“Jadi bisakah kau membantuku mendekati Davian?" tanya wanita itu langsung berterus terang. Wajahnya dibuat memelas dan sok imut, kedua tangannya menyatu seolah meminta permohonan.
Pria itu pun berpikir sejenak, “Ck .... Giliran ada maunya kamu membuat drama sok imut di depanku," decak Zain.
"Tapi apa untungnya aku mengurusi kucing liar seerti ini?" tanya pria itu yang menggarukan kepalanya bingung.
“Ada apa? Apa kamu tidak mau. Ya sudah jika kamu tidak mau?" ucapnya tidak mempermasalahkan.
“Itu ... " pria itu agaknya sedikit bingung. Sehingga Sakura juga menjadi bingung melihat kelakuan Zain.
Pria itu tiba-tiba saja menepuk dahinya. Ia nampaknya mengingat sesuatu, "astaganaga."
“Ada apa?" tanya Sakura antusias.
“Sekarang kamu segera pergi!" ucap pria itu kemudian.
Sakura masih malas, ia masih ingin melihat lukisan-lukisan milik pria bernama Davian.
Namun tubuhnya sudah didorong kembali ke dalam oleh Zain . Ia benar-benar diusir oleh pria itu.
“Aku ini tamu! Kenapa kamu malah mengusirku? Keterlaluan!" protes gadis itu. Tetapi tidak digubris oleh Zain. Ia terus mendorong-dorong tubuh Sakura hingga sampai ke pintu.
“Memangnya hanya kamu saja yang punya urusan? Aku juga punya!" dengus pria itu langsung saja menutup pintu lift.
Sakura hanya memutar bola matanya dengan malas ketika sudah berada di luar. Namun ia langsung saja mengingat sesuatu di mana tujuannya bersembunyi di apartemen miliki Zain. Dia langsung saja menyembunyikan tubuhnya di balik tubuh Zain lebih besar dari tubuhnya.
“Kamu ini kenapa sih? Seperti orang yang melihat hantu saja?" gumam pria itu kesal ketika Sakura berdiri di belakangnya seperti ketakutan akan sesuatu.
Ia tidak menjawab, Sakura hanya mengintip melalui bahu miliki Zain. Nampaknya anak buah Parulian yang tadi berada di situ sudah tidak ada lagi sehingga ia bisa bernapas dengan lega dan menjauh dari Zain.
“Terima kasih atas sumbangannya barusan. Meski pun kamu tidak ikhlas," ucap gadis itu langsung saja pergi meninggalkan Zain terlebih dahulu
Zain memandangi Sakura dengan menggarukan kepalanya, “Dasar gadis aneh!" makinya ketika Sakura sudah menjauh dan justru sekarang sudah masuk ke dalam apartemen miliknya.
Suasana di luar masih ramai terutama di depan apartemen milik Davian. Zain langsung saja memasang masker nya agar bisa menutupi wajahnya. Sementara sebuah jaket cerita tudung ia kenakan sehingga Zain terlihat misterius. Tetapi dengan begitu mungkin saja para fansnya tidak akan tahu. Meski pun mereka mengejar Davian, tetapi jika bertemu dengan Zain tetap saja. Mereka akan berlebihan.
Sampai akhirnya Zain pun merutuk ketika kembali ingat sesuatu, "dasar bodoh sekali aku! Aku harus menemui Lousia.” Pria itu langsung saja pergi dengan langkah cepat.