Tiyara benar benar merasa tak berdaya menahan semua perlakuan Raka yang membuatnya pasrah menikmati nya
Apapun yang di lakukan Raka hanya membuat tiyara panas dingin tak karuan rasanya
Bahkan baju seragam sekolah itu satu persatu mulai tanggal dari tubuhnya
Hanya menyisakan segitiga pengaman saja
Dua bukit kembar tiyara benar benar membuat Raka semakin keranjingan ingin melahapnya Sampei tak ada satu inci tubuh tiyara yang terlewat untuk di cap kepemilikan darinya
Tanda merah bekas cupang bibirnya menghiasi tubuh putih bersih tiyara
" auw mas bro !....ah.... u... auw
Bibir tiyara merancau tak karuan dan apa artinya tak tahu
Jari jemari Raka terus menggerayangi seluruh area intim tiyara yang mulai basah, bibir Raka pun singgah di pusaran surga dunia tiyara yang begitu indah di mata nya
Sampai Raka tak sanggup menahan ingin memasukkan lidahnya menikmati rasa kacang mede tiyara yang masih bersih tanpa pernah terjamah
Rasa manis asin dan entah apalagi rasanya yang belum pernah Raka rasakan dari wanita manapun
Kini dirasakan oleh Raka dari wanita pujaan hatinya
Setelah menyelam Raka mulai lagi naik ke bukit kembar Tiyara yang begitu menggoda
Raka bermain di pucuk kecoklatan yang membuatnya rudalnya semakin menegang
Tubuh kekar Raka mulai mengungkung tubuh tiyara yang berada tepat di bawahnya
Tiyara terpejam dengan menggigit bibir bawahnya sendiri
Melihat itu Raka begitu bahagia wanita cantik di bawah tubuhnya begitu menikmati permainannya
Raka memeluk tubuh tiyara dan menciumi wajahnya
" ILoveYou sayang
Raka tak bisa memasukkan rudalnya Raka takut wanita yg sangat dia cintai akan kesakitan dan Raka tak tega melihat itu
Mungkin suatu hari nanti kalo tiyara udah waktunya mungkin dia akan meminta
" sayang buka matamu ,kenapa kau memejamkan matamu ha ?
Raka mulai jahil lagi
Mendengar itu tiyara membuka matanya
" mas bro apa yang mas bro lakukan tadi aku....
" kenapa nikmat ya ?
" enggak tahu, kenapa kita telanjang?
" karena kita baru memadu kasih
" apa itu memadu kasih ?
" ya seperti yang mas lakukan pada tubuh kamu ,gimana rasanya ?
" hi..hi geli
" ha cuma geli ,masa sih beneran ?
" ya tiyara ngak tahu apa rasanya tapi tiyara pingin lagi
" ih dasar bocil
Raka memeluk tubuh tiyara yg masih telanjang
" auh ! jangan mas bro geli
" katanya mau lagi
" iya tapi nanti tiyara capek, lapar tadi kan belum makan
" oh iyaa
Raka baru sadar kalo mereka belum makan siang
" kamu mau apa biar mas pesankan kita tunggu di sini aja nanti akan datang sendiri
" beneran, mas bro mas bro apa hp mas bro itu bisa memangil seseorang
" kenapa apa tiyara mau hp nanti mas belikan mau ?
" enggak ah Tiyara ngak boleh pakai hp sama nenek ,kata nenek berbahaya
Raka benar benar tak mengerti isi otak tiyara biasanya kalo cewek di belikan hp apalagi mahal pasti senang eh malah tiyara ogah ogahan
Raka memeluk kembali sang gadis pujaan yang duduk dalam pangkuannya
" sayang mas mau tanya
" apa ?
Tiyara menoleh pada Raka yang berada di belakangnya
" apa kamu juga mencintai mas
tiyara merangkul leher Raka dan mencium bibir nya
Raka seperti merasakan tubuhnya tersengat aliran listrik ribuan wat
Baru juga pertama tiyara menciumnya rasanya udah begitu nikmat dan indah banget
" apa mencium mas Raka itu yang namanya cinta
" apa coba kamu panggil sekali lagi mas pengen dengar
" panggil apa
" tadi kamu panggil apa mas tadi
" mas bro
" bukan yang tadi
" e..e..
