Bab 4: Konfrontasi di Kafe
"Rina... kamu sedang apa di sini?" tanya Arga terbata-bata, suaranya terdengar gugup. Ia segera berdiri, mencoba menutupi dokumen di atas meja.
Rina menatap Arga dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada kekecewaan yang mendalam di matanya, namun ia berusaha menahan diri agar tidak menangis di tempat umum. Ia mengalihkan pandangannya kepada wanita di samping Arga, yang kini duduk tegak dengan raut wajah mulai berubah.
"Seharusnya aku yang bertanya, Mas," kata Rina dengan suara bergetar namun tegas. "Siapa wanita ini, dan apa maksud dari ucapanmu barusan?"
Wanita itu tersenyum tipis, mencoba terlihat tenang. "Perkenalkan, saya Clara, rekan kerja Arga di kantor pusat. Kami sedang mendiskusikan proyek baru."
Rina mengangguk perlahan, lalu menatap tajam ke arah Arga. "Proyek baru? Sampai harus membahasnya di kafe berdua saja, dan membicarakan kehidupan pribadi kita?"
Arga tampak frustrasi. Ia mengusap wajahnya dengan kedua tangan. "Rina, jangan mulai membuat keributan di sini. Clara hanya rekan kerja yang sedang membantuku. Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan."
"Tidak perlu dikhawatirkan, Mas?" Rina akhirnya tidak bisa menahan air matanya. Bulir bening itu jatuh membasahi pipinya. "Aku melihatmu, mendengar apa yang kalian bicarakan. Kamu bilang hidup kita monoton. Apakah itu yang kamu rasakan selama ini?"
Arga terdiam, tak mampu berkata-kata. Clara pun memilih untuk berdiri dan mengambil tasnya. "Sepertinya saya harus pergi dulu. Maaf jika kehadiran saya membuat salah paham." Clara segera melangkah keluar dari kafe, meninggalkan sepasang suami istri itu dalam keheningan yang mencekam.