Sony masih dapat tersenyum ketika memasuki ruang pertemuan. Nindy memandang senyum itu dan bertanya-tanya berapa lama seseorang harus berlatih untuk tetap terlihat tenang saat pesan-pesannya sendiri sudah berada di tangan orang lain.
Andromeda duduk di ujung meja. Alex berada di sisi lain, sementara seorang perwakilan bagian kepegawaian hadir untuk mencatat urusan yang berkaitan dengan pekerjaan. Pembicaraan mengenai identitas pribadi Alex tidak dibawa ke luar kebutuhan pertemuan.
Yang harus dijelaskan Sony adalah perekrutan dengan tugas tersembunyi, pembayaran, serta penyalahgunaan hubungan kerja untuk mendapatkan informasi tentang seorang kolega.
Sony menyebut bantuannya kepada Nindy sebagai bentuk kepedulian. Ia mengatakan permintaan informasi telah dibesar-besarkan karena gadis tersebut belum berpengalaman bekerja di perusahaan.
Nindy menahan diri agar tidak menyela.
Andromeda memintanya menunggu giliran, lalu menunjukkan bagian percakapan yang telah diberikan dengan persetujuannya. Ada permintaan hasil. Ada batas waktu. Ada hubungan antara pembayaran berikutnya dan kemajuan tugas.
"Ini bukan sekadar rekomendasi calon sekretaris," kata Andromeda.
Sony mengubah posisi duduk. "Saya khawatir ada hal yang dapat merugikan perusahaan."
"Kalau ada kekhawatiran pekerjaan, sampaikan melalui tanggung jawabmu. Bukan dengan membayar orang untuk menyelidiki kehidupan pribadi."
Nindy melihat jari Sony menekan tepi meja. Ia teringat bunyi ketukannya ketika menagih laporan, lalu segera mengembalikan perhatian pada pertanyaan yang ditujukan kepadanya.
Ia menjelaskan bagian yang diterimanya melalui pesan dan bagian yang hanya diucapkan langsung. Ketika tidak mengingat kata persis, ia mengatakan demikian. Ia tidak mencoba membuat keterangannya terdengar lebih kuat daripada yang dimiliki.
Sony akhirnya menoleh langsung kepadanya.
"Kamu menerima tawarannya dengan sadar."
"Iya," jawab Nindy. "Saya tidak pernah bilang dipaksa menerima."
Kalimat itu membuat pria tersebut terdiam sebentar.
Nindy melanjutkan, kali ini dengan suara lebih mantap. "Saya menerima karena membutuhkan uang. Sekarang saya mengakui itu salah. Tapi kesalahan saya tidak mengubah permintaan Bapak menjadi sesuatu yang tidak pernah terjadi."
Alex tidak bergerak, tetapi tatapannya singgah pada gadis itu lebih lama.
Pertemuan berlangsung sampai semua keterangan awal dicatat. Andromeda tidak mengumumkan seluruh persoalan selesai hanya karena Sony gagal memberi penjelasan yang meyakinkan. Ada pemeriksaan pekerjaan dan transaksi yang tetap perlu dilakukan.
Sementara itu, Sony tidak diperbolehkan memberi instruksi langsung kepada Nindy di luar alur yang ditentukan. Urusan yang berkaitan dengan dirinya akan melalui pihak yang ditunjuk Andromeda selama pemeriksaan berlangsung.
Pengembalian uang juga dibahas secara terpisah. Bagian yang belum terpakai dapat dikembalikan lebih dahulu melalui cara yang tercatat. Untuk sisanya, Nindy dan keluarganya akan menyampaikan kemampuan yang nyata setelah pembahasan yang diperlukan. Tidak ada janji pelunasan mendadak dengan uang yang belum dimiliki.
Alex tidak menawarkan membayar semuanya.
Nindy merasa takut menghadapi jumlah yang masih tersisa, tetapi juga lega karena kesalahannya tidak langsung dipindahkan menjadi utang baru kepada orang yang telah dikhianatinya.
Setelah Sony meninggalkan ruangan, Andromeda berbicara mengenai posisi Nindy. Ia tetap bekerja selama penilaian berlangsung, dengan tugas yang dibatasi dan hasil yang diperiksa. Kejujurannya sekarang dipertimbangkan, tetapi tidak menghapus alasan mengapa kepercayaan terhadapnya harus dibangun ulang.
Nindy menerima keputusan itu tanpa menawar.
Di luar, ia berdiri dekat jendela koridor dan menghubungi Roy. Ia menjelaskan hasil pertemuan, lalu mendengar ayahnya meminta agar mereka menghitung kembali kemampuan pengembalian malam nanti.
"Pulang dulu setelah selesai kerja. Kita bicarakan di rumah."
