Pembicaraan tiyara dan Raka pun terus berlanjut dengan celotehan tiyara yang aneh aneh
Dan juga ciuman dari Raka yang seakan tak bosan untuk terus menggoda Tiyara
Tiyara memang belum paham dengan yang namanya cinta, karena dalam kamus tiyara tak pernah ada kata kata itu
Yang ada makan tidur dan belajar di sekolah dan sekali kali ikut balap liar bersama teman temanya
Sampai terdengar suara azan berkumandang baru Raka berpamitan untuk pulang
" sayang mas pulang ya ,besok mas jemput jangan kamu pulang dulu ,
" kenapa
" besok ikut mas
" kemana ?
" ada deh
Raka pun bangkit untuk pergi, sementara tiyara udah berdiri duluan dan melangkah menuju pintu
Tiyara tak sadar kalo Raka mengejarnya dari belakang sebelum tiyara melangkah keluar tubuh nya udah di peluk dari belakang
Raka membisikan dan mengecup pipinya dengan lembut
" ILoveYou sayang,...cuup...uh !
" mas bro, kenapa sih suka banget cium tiyara ?
" karena kau candu buat mas
" apa itu candu ?
" udah besok mas jelasin , sekarang mas pulang dulu , jangan lupa mimpikan mas yang indah
Tiyara cuma diem sampei Raka pergi menaiki motor trail nya
Raka yang memberikan ciuman kissbay pun cuma di balas dengan da...da...
Setelah Raka pergi tiyara malah tiduran di ranjang kayu yang di letakkan di teras untuk bersantai tiap hari oleh tiyara
Tiyara pun tertidur dengan tubuh tengkurap
Beberapa menit kemudian sang nenek datang dan membangunkan tiyara yg sedang tertidur
" tiyara ....tiyara bangun nak !
Tiyara pun menggeliat bangun, dia melihat sang nenek udah berada duduk di sampingnya
" nenek dah pulang
" kenapa kamu tidur di sini kan sudah nenek bilang kalau tidur di kamar dan di tutup pintunya
" tadi ..tiyara tak sengaja tidur disini lagian juga baru Tiara tertidur sebelum nenek datang
" beneran
" iya nek
" kamu pasti belum mandi
" hi..hi belum. iya ini tiyara mandi dulu
Tiyara langsung beranjak pergi ke kamar mandi sebelum nenek mengomeli nya lagi karena belum mandi
" dasar anak udah sebesar itu kok masih kayak anak kecil sifatnya, tiyara..tiyara nenek sayang sama kamu nak.
Nenek berbicara sendiri dan bergegas masuk rumah dan menutup pintu yang dari tadi terbuka
" tiyara kok banyak sampah di sini habis makan apa kamu tadi
Nenek yang menggerutu sambil membersihkan sampah plastik dan piring bekas tiyara makan dengan Raka tadi untuk di taruh dalam bak cucian
Sebelum nenek juga mandi nenek melihat ke meja makan biasanya nenek melihat nasi ama sayur masih ada apa udah habis
Ternyata nasi dan sayur masih banyak dan nenek cuma memanaskan doang untuk makan malam nanti
Tiyara yang sudah mandi pun cuma berganti baju seperti biasa kaos oblong dan celana jins pendek
" nek.. Tiyara udah mandinya
" iya nenek juga mau mandi dulu, kenapa nasi ama lauk kok masih banyak tadi kamu makan sedikit
" iya nek tadi mas bro datang dan ngasih roti jadi kenyang tiyara makan roti aja
" mas bro mu datang lagi tadi ?
" he eh !
" ya udah nenek mandi dulu ya.
" Iya nek Tiyara belajar ya besok ujian bahasa inggris susah banget
" ya udah nanti nenek siapkan makan
nya setelah nenek selesei sholat Maghrib
Tiyara pun berlalu masuk kamar untuk belajar sementara nenek pun pergi mandi
Sementara Raka yang juga sudah berada di apartemen nya memasuki kamar mandi untuk merendamkan tubuhnya
Seperti biasa kamar mandi adalah kamar istimewa buat Raka untuk bersantai sambil melamun kan tiyara
Wanita idaman hatinya yang selalu istimewa dalam hari harinya saat ini
Dengan air hangat tubuh Raka menjadi rileks meski Raka sering kewalahan menahan hasrat sang junior yang mendadak bangun hanya karena dia melamunkan tiyara
Dan itu sering sekali terjadi bahkan Raka juga heran kenapa dengan kehadiran tiyara junior nya tak bisa tenang selalu ingin memperlihatkan kejantanannya
Sedangkan sebelum mengenal tiyara junior nya bisa tegang kalo pagi hari saja
Bahkan jika Raka bersama mantan mantannya kalau tidak di rangsang dulu ngak mau bangun
Ini setelah mengenal tiyara bentar bentar bangun dan menegang sendiri meski cuma membayangkan gadisnya
Dan rakapun harus susah payah menahannya sampei sampei perutnya terasa sakit kalau selalu menahan nya untuk tidak mengeluarkan lava.
Seperti sekarang juga sang junior sedang memperlihatkan kejantanannya di dalam bak mandi air hangat itu
Raka cuma bisa membelainya agar tenang sementara otak kotornya berkelana membelai tiyara dalam pelukannya.
