Mendengar pengakuan dan pertanyaan dari frank, Hanson memicingkan matanya sangat dalam. Dia bertanya-tanya maksud tujuan Gilbert datang ke mansion raizel untuk apa, namun dengan adab dan gengsi yang tinggi. Hanson pun menahan rasa ingin tahunya.
Sementara Frank yang menyadari hal itu hanya tersenyum kecut, dia tidak menghiraukan apa yang di tunjukan oleh Hanson, baginya hal itu sangatlah tidak berguna.
Berjalan ke arah dapur, frank pun kembali lagi sambil membawa dua cangkir teh hangat. Sebagai tuan rumah yang baik, frank harus menyambut siapapun yang datang berkunjung tanpa terkecuali.
Itulah prinsip yang ada dalam diri frank, dia tidak menghiraukan segala urusan yang ada di luar mansion ini. Frank pun tidak ingin ikut campur dengan urusan para bangsawan langit ini.
Dia hanya akan turun tangan jika Tuannya memerintahkan dirinya, jika tuannya tidak memintanya. maka frank pun hanya akan diam saja.
"Apa tujuanmu datang kemari Hanson."Tanya Frank pada Intinya.
"Ah, aku sampai lupa dengan tujuanku datang kemari! aku ingin bertanya. apa Tuan Raizel sudah tertidur atau masih ada di ruangan nya. "Tanya Hanson dengan suara sangat serius.
"Mengapa setiap orang yang datang hanya menanyakan hal itu? apakah Tuanku harus melapor pada kalian apa yang ingin dia lakukan. "tanya frank dengan wajah yang dingin.
"Hmmm.... aku tidak ada maksud apapun, namun saat ini Lord sudah tertidur, dan aku hanya ingin memastikan kondisi Tuan raizel saja."ujar Hanson sambil mengangkat cangkir tehnya kembali.
"Aku tidak tahu, karena aku pun baru saja selesai dengan pekerjaanku. jadi aku belum bertemu dengan tuanku."Ujar Raizel.
***
Waktu berlalu begitu saja, Frank mencari tuannya ke setiap penjuru dunia. Namun setelah ratusan tahun berlalu, dia belum mampu menemukan lokasi tuan nya.
Frank pun memilih untuk kembali kebumi, untuk sementara dia akan kembali ke mansion tuannya setiap lima tahun sekali, dia mengira jika tuannya saat ini tertidur di bumi.
Bukan tanpa alasan Frank berpikir seperti itu, sebelumnya dia sempat mendengar keinginan tuannya untuk tinggal di bumi, Raizel merasa nyaman dengan suasana bumi yang tenang.
Dengan sikap dan kepribadian raizel yang pendiam dan dingin, memang sangat cocok berada di tempat yang sunyi dan jauh dari kemaraian.
Saat awal bertemu dengan Raizel. Frank sempat heran dan bingung dengan tuannya, karena selama dirinya tinggal di mansion itu. Dia tidak pernah melihat tuannya keluar mansion jika tidak ada panggilan dari aula kerajaan.
kebanyakan orang yang ingin bertemu dengannya akan datang sendiri ke mansion, itulah yang sering di lakukan oleh semua kepala keluarga, Cindaka atau pun lord Suta sekalipun.
***
Di bumi.
Setelah 1000 tahun berlalu, kemajuan bumi saat ini sangat pesat dan maju. dimana teknologi adalah segalanya, saat ini kekuatan di bumi pun semakin berkembang.
Itu bisa terlihat dengan banyaknya ahli beladiri dan kultivator, ada pula manusia genetik hasil rekayasa para ilmuan. kekuatan di bumi ini menjadi hal yang sangat di pentingkan.
Walaupun terlihat kemajuan yang sangat pesat, namun satu hal yang tidak bisa di rubah, dimana kekuatan adalah segalanya, semua orang mengejar kekuatan yang sangat besar.
Bahkan untuk orang-orang kaya, mereka rela mengeluarkan biaya besar agar mendapatkan kekuatan besar pula.
Di salah satu bangunan kuno yang saat ini sudah di rubah sedemikian rupa menjadi museum, terlihat tiga orang yang berjalan mengendap-endap, mereka seperti sedang mencari sesuatu didalam museum.
"Rokie, sepertinya peti mati ini akan bernilai tinggi, lihat lah ukiran yang terdapat di peti mati ini."Ujar Santana salah satu pria dari kelompok tiga orang itu.
Orang yang di panggil Rokie pun seketika mendekat, dia meraba peti mati dengan perlahan, lalu berseru. "ini sebuah mahakarya yang istimewa, maka dari itu pemerintah menempatkan peti mati ini di museum.
"Cepat pikirkan cara untuk membawa peti mati ini keluar, kita akan kaya jika berhasil menjualnya. "Kata pria pertama sambil menatap penuh keserakahan.
