Jessica sudah sampai dirumahnya namun perasannya masih melayang ketika ciuman atau itu hanya sebuah kecupan yang diberikan oleh laki-laki asing kepadanya.
Jujur ini adalah kali pertamanya dicium oleh laki-laki, bahkan ketika masih ada mendiang ayahnya dia hanya mencium pipinya, dan justru kejadian tadi sedikit membuat hatinya merasakan perasaan aneh.
Paginya Jessica sudah rapi dengan baju kerjanya, dia kembali membawa bekal ke tempatnya bekerja karena dia malas sekali jika harus makan dengan ibu tirinya juga pria yang berbeda dengan malam sebelumnya.
"Kenapa Jes, ko kamu melamun gitu?" Tanya Amy yang melihat sang sahabat tengah asik dalam lamunannya.
"Ngak papa ko, oh iya untuk acara malam jadinya kita semua ikut?"
"Iya, lagian kan pramusajinya sedikit jadi bos ingin kita hadir, lumayanlah bisa nambah uang lembur kita" Jessica mengangguk senang, malam ini restoran sudah di booking oleh seorang pengusaha yang akan mengadakan sebuah pesta, tentu saja Jessica senang karena tip yang akan dia peroleh lumayan besar sehingga dia bisa menabung untuk kuliahnya tahun depan.
Dia dan beberapa pramusaji lainnya sudah rapi dengan pakaian yang seragam, pesta yang diadakan oleh orang kaya sangatlah megah.
Dulu Jessica juga pernah merasakan hal seperti ini mengadakan pesta juga mengundang banyak orang, apalagi ayahnya yang sebagai pembisnis mempunyai banyak rekan-rekan yang berasal dari golongan atas.
Namun itu dulu kini semua kenangan indah itu dia harus kubur dalam-dalam, kerena memang setelah ayahnya bangkrut dia harus bekerja keras untuk memenuhi kehidupannya.
Jessica sangat merindukan masa-masa itu, dimana ada bunda dan ayahnya yang sangat menyayangi dirinya dan juga banyak orang yang menghormati keluarganya, andai saja Bundanya tidak mengalami tabrak lari, juga ayahnya tidak mengalami kebangkrutan mungkin dirinya masih bisa bersama dengan keduanya tersenyum bahagia seperti keluarga yang ada di depannya.
Dia melihat keluarga kaya yang sedang merayakan pesta, dengan melihat mereka Jessica kembai teringat akan masa indahnya dulu.
"Jes, kamu ke ujung sana ajah, disana kerjanya ngak banyak, aku liatin kamu dari tadi melamun terus" Amy melihat sahabatnya dengan sendu, dia tahu asal usul Jessica dan juga tragedi yang menimpanya.
"Makasih yah Amy" gadis itu mengangguk dan membiarkan Jessica pergi mengambil alih pekerjaannya.
Pesta semakin ramai dan juga para undangan yang sangat banyak, Jessica juga sempat kewalahan melayani para tamu yang berlalu lalang dihadapannya.
Jessica yang tengah bekerja dan melayani tamu dengan sebaik mungkin, kini dia bertemu kembali dengan pria yang memiliki netra biru, pria yang menciumnya kemarin malam kini berada di pesta, Jessica menyembunyikan diri agar pria itu tidak melihatnya, dia kembali bekerja dan melayani tamu dengan sedikit hati-hati.
Dia takut jika pri itu kembali menemuinya meskipun dia sadar bahwa apa yang lakukan oleh pria itu sangat salah namun tetap saja dia terpesona dengannya.
"Amy aku kebelakang dulu yah, lagian disini pramusajinya sudah banyak?" Amy mengangguk dan membiarkan Jessica pergi kebelakang.
Jessica bernafas lega karena dia merasa sudah aman dari pria yang dia jauhi, namun nyatanya salah Jessica lagi-lagi badannya di dorong ke tembok, dan dia melihat pria yang sama dan sedang dia dia hindari.
Senyum pria itu sangatlah menakutkan bahkan dia terlihat sinis ke arah Jessica yang ketakutan setengah mati.
