Samran tetap tidak menemukan kata yang tepat untuk memberi tahu Samara tentang kepergian Asmara. Sampai selarut ini, ia tetap belum memberi kabar pada Samara. Sebentar lagi jam kerja Samara akan habis. Ia akan segera pulang.
Dan Samran mau tak mau harus tetap memberi tahu Samara. Oh, Samara juga pasti akan tahu sendiri meskipun Samran tak memberi tahunya. Namun bila Samran memberi tahu terlebih dahulu, itu adalah bagaikan sebuah pemanasan. Setidaknya Samara tak akan terlalu terkejut nantinya.
Terdengar suara derap langkah kaki. Samran menoleh. Itu pasti Samara. Ia sudah pulang.
"Dek?" Suara Samara terdengar panik.
Ya bagaimana ia tak panik. Sementara ia pulang larut malam seperti ini, tapi semua lampu rumah masih gelap, tak ada yang menyala satu pun. Wajar kalau ia meny