Keputusan perusahaan disampaikan kepada Sony melalui pertemuan resmi. Setelah pemeriksaan dan kesempatan memberikan penjelasan, Andromeda memutuskan mengakhiri kedudukannya sebagai direktur pemasaran. Penanganan kerugian serta dugaan penyalahgunaan dana diteruskan melalui pihak yang ditugaskan, terpisah dari urusan pembayaran pribadi kepada Nindy.
Sony mendengarkan dengan wajah tertutup.
Ia masih membantah sebagian kesimpulan, tetapi tidak dapat mengubah pesan instruksi, nilai pekerjaan yang dikonfirmasi, serta jalur pembayaran yang telah diperiksa menjadi dokumen yang berbeda.
Andromeda tidak menyampaikan keputusan itu sebagai pertengkaran keluarga. Jabatan Sony mempunyai tanggung jawab, dan yang diperiksa adalah tindakan yang dilakukan melalui jabatan tersebut.
Setelah penjelasan selesai, pengambilan barang pribadi dan penyerahan urusan kerja diatur. Sony tidak lagi bebas memberi arahan kepada tim seperti sebelumnya.
Nindy mengetahui perubahan tersebut melalui informasi yang memang perlu diterima pegawai. Ia tidak ikut menyaksikan rincian pertemuan. Di meja, ia memperbarui alur pengiriman berkas agar tidak ada pekerjaan baru yang salah diteruskan.
Tangannya sempat berhenti ketika melihat nama Sony pada daftar lama.
Pria itu pernah terlihat seperti jawaban untuk seluruh masalah keluarganya. Kini namanya harus dihapus dari jalur persetujuan tertentu, sementara akibat tawarannya masih tinggal dalam hidup Nindy.
Ia menyimpan daftar lama sesuai ketentuan kerja, lalu memakai versi yang baru.
°°°°°
Sebelum meninggalkan gedung, Sony meminta berbicara dengan Alex dan Andromeda. Pertemuan dilakukan singkat setelah urusan resmi selesai, tanpa membawa Nindy ke dalam ruangan.
Sony mengeluarkan salinan sebuah foto dari map pribadinya. Foto itu memperlihatkan kegiatan perusahaan puluhan tahun sebelumnya. Ada wajah Andromeda yang jauh lebih muda, beberapa orang yang tidak lagi bekerja di sana, dan Alex yang hampir tidak berbeda dari pria di depan Sony sekarang.
"Kalian pikir saya mulai curiga tanpa alasan?" tanyanya.
Alex memandang foto tersebut. Ia mengenali hari itu, meskipun sudah lama tidak memikirkannya. Andromeda juga mengenal gambar yang pernah menjadi bagian dokumentasi lama perusahaan.
Sony mengatakan pernah melihat foto itu ketika mencari bahan riwayat perusahaan. Pada awalnya ia mengira pria di samping Andromeda adalah kerabat Alex. Namun, tidak ada penjelasan yang memuaskan rasa penasarannya setelah ia membandingkan lebih banyak hal yang dilihat sehari-hari.
Itulah sebabnya ia menginginkan seseorang berada sangat dekat dengan Alex.
Foto dapat diperdebatkan. Kecurigaan mengenai penampilan dapat ditertawakan. Sony membutuhkan sesuatu yang tidak mudah dijawab dengan kemiripan keluarga.
"Makanya kamu membayar Nindy," kata Alex.
"Saya ingin tahu siapa sebenarnya yang dipercaya memimpin perusahaan ini."
Andromeda menatapnya. "Dan ketika diminta menjelaskan uang kegiatan, kamu justru kembali membicarakan wajah Alex."
Sony tersenyum keras. "Bapak sudah tahu, kan? Sejak dulu?"
Tidak ada jawaban yang membenarkan tuduhannya. Alex juga tidak menunjukkan kemampuan apa pun, meskipun Sony terus memandang tangannya seperti menunggu reaksi yang dapat dibawa pulang.
"Pertanyaanmu tentang saya tidak membuat laporan pengeluaran menjadi benar," ujar Alex.
Sony meletakkan foto itu kembali ke map. Ia menanyakan apa yang akan terjadi jika orang di luar perusahaan melihatnya dan mulai mengajukan pertanyaan yang sama.
Ancaman tersebut tidak disampaikan dengan suara keras. Justru ketenangannya membuat Andromeda semakin serius.
"Kalau kamu ingin menyampaikan keberatan terhadap hasil pemeriksaan, gunakan jalur yang sudah dijelaskan," katanya. "Jangan menjadikan kehidupan orang lain sebagai alat menekan keputusan ini."
Sony berdiri. Ia tidak mendapatkan perubahan keputusan, tidak pula pengakuan yang selama ini dicari. Sebelum keluar, ia menatap Alex sekali lagi.