Tiyara malah garuk garuk kepala seakan lupa dengan yang baru saja terjadi
" apa mas Raka
" iya sayang mas senang sekali kamu memanggil mas Raka
Raka begitu senang sekali di panggil mas Raka sama tiyara karena baru kali itu tiyara panggil Raka dengan benar
Rakapun tak henti hentinya mengecup tiyara dengan kasih sayang
" mas bro lapar
" iya bentar lagi sayang, lagian kamu belum pakai baju, apa makanya sambil telanjang gini
Tiyara pun malah membuka selimut yang menutupi tubuh nya dan Raka
Mereka sama sama ngak pakai baju tapi Raka masih pakai celana dalamnya
" hi..hi. iya malu aku mas bro jangan lihat hadap sana
Tiyara memalingkan wajah Raka agar tak melihat nya telanjang
Rakapun semakin gemas melihat tingkah Tiyara yang memang lucu
Gimana enggak udah dari tadi Raka memeluk tubuh telanjang nya eh malah dia bilang malu
" sayang mas Lo udah dari tadi melihat tubuhmu kenapa malunya baru sekarang
" hi..hi..lupa kalo tiyara telanjang
" dengerin mas jangan pernah perlihatkan tubuh kamu pada siapapun selain mas, kamu mengerti
" tapi nenek pernah lihat aku telanjang
" kok bisa
" iya soalnya aku kan mandi eh nenek panggil panggil aku ya langsung lari eh tak tahunya aku belum pakai baju, jadinya nenek tua aku telanjang
" makanya kamu hati hati, bisa ngak ?
" hi ..hi.. iya
" gitu doang
Rakapun memeluk kembali tubuh sang kekasih
" udah jangan peluk lagi kapan pakai bajunya kalo terus di peluk gini
" udah ngak usah nanti aja pakei bajunya denger tu makanan udah datang
" mana ?
" tu dengar orong ngetok ngetok pintu di luar
" oh iya
Tiyara yang mau melompat turun di cegah raka
" eh mau kemana lihat siapa yang datang
" kamu telanjang
" hi..hi.. lupa
" udah di sini aja biar mas yang bukain pintu
" iya iya cepat perut tiyara udah protes mau di isi mas Raka
" iya sayang sabar
Akhirnya Raka menyambar celana pendek dan memakainya
Raka langsung menuju pintu untuk membuka dan melihat siapa yang datang
Ternyata benar delivery makan yang dia pesan tadi
" mas Raka
" iya
" ini pesannya mohon di periksa mungkin ada yg kurang kami minta maaf
" udah mas ini yang 3 ratus ribu kan " Iya mas
" dan ini buat mas ,terima kasih ya !
" mas saya yang terima kasih atas tips nya
" ngak pa pa saya ikhlas
Pengantar pesanan tadi begitu senang dengan tips yang diberikan Raka
Raka pun menutup pintu lagi dan membawa semua makanan pada tiyara yang menunggu di dalam kamar karena dia masih telanjang
" sayang ini kamu minta apa biar mas yang suapi
" beneran
" ya iya, ayo biar kuat nanti biar tahan kalo mas berada di atas tubuh kamu
" kenapa harus berada di atas tubuhnya tiyara
" emang kamu mau yang di atas emang enak di mana di atas apa di bawah
" ya keduanya enak asal kamu juga enak
" oh gitu
" ya udah aku di atas, tapi ngapain aku di atas
" kamu ! ya udah makan dulu nanti mas ajari kalo kamu mau di atas
Akirnya tiyara menikmati suapan demi suapan raka yang begitu sabar menyuapi tiyara untuk makan
" mas bro ndak makan
" nanti makan kamu aja mas pasti kenyang
" apa yang pengen mas makan dari aku
" ada deh, tapi kamu ngak boleh nolak harus mau
" iya asal tidak sakit
" paling sakit dikit
" mas bro udah kenyang
" beneran
" iya
" ya sudah nanti dimakan lagi
Siang pun semakin terik dan udara semakin panas sepanas raga Raka menahan nafsu birahi yang meng gebu gebu dalam tubuh nya segera ingin di tuntaskan
" sayang mas mandi dulu ya
" tapi aku juga mau mandi lengket sekali badan ku
" baiklah
Raka pun langsung mengendong Tiyara tanpa di minta
" ngapain
" katanya mau mandi ya kita mandi bersama
" tapi
" udah ngak papa
Tiyara pun tak menolak ikut aja kemauan Raka
Dan merekapun mandi bersama-sama
Raka membuka semua celana yang dia kenakan di hadapan tiyara
Dalam guyuran air shower mereka sama sama berdiri berhadapan
Tiyara melihat sesuatu di antara kedua paha Raka yang begitu tegap menunjuk kearah tiyara
" kenapa kamu memandangi junior
" mas bro ini apa ?
Tiyara malah memegang junior Raka
Mendapatkan pegangan itu Raka seperti merasakan kenikmatan yang luar biasa sampei matanya terpejam dengan bibirnya mendesis pelan
" eeeessss sayang !
Sementara kedua tanganya memegang bahu tiyara
Tiyara yang melihat Raka seperti itu benar benar merasa penasaran
Tiyara mencoba memeluk tubuh Raka
Rakapun memeluknya dan permainan di kamar mandi itu malah tambah seru
novel // Bunga desa idaman //
Reni istiyar