Menghilang dari satu tempat ke tempat lain yang ada di alam bangsawan langit. Raizel masih belum mendapatkan tempat yang menurutnya pas, berpikir dan melihat sekeliling, Raizel mendengar suara nyanyian burung berkicau.
Seketika pikirannya melayang dan mengingat jika dirinya pernah mengalami hal yang sama, Raizel mencoba menggali semua ingatannya. Dan menemukan jika di bumi lah tempat dimana dirinya pernah mengalami hal seperti itu.
Dengan menggerakan tangannya, seperti sedang menjentik. Raizel seketika itu pun sudah berada diatas lautan, dimana tempat itu merupakan perbatasan antara alam bangsawan dan alam manusia.
Kali ini Raizel telah ada dibumi. Raizel pun terbang dengan perlahan menuju daratan, dia mengedarkan pandangannya sejauh mata memandang. Namun, hanya hamparan luas yang terlihat saat ini.
Merasa tempat yang di datanginya tidak memungkinkan. Raizel pun terus terbang Sampai dirinya menemukan sebuah bangunan tua yang sangat kuno.
"Apakah ini tempat para manusia itu meneliti sumber kekuatan."Gumam Raizel.
Merasa tidak ada tanda-tanda kehidupan didalam bangunan itu. Raizel memilih untuk menjadikan tempat itu sebagai tempatnya tertidur.
Raizel mengeluarkan sebuah kotak dari dalam sakunya. Dengan kekuatannya, kotak itu berubah menjadi sebuah peti mati, Raizel masuk dan mulai memejamkan matanya.
Bersamaan dengan mata raizel yang terpejam, pintu peti mati itu pun tertutup dengan perlahan, Raizel pun tertidur didalamnya.
***
Lima puluh tahun berlalu semenjak Raizel tertidur didalam peti mati, kegemparan terjadi di alam para bangsawan langit. dimana saat ini Lord kaum bangsawan dan para kepala keluarga setianya memilih untuk tidur abadi.
Hanya Satu orang kepala keluarga yang tidak di ijinkan untuk ikut memasuki tidur abadi oleh sang Lord, mengingat para penerus mereka belum mampu untuk mengemban tugas berat di kemudian hari.
***
Frank yang selama ini sibuk dengan penelitian dan uji cobanya, tidak tahu menahu dengan kehebohan yang terjadi di alam kaum para bangsawan. walaupun dirinya tinggal di alam yang sama, akan tetapi Frank hampir sama sekali tidak pernah keluar dari mansion.
Apalagi semenjak Tuannya raizel tertidur, Frank hanya fokus pada pekerjaannya. hari-hari nya hanya berkutat di ruang bawah tanah mansion itu.
Hari ini, frank yang baru selesai dari pekerjaannya keluarga dari ruang penelitian, dia berniat memeriksa peti mati yang di jadikan tempat tertidur oleh Tuannya.
Namun saat baru saja tiba di ruangan para tamu, Frank di kejutkan dengan kedatangan dari Gilbert, salah satu kepala keluarga yang menolak untuk tidur abadi.
"Frank apakah kau tahu dimana Tuan Raizel saat ini?"Tanya Gilbert
"Ada apa kau mencari Tuan ku, bukankah kau memiliki lord sebagai pemimpin mu,"sahut Frank dengan suara datar.
"Hmmm...untuk itulah aku mencari Tuanmu, karena aku yakin Lord bodoh itu pasti menyampaikan sesuatu sebelum tidur abadinya.
frank terkejut saat itu juga, dia menaikan alis Kananya beberapa detik sebelumnya kembali tenang. lalu berkata."Maksudmu lord memilih untuk melakukan tidur abadi?
"Benar lord bodoh itu memilih untuk tidur abadi dan mengajak para kepala keluarga Lainnya untuk mengikutinya, dia hanya menugaskan pria tua bodoh itu untuk membantu Laura agar tumbuh menjadi kuat sebelum dia di nobatkan menjadi lord"Ucap Gilbert.
"Lantas kenapa kamu tidak mengikuti perintah Lord suta, apa kau masih ingin menikmati dunia ini. "tanya frank.
"Hahaha...aku bukanlah kepala keluarga bodoh seperti yang lainnya, tidak mungkin aku setia pada lord yang tidak membawa perubahan apapun selama ini, aku hanya setia dengan yang mulia Dobrantn saja."ungkap Gilbert.
"Bukankah Lord Suta adalah keturunan langsung dari yang mulia Dobrant, menurutku itu sama saja!
"Itu menurutmu, karena kamu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi selama dia menjadi lord,"Ujar Gilbert.
"Lalu apa yang kau cari di kediaman Tuanku ini" tanya Frank dengan suara dingin.
Suasana langsung mencekam saat itu juga, Frank sengaja membocorkan sedikit kekuatannya. dia hanya ingin memancing respon Gilbert saat merasakan ancaman.
"Nampaknya kekuatanmu bertambah besar, menurutku kamu adalah satu-satunya manusia yang gila akan kekuatan."Ucap Gilbert dengan wajah yang acuh.