"Saya belum selesai dengan pertanyaan saya."
Alex membiarkannya pergi tanpa membalas ancaman. Sesudah pintu tertutup, barulah ia menyandarkan punggung dan memandang Andromeda.
"Dia punya salinannya," katanya.
Andromeda mengangguk. Mereka tidak dapat membuat orang lain melupakan sesuatu hanya dengan berharap. Ancaman itu perlu dicatat dan dihadapi dengan tenang. Urusan perusahaan juga tetap harus berjalan tanpa mengarang cerita baru untuk menutup pelanggaran Sony.
Di luar, langkah pegawai terdengar seperti biasa. Tidak seorang pun mengetahui betapa berbeda arti sebuah foto lama bagi dua orang di dalam ruangan.
Andromeda melepas kacamatanya. "Itu acara peresmian kantor lama. Saya masih ingat jas yang saya pakai. Istri saya bilang warnanya mengerikan."
Alex memandangnya sekilas. "Memang mengerikan."
"Kamu bisa mengatakannya waktu itu."
"Saya sudah mengatakan. Kamu tetap memakainya."
Senyum Andromeda muncul sebentar, lalu menghilang. Di dalam foto yang sama, rambutnya masih hitam dan bahunya lebih tegak. Bagi Sony, gambar itu merupakan ancaman. Bagi Andromeda, gambar itu juga menyimpan orang-orang yang tidak bisa lagi diajak bertengkar mengenai warna jas.
"Saya tidak ingin seluruh dokumentasi lama dibuang," katanya.
Alex menggeleng. "Saya juga tidak memintanya."
Ia telah terlalu sering meninggalkan tempat untuk menghindari pertanyaan tentang wajahnya. Berpindah selalu tampak mudah bagi orang yang hanya melihat keberangkatannya. Mereka tidak melihat kebiasaan kecil yang harus dilepas, nama yang berhenti dipanggil, atau pekerjaan yang akhirnya diserahkan kepada orang lain sebelum ia sungguh ingin pergi.
Kali ini ia bahkan belum selesai belajar menerima sekretaris baru.
"Jangan mengambil keputusan pergi malam ini," ujar Andromeda, seolah mengenali arah diamnya.
"Saya belum mengatakan akan pergi."
"Kamu biasanya tidak banyak bicara sebelum melakukannya."
Alex melipat kedua tangan. Ada kebenaran dalam teguran itu yang membuatnya enggan langsung menjawab. Akhirnya ia mengatakan bahwa ia akan tetap datang bekerja besok. Perkara foto akan mereka bicarakan lagi setelah mengetahui tindakan Sony berikutnya, tanpa menganggap semua pegawai sudah melihat sesuatu yang belum disebarkan.
Andromeda memakai kacamatanya kembali. Untuk hari itu, janji sederhana tersebut cukup membuatnya beranjak dari kursi tanpa terus menoleh ke belakang.
°°°°°
Alex memberitahukan kepada Nindy bahwa Sony kini dapat lebih keras mencoba meminta keterangan. Ia tidak menunjukkan foto atau membuka semua isi pembicaraan, tetapi meminta gadis itu melaporkan jika dihubungi mengenai rahasianya.
Nindy mengangguk. "Saya gak punya bukti baru untuk dia."
"Kamu punya pengetahuan. Itu juga yang mungkin akan dicari."
Gadis itu terdiam sebentar. Ia memahami perbedaannya. Sekarang ia mengetahui usia, kemampuan, serta orang-orang yang tahu tentang Alex. Tidak semua hal perlu difoto untuk membahayakan seseorang.
"Saya tidak akan menceritakannya," katanya.
Alex menatapnya. Dahulu jawaban Nindy mungkin akan segera diterima atau diabaikan sebagai ucapan seorang pegawai. Kini ia menilai kalimat itu bersama hal-hal yang telah dilakukannya setelah mengaku.
Belum seluruh keraguan hilang.
Tetapi gadis itu telah menolak kesempatan mengubah keterangan, mulai mengembalikan uang, dan tidak menyembunyikan kejadian aneh berikutnya.
"Saya akan melihat dari tindakan kamu," katanya.
Nindy mengangguk tanpa tersinggung. "Itu lebih masuk akal daripada Bapak langsung percaya."
Ia kembali mengerjakan berkas, dan Alex masuk ke ruangannya.
Di meja, pulpen Refan masih berada pada tempat yang dapat dijangkau. Pria itu menyentuhnya sebentar sebelum mulai membaca pekerjaan berikutnya.
Sony kehilangan jabatannya hari itu.
Namun, foto yang dibawanya membuat Alex mengerti bahwa kehilangan jabatan belum tentu membuat seseorang berhenti mencari cara untuk melukai.
°°°°°