Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh meili susanti heuwlifang
Bab 1: Awal PertemuanPembukaanNadia bangun pagi dengan perasaan campur aduk. Setelah lima tahun bekerja di kantor sebagai analis data, ia akhirnya memutuskan resign demi mengejar mimpinya membuka kedai minuman rasa taro. Dengan secangkir teh di tangan, ia menatap dinding penuh tempelan sticky notes yang berisi rencana bisnisnya. Hari ini, ia akan bertemu dengan pemilik sebuah ruko kecil di sudut kota untuk negosiasi sewa tempat.Sambil mengenakan blus putih dan rok krem, Nadia memasukkan laptop dan dokumen-dokumen penting ke dalam tas. Ia tersenyum pada bayangannya di cermin, membisikkan, "Hari ini awal dari segalanya."Konflik AwalSaat tiba di lokasi, Nadia mendapati dirinya kebingungan. Dua bangunan berdampingan di depan matanya terlihat mirip. Dengan percaya diri, ia melangkah masuk ke sebuah kafe bernama "Quiet Corner," berpikir itu adalah tempat pertemuan dengan pemilik ruko.Di dalam, suasana kafe sangat tenang, dengan beberapa orang duduk bekerja di depan laptop mereka. Di salah satu meja di sudut, seorang pria dengan hoodie abu-abu dan headphone besar sedang asyik menggambar di tablet grafisnya.Nadia mendekati meja kasir, memesan segelas kopi untuk menjaga kesan baik, lalu bertanya pada barista tentang pemilik ruko. Barista, bingung, menjelaskan bahwa tempat ini bukan ruko yang dimaksud. Wajah Nadia memerah karena malu.Ia berbalik hendak pergi, namun langkahnya terhenti ketika ia tidak sengaja menjatuhkan gelas kopinya ke meja pria di sudut tadi. Tablet grafis miliknya hampir saja terkena cairan kopi.Interaksi Awal Nadia dan Arga"Aduh, maaf banget!" Nadia buru-buru mengeluarkan tisu dari tasnya.Pria itu mengangkat kepalanya, menatap Nadia dengan tatapan dingin. "Kamu selalu secanggung ini di tempat umum?"Nada suaranya yang datar membuat Nadia semakin gugup. "Aku benar-benar nggak sengaja. Aku ganti kopinya, deh. Tablet kamu nggak apa-apa, kan?""Beruntung masih aman," jawabnya sambil mengelap meja. "Tapi lain kali, hati-hati kalau jalan."Nadia mengangguk kikuk sebelum melangkah pergi dengan wajah panas. Namun, sebelum keluar, ia sempat mendengar pria itu bergumam pelan, "Kenapa ada orang seberisik ini di tempat tenang?"Pergeseran ke Adegan LainSetelah menemukan ruko yang sebenarnya, Nadia bertemu dengan Pak Surya, pemilik ruko yang ramah. Mereka membicarakan detail sewa dan kemungkinan renovasi kecil untuk menyesuaikan konsep kedai. Nadia merasa optimis, meskipun ia tahu ini baru langkah awal dari perjalanan panjangnya.Di perjalanan pulang, pikirannya terus melayang pada kejadian di kafe tadi. Meski kesal karena respons dingin pria itu, ada sesuatu tentang dirinya yang membuat Nadia penasaran.Penutup BabHari itu berakhir dengan Nadia menuliskan catatan kecil di jurnalnya:"Hari pertama penuh kejutan. Tapi aku percaya, setiap langkah kecil ini akan membawaku lebih dekat ke mimpiku. Siapa tahu, pria di kafe tadi mungkin bagian dari cerita panjang ini."ic_default
Karena kamu suka Keseharian, mungkin kamu suka ini juga:

kheisya
Keseharian · Romansa