***
Aula utama Kerajaan, hari ini sedang melakukan ritual pengangkatan lima kepala keluarga baru. jumlah total kepala keluarga yang menjadi pemimpin di alam bangsawan ada sembilan.
Namun, hari ini hanya lima orang saja yang akan di nobatkan sebagai kepala keluarga baru oleh kerajaan.
Kelima orang ini sudah di anggap layak untuk mengemban tugas sebagai kepala keluarga, kekuatan mereka pun sudah jauh di atas para bangsawan lainnya.
Berhubung dua dari sembilan kepala keluarga para bangsawan langit berkhianat, dan satu kepala keluarga yang belum siap untuk di nobatkan. Untuk itu hanya lima orang saja yang sedang melakukan ritual ucapara pengangkatan.
Ryu Jime, Kepala Keluarga Ryu.
Rafael, Kepala Keluarga Razak.
Hyuga, Kepala Kelurga Takumi.
Vidal, Kepala Keluarga Saint.
Dan Lucas, Kepala Kelurga Shin.
Kelima orang inilah, yang sudah dianggap sudah siap untuk menjadi seorang Kepala Kelurga. Walaupun seharusnya masih memerlukan beberapa ratus tahun lagi, namun keadaan yang memaksa. mereka segera mengambil alih posisi Kepala Kelurga.
Sedangkan untuk posisi Kepala Keluarga Boremia, saat ini belum terlihat keturunan dari Boremia yang mampu untuk segera di jadikan kepala keluarga, hal itu di karenakan. Dua keturunan Boremia sejati masihlah berumur di bawah dua ratus tahun.
Cici anak tertua dari Kepala Kelurga sebelumnya, masih berumur seratus lima puluh tahun. Dia baru saja melakukan upacara peremajaan nya, dan masih perlu banyak pengalaman untuk menjadi seorang kepala keluarga.
"Aku Hanson Kepala Kelurga Rokie, mewakili Kaisar Kaum Bangsawan Langit. Mengangkat lima orang keturunan dari lima keluarga bangsawan, untuk menjadi kepala keluarga yang baru. mereka akan melakukan tugas yang di tinggalkan oleh kepala keluarga sebelumnya.
"Adapun proses pengangkatan ini, Sudah di setujui dan memenuhi syarat yang di tetapkan oleh kerajaan. Maka dari itu Aku Hanson mengesahkan Lima orang menjadi Kepala Kelurga penjaga setia Kerajaan."Teriak Hanson yang saat itu juga mengeluarkan aura kebangsawanannya.
"Kami siap menerima tugas ini, dan berjanji akan selalu setia pada kerajaan dan Lord yang baru! "jawab serempak lima orang kepala yang baru saja di angkat.
"Bangkitlah, kita harus menjaga Putri Kirana, karena dia saat ini belum mampu untuk menjadi seorang lord, maka dari itu aku yang di tugaskan untuk membimbing kalian semua, sebelum aku memasuki tidur abadi."Ujar Hanson.
Selesai dengan prosesi upacara pengangkatan kepala keluarga bangsawan. Hanson memerintahkan beberapa kepala keluarga muda untuk melakukan beberapa tugas.
Hanson kemudian pergi ke mansion kediaman Raizel, dia ingin memastikan apakah Raizel sudah tertidur atau masih berada di Mansionnya.
Berjalan keluar dari aula kerajaan, Hanson menghilang saat sudah berada di halaman depan istana, dalam beberapa tarikan napas kemudian. terlihat Hanson sudah berada di perbatasan antara alam bangsawan dan alam manusia, dia berjalan kearah timur arah dimana mansion Raizel berada.
Sebuah mansion besar yang berdiri di salah satu area terlarang bagi para bangsawan, hal itu sengaja di lakukan oleh Lord sebelumnya. untuk membuat Raizel merasa nyaman berada di Mansionnya.
***
Didalam mansion, Gilbert yang sedang berbincang dengan Paul. seketika terdiam beberapa saat, dia langsung menoleh kearah selatan dan berkata. "Nampaknya aku harus segera pergi, aku tidak ingin membuat mansion ini kacau hanya karena pria tua itu.
Frank hanya terdiam tanpa ekspresi, dia sudah sangat paham dengan tabiat semua kepala keluarga yang ada. Di antara sembilan kepala keluarga para bangsawan, hanya Gilbert dan Hanson yang selalu bertarung jika mereka bertemu.
Perbedaan visi dan cara pandanglah yang membuat keduanya selalu bersitegang. Namun demikian mereka tidak pernah bertarung dan membuat kekacauan yang besar.
Selepas kepergian Gilbert, tak lama Hanson pun tiba. Dia datang seperti bayangan dan menampakkan dirinya di hadapan frank.
Aku merasakan aura Gilbert pengkhianat itu, apakah dia baru saja pergi dari sini? "Tanya Hanson seketika itu pula.
Dengan wajah datar dan suara yang malas, Frank berkata. "Benar, dia baru saja pergi beberapa saat yang lalu. Diam sejenak, Frank kembali bertanya."Lantas apa keperluan mu datang ke mansion ini.