Wajah Raka yang di rendahkan Setara dengan muka tiyara ,matanya menatap lekat kedua mata tiyara yang juga menatapnya dengan penuh tanda tanya,
" kamu bilang aku banci ? kamu ingin tahu kalau aku ini benar benar laki laki sejati ?
Mendengar itu tiyara cuma gedek gedek pertanda tidak
" Gimana kalau kamu merasakan satu ciuman dari laki laki yang menurut kamu banci ini ,kau mau ?
Sekali lagi tiyara tak menjawab malah dia memicingkan satu matanya menandakan dia sedang ketakutan kalau Raka benar benar akan menciumnya, bahkan tiyara mulai memejamkan matanya, bayangan lelaki yang begitu ganteng itu mulai menguasai otaknya, seolah olah tiyara benar benar berciuman dengan Raka.
Raka terus memandang wajah tiyara yang Raka akui memang lumayan cantik dan begitu manis bahkan bibir tiyara yang terkatup indah berwarna merah ranum tanpa polesan begitu menggodanya, tapi Raka masih bisa menahan godaan terhadap tiyara yang masih juga memejamkan matanya menjadikan Raka berfikir dalam hati nya
" apa yang dia lakukan dasar bocah !
Raka yang melihat aneh ikutan garuk garuk kepala sendiri melihat tiyara seperti sedang menikmati sesuatu, Akirnya raka tak tahan juga, sebelum dia benar benar melakukan gretakanya, karena melihat bibir tiyara yang begitu menggoda dirinya, Raka menunjuk jidat tiyara dengan satu telunjuknya membuat kepala tiyara yang semula mematung ber gerak ke belakang seperti mau terjungkal dan membuat tiyara terkejut dan tersadar dari lamunan konyolnya
" heh tiyara, apa yang kau lamun kan hah ?
Tiyara buru buru membuka matanya dan melihat wajah Raka sudah tidak ada di hadapannya
"hi ....hi....hi....mas bro !
Tiyara malah ketawa selengehan.
" kamu lagi ngelamunin aku udah mencium kamu pasti ?
" kok tahu sih mas bro ? akukan jadi malu !
" beneran ! kamu ngelamunin aku cium kamu ?
" i......iya, habis mas bro nakut nakuti aku kaya gitu, ya aku jadi kepikiran.
" dasar anak ! kalau tahu gitu pasti aku cium beneran kamu tadi.
" jadi mas bro ngak cium aku kan ? Alhamdulillah amin ! cuma mimpi ternyata !
" mau aku cium beneran ya ?
" ah enggak !... enggak, jangan ! kagak boleh sama nenek.
" apa ? sama nenek ?
" iya ,kata nenek kalau ciuman sebelum menikah itu dosa, kagak boleh !
Raka mendengar penjelasan tiyara cuma bisa narik nafas dalam tak percaya di jaman sekarang masih ada cewek culun dan sepolos tiyara, membuat Raka semakin tertarik untuk mengetahui kebenaran cewek di hadapannya yang memang begitu polos.
Dan perjalanan menuju mobil itu pun sampai ,
" tiyara cepat naik !
" naik ! naik apa?
" naik mobil lah, apa beneran kamu ingin kita keliling nya jalan kaki ,kamu mau?
"oh ! Ndak lah capek to mas bro !
" makanya cepat naik !
Tiyara buru buru naik mobil sesuai instruksi Raka yang udah duluan menaiki Mabil nya, dan tak lupa tiyara menutup pintu nya,
" kamu yang tahu jalan sini jadi ,kasih tahu jalan yang bener ,kalo tidak aku hukum kamu .
" ah dikit dikit hukum, sekali kali kasih bonus kek. jangan main hukum gitu.
"ha..ha..ha .. tiyara tiyara kamu ini ,belum kerja juga udah minta bonus .
Raka benar benar dibuat keki sama ulah tiyara yang lucu menurutnya, semua tingkah laku tiyara membuat Raka tak habis pikir kok ada cewek yang terlihat gaul tapi benar benar polosnya minta ampun, dan Raka pun melajukan mobilnya.
Baru beberapa meter perjalanan tiyara udah mulai mengeluh.
" mas bro aku lapar ? pulang dulu yok kita makan,
Melihat itu Raka benar benar tak tega, wajah polos tiyara terlihat begitu memelas
" baiklah aku antar, tapi rumah kamu mana, aku kan Ndak tahu ?
" tadi rumah paling ujung sebelum kita masuk jalan ini
" jadi kita balik lagi nih?
" ya iyalah kan rumah aku di ujung sana.
" kenapa musti balik ,kita ke warung saja ya ?
" tapi mas bro yang traktir ! kalo ke warung, soalnya aku Ndak punya uang.
" iya deh aku yang traktir ,tapi di tempat yang aku suka ya ?
" ya terserah ! aku kan cuma ngikut bos.