"Kamu pun ikut berpikir, jangan hanya bisanya memerintah saja Sonu."Ucap Rokie. lalu menegaskan. "Begini! Aku akan mencari rantai, sementara kau dan Excel memeriksa sekitar.
"Ide bagus, ayo cepat bergerak sebelum ada orang yang mengetahui kita.",Ujar Excel.
Ketiga orang itu pun bergegas menyiapkan segala hal, mereka tidak tahu jika isi didalam peti mati itu adalah Raizel, salah satu keturunan bangsawan murni, orang terkuat dari kaum bangsawan langit.
Beberapa saat kemudian, ketiga orang itu sudah kembali didepan peti mati, mereka segera melancarkan rencana mereka untuk merampok peti mati tersebut.
Dengan perlahan, ketiga orang itu pun menarik keluar peti mati Raizel. Mereka mengeluarkan segenap kekuatan fisik mereka bertiga, namun peti mati itu hanya bergeser sedikit saja.
"Gila! terbuat dari apa peti mati ini, kenapa begitu berat sekali."Ucap Sonu.
"Apa didalamnya terdapat harta Karun yang sangat banyak?"Terka Excel.
"Mengapa kita tidak membongkar saja peti ini dan mengambil isinya. "cetus Rokie.
"Kenapa kamu baru bicara, ayo cepat kita bongkar saja petinya."Ujar Sonu, dia langsung mengeluarkan pencungkil dan perkakas lainnya.
Ketiganya pun berusaha dengan keras untuk membongkar peti mati, namun segala cara yang sudah mereka lakukan. Peti mati itu nampak tidak bergeming sama sekali.
Tiga jam waktu yang mereka habiskan untuk membongkar peti mati yang ada di depan mereka. Selama itu pula, tidak ada perkembangan yang berarti.
Sampai suara penjaga museum pun terdengar berpatroli, sontak ketiga orang itu panik, mereka bergegas pergi tanpa memikirkan apapun lagi.
beberapa saat setelah kepergian dari tiga orang yang akan merampok peti mati raizel, penutup atas peti mati terbuka dengan sendirinya dan terjatuh di lantai.
"krek...! bruak!"
Aura keagungan langsung keluar dari dalam peti mati, di dalam nampak raizel masih memejamkan matanya, dia tertidur lengkap dengan pakaian kebangsawanan berwarna hitam dengan garis emas di bagian tengah dan lengannya.
Beberapa saat kemudian raizel pun membuka matanya, dia bangkit dan keluar dari peti mati. Namun tatapannya kosong saat melihat sekeliling yang menurutnya sangat berbeda.
Mencoba mengingat tempat terakhir kalinya dia berada sebelum tertidur, raizel berjalan kearah jendela dan melihat kearah luar.
"Kenapa tempat ini sangat berbeda dengan dulu, sudah berapa lama aku tertidur, "gumam Raizel lirih.
Membuka jendela dan melangkah keluar, raizel melihat temaran lampu kota yang sangat terang menghiasi jalanan, dia pun seketika memicingkan matanya, bingung dengan apa yang di lihatnya.
***
Sementara itu, di tempat lain yang masih di bumi. Frank yang saat ini mengabdikan dirinya, untuk berbuat hal yang bermanfaat bagi semua orang. Sedang duduk sambil menatap layar laptop.
Dia melihat beberapa berita terupdate yang beredar di internet, saat dirinya sedang serius. dia langsung menengakkan badanya, kacamata yang melingkar dia pegang dan berkata. "Tuan..!
Frank merasakan jika Tuannya saat ini telah terbangun, namun dia tidak bisa menebak keberadaan tuannya. karena hanya Raizel sendiri yang bisa mengetahui keberadaan Frank dengan auranya saja.
Itu dikarenakan Frank sudah berjanji setia, jika dirinya akan mengabdikan hidupnya untuk raizel. Walaupun tidak melakukan perjanjian darah, namun jiwa mereka terhubung satu sama lain.
Karena hal itu pula. Kekuatan liar yang ada di tubuh Frank berhasil di tekan dengan teknik dari raizel, karena jika kekuatan itu di biarkan. Maka frank akan kehilangan kesadarannya.
Raizel memberikan segel jiwa pada frank, kekuatan itu bisa di gunakan oleh Frank kembali. jika raizel memberikannya ijin, dan itu pun masih tidak bisa seratus persen.
"Tuan sudah terbangun,"Ujar frank yang langsung bangkit dari tempat duduknya.
Dia langsung berjalan keluar dan melemparkan Jas ilmuwan miliknya.
",Aku harus segera kembali ke mansion!
Seketika itu juga, Frank melesat kearah lautan dengan sangat cepat, dia tidak ingin terlambat dan membuat Raizel menunggu.
**
Di alam bangsawan langit.
Hanson yang berada di dalam ruang kerjanya pun, merasakan aura kebangkitan seorang bangsawan murni. Hanson menatap jauh kerah jendela dengan tatapan terkejut.
"Apa Tuan raizel sudah bangun."gumam Hanson lirih.