Di tempat tiyara yang lagi belajar pun juga ikutan tak bisa konsen dengan kejadian siang tadi yang membuat jantung dan hati Tiara merasakan sesuatu keinginan yang begitu menggebu gebu untuk merasakan ciuman dan pelukan Raka lagi dan lagi
Otak tiyara pun melanglang buan entah kemana, cuma rasa rindu pada Raka yang iya rasakan saat ini
Sampei panggilan sang nenek pun tak dia gubris
" tiyara... tiyara makan dulu nak
Tapi tak ada sautan sama sekali membuat sang nenek heran dan akirnya melihat tiyara yang berada di kamarnya
Nenek melihat sang cucu cuma meletakkan kepalanya pada bangku belajar sementara tanganya mencoret coret buku catatan yang ada di depannya
" tiyara ayo makan dulu nenek udah siapkan .. ayok.
Tiyara mulai tersadar dari lamunannya
" apa nek ?
" ayo makan dulu
" nenek nanti kalo kenyang tiyara ngantuk dan ngak bisa belajar
" kamu ini kebiasaan,ya sedikit aja to makannya
" ya udah kalo gitu nek
Akirnya tiyara dan sang nenek pun pergi makan malam
" mas bro mu tadi kesini ngapain aja
" ngapain nek ngak ngapa ngapain
" beneran ?
" nenek nih mau tahu aja ?
" ya ngak gitu to tiyara
" udah nenek tiyara mau belajar
" belajar apa melamunkan mas bro !
Tiyara tak menggubris omongan neneknya yang tersenyum melihat sang cucu yang terlihat lucu banget
Tiyara yang berlari masuk kekamar nya langsung membaringkan tubuhnya nya mencoba untuk memejamkan matanya
Tapi tiyara malah terbayang bayang saat Raka mencium bibir nya dengan lumatan sampei ke rongga mulut dengan lidah yang meliuk liuk dan teras nikmat di dalam mulutnya
Sampei hingga larut malam tiyara baru bisa memejamkan matanya dengan benar
Dan ternyata sang fajar udah tak sabar untuk menyingsingkan kegelapan bumi dan matahari pun mulai menerangi jagat raya dengan segala teriknya
Tiyara pun terbangun saat sang nenek membangunkan dirinya
" tiyara ayo bangun udah siang
" nenek aku masih ngantuk
" iya tapi kamu kan sekolah
Dengan malasnya tiyara pun bangun dan beranjak menuju kamar mandi
dan nenek udah bersiap siap untuk berangkat kerja setelah selesai membereskan rumah dan menyiapkan sarapan untuk sang cucu
Sementara tiyara udah bersiap mau berangkat sekolah setelah sarapan sedikit
" nenek belum datang ya mobilnya
" belum ! apa kamu udah sarapan ?
" udah, nek tiyara berangkat dulu ya
" ya udah hati hati
Tiyara pun berangkat sekolah dan ternyata udah di tunggu oleh teman teman nya di tempat biasanya
" cepat cantik keburu siang
" ih apaan sih
Mereka ber 6 pun melanjutkan pergi menuju sekolah dan Erina juga udah menunggu ditempat biasa untuk ikut bersama rombongan dan perjalan itupun sampei sekolah tepat jam masuk kelas akan di mulai
Tanpa basa basi mereka pun masuk kelas dan menerima selembar kertas ujian bahasa inggris
Sedang Raka yang udah bangun dari tidurnya. mulai merapikan diri nya untuk berangkat ketempat tiyara
cowok dewasa berwajah lumayan ganteng itu mengendarai mobil untuk pergi ketempat tiyara
Pukul 10 ,30 itu tepat semua murid pun berhamburan keluar kelas untuk pulang, terlihat tiyara udah menuju gerbang dan Raka yang melihat itu Langsung mendekat kan mobilnya tepat di depan pintu gerbang dan Tiyara pun langsung menuju mobil Raka dan masuk ke dalam mobil itu beberapa teman sempat melihat tapi cuek aja
" mas bro mau kemana kita ?
" emang mau kemana kamu?
" mas bro yang ngajak kenapa tanya aku
" ke apartemen ya
" tapi ..
Tiyara terhenti untuk mengomong sesuatu tapi Raka udah tahu apa yang ingin di omongkan tiyara
" kenapa kamu masih takut Untu naik lift lagi
" hi..hi kok tahu
" itu pasti yang kamu ingin katakan
" iya
Mereka pun sampei di apartemen
Raka menggandeng tangan tiyara setelah masuk lift Raka memeluk tubuh Tiara begitu erat dan ketakutan tiyara tak terasa sampai lift terhenti tepat di depan pintu apartemen
" sayang udah sampei
tiyara buru-buru melepaskan diri nya dari pelukan Raka dan melihat ke sekeliling
" mas bro udah sampai
" iya kamu takut lagi
" enggak
" sekarang apa kamu berani naik sendiri
" berani
" beneran
" hi .hi.iya kali
" udah udah ayo
Raka merasa tak sabar dan Raka pun menggendong tubuh tiyara untuk segera masuk
Setelah di dalam Raka langsung membawa tiyara ke sofa dan mengungkung tubuh tiyara dengan tubuh kekarnya
Tiyara tak menolak malah mengalungkan tanganya ke leher Raka
Raka yang udah merasa mabuk kebanyakan pada sang gadis pun mencumbui Tiyara
Tiyara sendiri tak mampu menolak dia menikmati semua ciuman itu
Mereka pun bermesraan di atas sofa dengan semua kelihaian Raka membuat tiyara harus merasakan hal baru dalam hidup nya
novel // Bunga desa idaman //
by Reni istiyar