"Mau menghindari aku hemm.." Ujar pria dihadapannya, Jessica menegang ketika pri itu mendekatkan wajahnya.
Dia menahan nafasnya dan meremas rok, wajah Jessica memerah dan ketakutan semakin menghujami hatinya.
"Jangan takut baby" Jessica merinding mendengar pri tersebut membisik ke arah telinganya bahkan dia bisa merasakan hembusan nafas dari pria itu.
"Mau apa lagi, sudah cukup apa yang kamu lakukan kemarin malam, saya mohon jangan ganggu aku" Jessica dengan lantang mengucapkan kalimat itu, namun pria itu mencengkram dagu Jessica dengan erat dan membuatnya meringis.
"Aku cuman mau kamu baby" Jessica ketakutan dia berusaha memberontak dari kekangan pria dihadapannya namun lagi-lagi gagal, hingga pria itu memangku dirinya.
"Lepaskan b******k!!" Jessica meronta-ronta tapi pria itu terus memangku jessica dan membawanya ke sebuah kamar yang berada di hotel tersebut, Jessica lupa jika pesta yang diadakan ini letaknya di hotel bintang lima, dia semakin takut dan berusaha untuk lepas dari pangkuan pria b******k dihadapannya, tapi tak bisa.
Tubuh Jessica dibanting kan keatas kasur yang besar dan juga empuk, Jessica menatap was-was pria dihadapannya yang sedang membuka jas dan juga dasinya.
"Kamu mau apa hah!"Jessica berteriak namun pria itu kini sudah mendekat dan merengkuh tubuhnya, Jessica kembali memberontak.
Pria itu menindih tubuhnya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Jessica, dengan perlahan pria itu mencium dan melumat bibirnya, Jessika ingin memukul pria itu namun dia tidak bisa karena badannya sudah dijepit oleh badan kekar milik pria tersebut.
Ciuman itu semakin kasa sehingga Jessica merasakan sakit di bibirnya yang di gigit oleh pria itu, dengan kasar baju Jessica dibuka bahkan di robek, Jessica menangis karena dirinya merasa hina atas apa yang terjadi.
"Jangan nangis sayang, kamu akan merakan nikmat setelah ini" Jessica masih terus saja menagis, apalagi ketika pria itu mencium dan menjilati tekuk nya,
dan kemudian berpindah kedua p******a yang sudah tergantung tapa sedikit helai benang.
Dengan berteriak kesakitan Jessica merasakan inti tubuhnya perih dan juga sebuah benda keras masuk dan merobek inti yang selalu dia jaga.
Jessica hanya bisa pasrah dan terus menangis sementara pria dihadapannya seperti tidak berperasaan menghujami miliknya dengan kasar.
Jessica merasa dirinya sangat hina kaena apa yang dia jaga selama ini sudah hilang dan di ambil oleh Pria yan bukan suaminya, bahkan pria itu tak berperasaan memperkosanya.
Pandangan mata Jessica seakan mengabur ketika dia sudah merasakan pelepasan, dia pun menutup matanya dengan banyak bekas air mata dan juga keringat di wajah cantiknya.
Pria yang masih berada di atasnya hanya tersenyum melihat gadisnya yang sudah kelelahan, namun pria itu masih tetap ingin menghujami inti sempit milik gadisnya dia tidak peduli meskipun gadis itu sudah tak sadarkan diri.
"Maafin aku baby, aku tidak tahan untuk memilikimu seutuhnya, kamu jangan khawatir setelah ini kita akan bersama selamanya" Pria itu mengecup kening Jessica engan penuh cinta, setelah pencarian selama beberapa tahun akhirnya dia menemukan gadisnya dan dia akan pastikan untuk memiliki dia seutuhnya dan dia tidak akan membiarkan gadisnya bersedih.
Pria tersebut merebahkan tubuhnya di samping Jessica, setelah merasakan pelepasan yang sangat puas, dia memeluk Jessica dan ikut tertidur disamping gadisnya.
Entah apa yang akan tejadi selanjutnya pria itu sangat mengobsesi kan Jessica sehingga membuatnya tidak ingn kehilangan gadis itu untuk kedua kalinya.