menjauh darinya. Anna seakan seperti kesetanan. Ia mendorong bahkan memukul Noel dengan apapun benda yang di dapatnya. Entah kenapa rasa membunuh Noel begitu membuatnya bernafsu tinggi. Rasanya ia ingin Noel memohon ampun padanya dengan membunuh pria itu. Dan Anna, Anna tidak ingin mengampuninya. Dia menginginkan Noel mati dengan cara yang mengenaskan.
"ANNA! KENDALIKAN DIRIMU!"
"YOU f*****g ASHOLE BASTARD! YOU ARE SO DISGUSTING! YOU ARE REALLY SO DISGUSTING AND MAKES ME WANT TO KILL YOU WHEN I SEE YOU! TRAITOR!!!!!!" teriak Anna dengan sekuat tenaga. Dia seakan membabi buta hingga para profesor lainnya masuk ke dalam laboratorium dan memisahkan Anna dari Noel. Namun, nafsu gadis itu yang ingin membunuh Noel seakan begitu besar.
"Anna! Sudah jangan lakukan hal ini lagi. Ini bisa berbahaya buat kamu," ucap salah satu Profesor di sana. Dia adalah Professor Lee Minhyung asal Korea. Dia adalah adik dari Malvin, ayah Valerie.
"YOU SHUT UP!" teriak Anna namun tak lama tubuh itu pun meluruh. Noel yang semula hanya terdiam kaku menatap Anna, kini ia mengambil tubuh Anna dan menggendongnya ke dalam ruangan di dalam laboratorium tersebut. Noel ketakutan saat mata itu memancarkan betapa dirinya sangat ingin membunuh Noel. Noel awalnya kaget dengan perubahan sifat gadis itu. Namun, ia secara tak sadar melihat bagaimana mayat yang berada di dalam inkubator memandangnya penuh dengan kebencian. Seakan mengklaim dirinya adalah pengkhianat yang sesungguhnya. Pengkhianat yang seharusnya mati dengan tidak terhormat.
"Noel, kemarilah," panggil dokter Malvin, pamannya sendiri. Entah dari mana pria ini datang namun sepertinya Noel sangat membutuhkan pria ini.
"Om, tolong yakinkan Anna bahwa semuanya bisa diselesaikan dengan secara baik-baik saja. Aku nggak mau kejadian seperti masa lalu terjadi lagi. Aku nggak mau dia pergi dari hidupku lagi, Om. Jadi, aku mohon bantuan Om untuk menyelesaikan semuanya walau Papa benar-benar ngelarang aku untuk melakukan tindakan ini," ucap Noel meyakinkan pamannya itu untuk membantu dirinya agar penyelesaian di masa lalu cepat terselesaikan.
"Noel, sesuatu yang ingin kamu dapatkan bukan berarti kamu juga tergesa-gesa ingin mendapatkannya juga. Anna juga butuh waktu untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu. Tapi bukan berarti kamu memaksa dia untuk mengingatnya dengan membawa dia ke dalam memory machine supaya dia tahu bahwa dirinya pernah terlibat di masa lalu dengan kamu. Noel, kalau kamu memaksa dia untuk mengingatnya, itu sama saja seperti kamu menyuruhnya untuk mencabut kepalanya sendiri," kata Malvin.
"Maksudnya." Noel mengernyitkan dahinya tanda ia tak mengerti apa.yang di ucapkan oleh pamannya itu.
"Jika kamu menyuruhnya untuk duduk di memory machine, sama saja kamu memperpendek umurnya karena perjalanan ke masa lalu juga membutuhkan senyawa yang bisa terhubung juga di masa lalu. Jadi, misalnya kamu ingin bertemu dengan dirimu yang di masa lalu, tentu saja jika kamu duduk di memory machine, kamu harus menerima jika ada salah satu anggota tubuhmu yang sedikit tidak berfungsi. Dan mungkin kamu akan memperpendek umur mu juga. Itu konsekuensi jika kamu ingin menjelajah ke masa lalu dengan penelitian dari ayahmu itu. Kecuali, kamu bisa menelitinya dan memperbaikinya lebih lagi. Bisa saja kekurangan-kekurangan itu akan hilang. Namun sekali lagi Om beritahu sama kamu. Izin cari orang yang ingin kamu ajak ke masa lalu itu adalah hal yang utama bukan hanya egois kamu semata saja. Ingat Noel, jangan mengulangi kesalahan yang sama hanya dengan mengikuti ego yang kamu punya. Kami akan hancur lagi nantinya,"
Ucapan pamannya itu membuatnya merasa takut. Ia takut jika apa yang dikatakan oleh pamannya itu tidak bisa ia lakukan. Karena entah kenapa egoisnya tidak bisa dihilangkan hingga ia akan ingin memaksa Anna agar cepat-cepat tahu bahwa Anna dan dirinya adalah orang yang berhubung di masa lalu dan memiliki kisah yang sepertinya harus benar-benar diselesaikan dengan secara tegas agar penyelesaian ataupun reinkarnasi ini sudah tidak akan berlanjut lagi hingga menyakiti orang-orang di sekitar mereka. Keduanya mesti sepakat untuk mengetahui itu semua.
Namun, jika Anna tetap memaksa bersama Virzha dan tidak mau mengingat masa lalunya, Noel akan bertindak bodoh untuk itu. Karena, Anna adalah miliknya.