Sesampainya di lapangan, mereka melihat tugu nasional kota tersebut yang berdiri kokoh sejak dari beberapa puluh tahun sebelumnya. Berdiri ditengah taman kosong yang diberi jarak seperti taman bunga agar tak bisa dimasukki oleh sembarang orang. Pinggirannya dipagari pagar besi yang cukup tinggi, namun masih bisa dipanjat jika mereka mempunyai nyali untuk memanjatnya. Diluar pagar ada rute atau jalan melingkar yang mengelilingi tugu tersebut. Biasa orang orang melakukan aktifitas seperti lari pagi atau hanya sebatas duduk santai di sana.
"Al, mau balapan lari? kalo kamu menang aku kasih ice cream deh." Ajak Deon pada Allison dengan sok akrab.
"Ayo, siapa takut?!" terima Allison yang tak terima ditantang orang yang bahkan baru dikenalnya beberapa jam yang lalu.
Deon dan Allison pun bergegas menyiapkan diri untuk menerima tantangannya.
"Satu... Dua... Tiga... Mulai!" ucap Faye sebagai wasit setelah menunggu beberapa menit, melihat pemanasan mereka yang terkesan asal asalan.
"Kamu larilah duluan." Ucap Deon yang menyadari postur tubuh dia yang tinggi dan Allison hanya 3/4 dari keseluruhan tingginya, tanpa menunggu hasil akhirpun sudah dapat ditentukan pemenangnya siapa.
"Mengapa harus begitu?" tanya Allison kepada Deon dengan bingung merasa Deon sangat sombong dan yakin akan menang.
Tidak mendapat jawaban Allison pun berlari lebih dulu tanpa basa basi, berlari dengan semangat demi memenangkan pertandingan tidak resmi tersebut. Dia melihat ke belakang, Deon masih digaris awal dan tidak bergerak.
"Sombong sekali orang ini." Kata Allison dalam hati.
"Kak, Allison sudah jauh di sana kamu masih belum berlari?" bingung Ellyora yang melihat Deon masih bersantai belum ada gerakan untuk berlari.
"Santai aja, memberikan dia waktu 30 detik untuk berlari." kata Deon dengan sombong.
Faye yang mengenal Deon lebih dulu pun hanya tersenyum mendengar jawaban Deon. Ellyora hanya membalas dengan senyum bingung.
30 detik kemudian
Deon pun berlari mencoba untuk menyusul Allison, yang tidak terlalu jauh jaraknya dari Deon. Ellyora tengah kagum melihat Deon ternyata dapat berlari dengan cepat, dibalas cekikikan Faye.
"Nah, itulah mengapa aku hanya tersenyum ketika Deon menyombongkan diri." Kata Faye sambil meneruskan tawanya.
"Hahaha aku baru tau ternyata larinya dia cepat sekali." kata Ellyora sambil mengamati perlombaan lari mereka.
Disisi lain, Allison mulai panik karena posisinya sudah tersusul oleh Deon. Allison pun berpikir bagaimana cara mengalahkan Deon, dan terpintas dalam benaknya untuk memanjat pagar taman pada tugu ditengah tersebut.
"Wah aku tersusul, mungkin aku akan memanjat pagar ini untuk mengalahkannya." Pikir Allison kemudian dia langsung memanjat pagar tersebut dan melanjutkan larinya.
Deon yang terus berlari merasa bangga karena dia sudah berada jauh didepan. Ketika dia menoleh ke belakang, dia tidak melihat titik bentuk Allison. Dia berpikir apakah Allison tertinggal sangat jauh darinya. Tanpa menghiraukan masalah tersebut, dia pun melanjutkan larinya untuk membuktikan bahwa dialah pemenang dari perlombaan tidak resmi ini.
Beberapa menit kemudian,
Deon pun sampai digaris finish yang disambut meriah oleh Ellyora dan Faye.
"Nah, lihat kan siapa pemenangnya?" tanya Deon yang sedang menambahkan kapasitas besar pada kepalanya.
"Iya iya.. dari awal pun sudah terlihat kakak pemenangnya. Tapi kemana perginya Allison? mengapa tidak terlihat di rute perlombaan?" tanya Ellyora yang mulai cemas karena sahabatnya yang menghilang begitu saja.
"Ah, mungkin dia merasa lelah dan duduk dipinggiran taman untuk beristirahat sejenak nanti juga akan terlihat." Jawab Deon dengan tenang.
