Davian langsung menoleh dan tercengang beberapa saat. Tentu dia pangling.
"Kamu Sakura yang bersama denganku tadi kan?” tanya Davian takut salah saat Putri Lumpur berubah menjadi Cinderella. Sakura mengangguk dengan semangat.
“Makasih ya udah bawa aku ke sini,” ucap Sakura bersikap manis.
“No problem. Itu udah jadi tanggung jawab aku karena sahabat aku yang ngelakuin itu. Kalo orang lain mungkin ya masa bodo” jawab Davian enteng. Hal itu membuat gadis di sampingnya merasa kecewa, karena ia fikir tadi Davian menyukainya.
"Kamu tunggu di sini!" pinta Davian berdiri sambil mengeluarkan dompet dan menuju ke kasir. Tak butuh waktu lama, dia sudah keluar dan mengajak Sakura untuk meninggalkan tempat itu.
***
Seorang dosen keluar dari ruangan setelah jam mata kuliahnya habis. Sakura menutup buku dengan semangat sambil bernyanyi kecil. Ia memasukan buku itu di tas yang baru saja di belikan Davian. Sakura memeluk tas itu sambil tersipu malu mengingat kejadian saat bersama Davian. Meskipun wajahnya datar dan terlihat dingin, namun pria itu sangat baik dan perhatian.
Braak suara pukulan meja membuyar fantasinya dan menatap Zain kesal.
"Kamu bawain tas aku?” ujar Zain sambil menaruh tas di meja milik Sakura.
“Ogah!” jawab Sakura singkat.
"Kamu lupa perjanjian kita?”
“Aku rasa aku tidak pernah terlibat perjanjian sama kamu,” jawab Sakura enteng.
“Nih aku sebutin lagi ya. Pertama, kamu harus jebur kolam. Kedua kamu jadi b***k aku selama 3 hari dan yang terakhir ...”
“Aku tidak sudi!” potong Sakura cepat. Gadis itu buru-buru pergi tanpa mempedulikan Zain yang tengah marah.
“Kenapa sih mereka selalu motong pembicaraan aku?” gerutu Zain mengejar Sakura.
“Eh ... kamu mau jailin lagi tu bocah, awas ntar kamu jatuh cinta” teriak Airek yang masih mengobrol dengan para wanita yang selalu mengerubunginya. Sementara Davian sibuk dengan game tanpa memperdulikan sekitar.
“Kucing liar,” panggil Zain kepada wanita yang berjalan menuju ke toilet.
Yang dipanggil berhenti dan menoleh ke arah sumber suara, namun ia menyesal melakukan hal itu. “Berarti nama aku kucing liar dong,” gumamnya dengan wajah bodoh.
“Nengok juga kamu, nama itu emang cocok!” seru Zain mendekati Sakura.
“Mau ngapain kamu?” tanya Sakura galak.
“Aku masih ada urusan sama kamu,”
“Apaan? Aku kan udah bilang tidak mau jadi b***k kamu,” jawab Sakura enteng.
“Berarti aku bakal ngebuli elo selama kamu kuliah di sini,” ancam Zain menyeringai jahil.
“Terserah, aku tidak peduli,” ketus Sakura langsung menuju ke toilet wanita dengan acuh. Tujuannya ke sini untuk mendekati Davian dan bukan untuk mengurusi.