Raka mempercepat laju mobilnya dan ber belok kearah di mana Raka sering cari makan, setiap kali dia pergi ke desa itu
" mas bro jauh banget, ke rumah aku aja tadi dekat, ngapain jauh jauh kesini ?
" udah diem ! mau makan tidak ?
" iya ! mau.
" kalo gitu diam ,duduk yang manis biar cepat sampei.
Beberapa menit kemudian mobil Raka udah sampei tujuan, terlihat sebuah rumah makan lumayan ramai di pinggiran kota yg menuju arah desa tempat tiyara tinggal.
" mas bro beneran di sini ?
" iya, kenapa ?
" di sini kelihatannya mahal mahal makanannya, uang saku satu bulan ku paling cuma dapat satu piring nasi ama lauk temgor aja !
Tiyara yang nyengir kuda terlihat oleh Raka, Raka pun cuma bisa tersenyum melihat nya
" ayo turun !
" mas bro bisa di bungkus kagak, malu aku makan di tempat kayak gitu.
" apa yang buat kamu malu ,biasanya kan malu maluin, udah ayo jadi makan tidak sih !
" hi ..hi ..hi ..mas bro tahu aja.
Tiyara bukanya marah malah cengengesan seperti anak kecil yang ketahuan bohong nya
Mereka akhirnya masuk ke rumah makan itu, dan mencari tempat duduk di bangku kosong yang ada.
Tiyara yang asal duduk tepat bersebelahan dengan Raka, sementara Raka cuek aja tak ada reaksi apa-apa
Tak lama mereka duduk seorang waiters datang menghampiri dan menanyakan pesan apa saja yang di butuhkan
" mau pesan apa mas dan mbak ?
Waiters mulai mencatat satu persatu pesanan mereka
" mbak ayam panggang plus lalapan satu lengkap minumnya sogem 1 ,tiyara kamu mau pesan apa ?
" aku ? e..e..mbak ada sayur asem ya?
" iya ada.
" aku nasi ama sayur asem aja minumnya air putih
" tiyara kenapa cuma itu pesannya, pesan yang lain gitu ?
" tapi aku ngak pernah makan makan kaya gitu mas bro !
Raka benar benar tak menyangka kalau cewek seperti tiyara tak pernah makan makan seperti yang dia pesan,
" mbak tolong bungkus kan semua yang ada hari ini satu satu ya ?
" baik mas
Waiters itu pun pergi
" mas bro banyak sekali pesanan nya ? buat besok sekalian ya ?
" iya .tiyara kamu tinggal bersama siapa saja?
" ya sama nenek lah ! .
" ayah dan ibu kamu di mana?
" ibu aku udah tiada waktu habis melahirkan aku, kata nenek ! ayah aku tak tahu kemana sebelum aku lahir udah pergi ninggalin ibu sama nenek aku.
" oh maaf !
" Ndak papa !
" terus kamu sekarang cuma berdua sama nenek kamu ?
" ho..oh mas bro !
Pesanan pun datang dan tiyara benar benar senang melihat nya ,tanpa di suruh tiyara langsung melahapnya,
Raka melihat nya begitu takjub, hatinya berkata
" ya tuhan ! bertemu dengan siapa sebenarnya aku, engel kah ? siapa cewek di depan ku ini ,dia begitu ikhlas menjalani hidupnya, tanpa beban meski dalam kesusahan dan penderitaan ada di depannya
Raka terus melihat tiyara makan, bahkan dia belum menyentuh makanannya dari tadi,
" tiyara kamu mau ini kah ?
Raka menyodorkan ayam panggang pada tiyara
" kenapa mas bro tidak makan !
" sebenarnya aku udah kenyang .
" kenapa pesan kalo kenyang tadi ?
"sebenarnya aku mesenin, kamu tadi,
" yang bener ?
" iya ! makan saja,
" mas bro ! yang mas bro minum itu minuman apa ? kok gitu warnanya.
" ini , sogem 'soda gembira' kamu mau coba ?
Raka juga menyodorkan minuman yang baru saja dia minum sedikit ,dan tiyara mencoba meminumnya.
" iya enak ,
" kamu mau? aku pesan kan ya ?
" enggak ah udah, aku kenyang nih ayamnya gede banget,
mas bro aku suapi ya?
Belum sempat ngomong tidak ,tiyara udah menyodorkan sesuwir ayam panggang di depan mulut nya dan anehnya Raka tak bisa menolaknya Raka membuka mulut nya begitu saja sekali dan lagi lagi sampei ayam panggang itu tinggal beberapa suapan lagi ,Raka yang sambil mengotak Atik ponsel pintarnya itu begitu menikmati suapan demi suapan dari tangan Tiyara yang tanpa memakei sendok, bahkan mereka tak sadar kalau banyak mata melihat tingkah Mereka berdua ,meski aneh mereka tak ada yang berkometar cuma ada beberapa yang berbisik bisik melihat nya dan tak tahu mereka berbisik apa.
judul novel //Bunga desa idaman//
by Reni istiyar