"Benar tuh, Allison kan tidak ada kemampuan berlari untuk lomba. Jadi, tidak ada aturan untuk tidak beristirahat ditengah perlombaan." Sambung Faye
Tak lama setelah percakapan mereka, Allison pun muncul dengan wajah bangga bercampur lelah dan nafas yang nyaris terputus.
"Dari mana kamu?!" tanya Ellyora dengan panik.
"Ku lihat lihat kamu sedang berusaha bermain licik ya. Sepertinya bukan ini jalur yang dijanjikan?" tanya Deon sambil mengejek Allison
"Huh.., tidak ada peraturan resmi dalam perlombaan ini, siapapun boleh melewati jalur apapun yang mereka mau. Bukan urusanmu aku mau lewat mana." Jawab Allison sambil cemberut dengan masih berusaha untuk melawan rasa lelahnya.
"Baiklah.. Baiklah... Mau bagaimanapun pemenangnya tetap aku." lanjut Deon sambil menyombongkan hasil perlombaan tidak resmi tersebut.
Allison pun tidak menghiraukan jawab Deon. Dia pun menoleh kepada Ellyora sambil memberi kode dia butuh minum. Ellyora yang sudah bersama dengan Allison dalam hitungan waktu yang cukup lama, mengerti benar dengan kode kode rahasia yang diberikan oleh Allison. Bahkan kadang dia berpikir apakah dia sudah cocok untuk menjadi seorang agen intel yang khusus untuk merawat seorang anak kecil seperti Allison yang selalu dipatahkan bahwa itu adalah pekerjaan babysitter.
"Nih, air minumnya" Kata Deon sambil memberikan air mineralnya melihat Allison seperti kehausan.
"Gak perlu, aku punya air minum sendiri." Kata Allison sambil mengambil air minum dari tangan Ellyora.
"Yasudah, ini untukmu Ellyora." kata Deon sambil memberikan airnya kepada Ellyora
"Oh iya kak, terima kasih" jawab Ellyora sambil tersenyum manis menerima perhatian dari Deon.
"Sama sama manis." Lanjut Deon dengan pandangan mata masih fokus menatap ke Allison.
"Jutek sekali anak ini." Kata Deon dalam hati
"Ehm.. apakah kalian masih ingin terus disini? kalo aku sih pengen pindah tempat ya." Kata Faye memecahkan keheningan ditengah perdebatan mereka.
"Oh benar, mari kita pindah. Setau ku didekat sini ada lapangan basket. Apakah kalian mau pindah ke sana?" kata Deon sambil menjawab dan mengajak mereka.
"Boleh, ayo.. Mungkin di sana lebih adem, ku dengar di sana ditutupi oleh rimbunnya pohon pohon besar." Jawab Faye kepada Deon dengan semangat.
"Bagaimana dengan kalian berdua?" tanya Deon kepada Allison yang masih sedang berusaha untuk menghilangkan rasa lelah dalam dirinya dan Ellyora yang sedang bingung
"Boleh kak, ayo mari kita ke lapangan basket." jawab Ellyora setelah ditanya oleh Deon.
"Sebentar, berikan aku waktu 5 menit untuk beristirahat dulu." jawab Allison dengan nafas yang terputus putus.
"Oh, aku bahkan melupakan si kecil ini yang masih kelelahan." Ejek Deon dengan tujuan mendekatkan diri dengan Allison.
"Hahahaha.." Kata Faye dengan terpaksa melihat tingkah laku Deon yang secara terus menerus menggoda Allison.
"Hm.., apakah kak Deon memiliki perasaan yang berbeda kepada Allison?" pikir Ellyora dengan benaknya melihat Deon yang berusaha keras mendekatkan diri dengan Allison.
5 menit kemudian.
"Ayo aku sudah siap. Mari kita pergi ke lapangan basket tersebut." Ajak Allison dengan semangat dengan menarik tangan Ellyora dan Faye ke arah lapangan bola basket ketika rasa lelahnya telah hilang. Mereka pun bergegas untuk jalan ke lapangan basket tersebut.
"Tunggu dulu, jangan tinggalkan aku." Teriak Deon dari belakang sambil berlari mengejar mereka bertiga.
"Siapa suruh kamu lambat?" jawab Allison dengan tujuan membalas ejekan Deon sebelumnya.