Nindy mengangguk, kemudian tersenyum pada kebodohannya sendiri. Ayahnya tentu tidak bisa melihat anggukan tersebut.
"Iya, Pa."
Masalahnya belum selesai. Tetapi kini ada orang lain yang membantu memikirkan jalan keluar tanpa memintanya menjual rahasia baru.
Sebelum kembali ke meja, Nindy masuk ke toilet dan mencuci muka. Ia menatap pantulannya beberapa saat, memastikan matanya tidak terlalu merah. Biasanya ia akan memoleskan sedikit bedak agar terlihat segar. Siang itu ia hanya merapikan poni dan menarik napas.
Pekerjaan masih menunggu. Tidak ada alasan membawa seluruh isi ruang pertemuan ke setiap orang yang ditemuinya.
Ketika Alex kembali ke lantai tiga, Nindy sudah menyiapkan ringkasan tugas hari itu. Ia menyerahkannya dan menunggu pria tersebut membaca. Satu waktu rapat perlu diperbaiki karena perubahan dari pihak lain. Nindy mencatat tanpa mencoba membela versi sebelumnya.
"Saya perbarui sekarang, Pak."
Alex mengangguk. Ia hendak masuk ketika gadis itu memanggil pelan.
"Terima kasih karena tidak membicarakan urusan keluarga saya lebih dari yang diperlukan di pertemuan tadi."
Pria itu menatapnya. "Mereka bukan orang yang membuat kesepakatan dengan Sony."
Nindy menekan bibir, lalu mengangguk. Ia tidak meminta Alex mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Kalimat seperti itu belum mempunyai dasar.
Sebagai gantinya, ia memberi tahu bahwa bagian uang yang tersisa sedang dipisahkan dan keluarganya akan menyampaikan rencana setelah benar-benar menghitung kemampuan mereka. Alex meminta urusan tersebut diteruskan kepada pihak yang menangani pencatatannya agar tidak ada pesan yang tercecer.
Percakapan mereka selesai di sana. Tidak hangat, tetapi jelas.
Nindy kembali duduk. Ia mengubah jadwal, menyimpan versi terbaru, dan memberi tahu pihak yang berkepentingan. Di atas meja, telapak tangannya bergerak tanpa rasa sakit saat mengetik.
Ia melihatnya sebentar, kemudian kembali bekerja. Bekas luka itu memang sudah hilang. Akibat pilihannya sendiri memerlukan waktu yang lebih panjang untuk diperbaiki.
°°°°°
Alex kembali menemui Andromeda pada sore hari. Di atas meja sudah ada beberapa catatan pekerjaan lama yang dikumpulkan dari administrasi, sebatas yang memang menjadi arsip perusahaan. Laras juga telah dihubungi dan bersedia membicarakan informasi yang berkaitan dengan hari-hari terakhir suaminya pada waktu berikutnya.
Belum ada barang pribadi yang diambil atau kesimpulan tentang kecelakaan.
Alex membuka jadwal kerja yang sebelumnya pernah ditangani Refan. Sebagian isinya sangat biasa: perubahan rapat, kebutuhan perjalanan, dan urusan yang mendadak ditambahkan di antara dua kegiatan.
Ia mengenali kebiasaan Refan memberi catatan pendek agar tidak ada jadwal yang saling bertabrakan.
Lalu matanya berhenti pada sebuah pertemuan beberapa hari sebelum kecelakaan.
Refan tercatat akan membicarakan kelengkapan pengeluaran kegiatan dengan bagian pemasaran. Nama Sony berada di sana sebagai pihak yang dituju.
"Ini pertemuan pekerjaan," kata Andromeda sebelum Alex bersuara. "Belum berarti apa-apa di luar itu."
Alex mengangguk. "Saya tahu."
Sekretarisnya dapat berhubungan dengan banyak bagian. Sony memimpin pemasaran. Nama tersebut bisa muncul dalam jadwal tanpa menyimpan niat buruk sedikit pun.
Namun, Alex belum mengetahui apakah pertemuannya terlaksana atau apa yang kemudian dibicarakan.
Ia tidak akan menebaknya.
"Kita cari keterangan mengenai urusan ini," katanya sambil menunjukkan catatan itu. "Apa pekerjaannya selesai, siapa yang menerimanya, dan apakah ada tindak lanjut."
Andromeda mengangguk, lalu memisahkan halaman yang perlu diperiksa lebih lanjut tanpa mencabutnya dari urutan catatan.
Di luar, bunyi pintu lift terdengar. Pegawai mulai pulang, membawa tas dan rencana malam masing-masing.
Alex tetap duduk, memandang tulisan yang ditinggalkan seseorang yang tidak lagi bisa ditanyainya langsung.
Nama Sony ada di sana.
Kali ini sebagai pertanyaan, belum sebagai jawaban.
°°°°°