Acara makan siang di rumah makan itu pun akhirnya selesai dan pesanan juga udah datang
" mbak bilnya ?
Raka melambai waiters yg kebetulan
melintas di depan nya
Waiters itu menghampiri Raka dan menyodorkan bil, totalan harga yang harus dibayar untuk semua makan yang telah Raka pesan dan makan saat itu
" iya mas, periksa dulu pesananya ,nanti barangkali ada yang kurang.
"oh iya sudah mbak ,terima kasih ! tiyara pulang Ndak kamu, kok malah bengong gitu ,ayo !
" udah to ?
" iya ! udah ,ayo buruan !
Setelah Raka membayar di kasir ,
Tiyara pun membawa semua pesanan tadi,
Mereka Akirnya kembali ke parkiran dan menaiki mobilnya lagi ,
Raka melajukan mobilnya dan akan kembali ke arah jalan yang mereka tadi lewati.
Mendadak tiyara menarik narik lengan Raka ,
" mas bro ...mas bro tunggu !
Membuat Raka memelankan laju mobilnya
" apa ! tiyara?
"mas bro, ! kita lewat jalan pertigaan itu belok biar cepat sampei, nanti melewati sekolahan aku.
" beneran nanti Ndak bakal nyasar.
" ya endak lah !
" emang kamu pernah lewat sini ?
" mas bro aku lahir di kota ini, jadi tahulah !
" ok, tuan putri ! kita kembali ke arah jalan itu.
Raka Akirnya menerima saran tiyara dan kembali kearah yang di tunjukkan cewek manis di samping nya,
Dalam hati Raka merasa ada sesuatu yang dia tak mengerti,
Dia merasakan kalau dia menjadi penurut ,
Bahkan selama dia menjadi seorang Raka Bramantara, tak pernah sekalipun tunduk pada siapapun,
Apalagi hanya seorang cewek yang bukan siapa siapa dalam hidupnya, Bahkan mama nya saja harus diam tatkala sekali raka berkata tidak,
Sekarang justru Raka begitu peduli dan nurut pada gadis yang baru saja dia kenal beberapa jam yang lalu
Sungguh aneh kan !
" mas bro sekarang udah jam berapa ?
Raka Pun melirik jam tangan yang berada di tanganya sebelah kanan
"jam 2.30, kenapa ?
" aku ngantuk biasanya habis pulang sekolah aku langsung tidur sampei nenek pulang.
" nenek kamu pulang jam berapa?, Emang nenek kamu pulang dari mana ?
Raka yang terus bertanya berkali kali tapi tak ada jawaban dari tiyara,
Akirnya Raka pun memalingkan wajahnya kearah dimana tiyara duduk
Yang ternyata tiyara udah tertidur dan memalingkan mukanya ke arah luar jendela ,
Melihat itu Raka cuma bisa menarik nafas dalam dalam,
Dia pun berkata dalam hati nya
" yah malah tidur ! terus ke arah mana ini jalan menuju rumahnya perempatan lagi.
Raka pun menghentikan mobilnya di tepian jalan ,
Dia mencoba membangunkan tiyara dengan meraih pundak nya ,
Tapi tiyara memang benar benar mengantuk
Sampei dia tidak bangun meski udah dibangunkan berkali kali
Bahkan Raka mencoba membalikkan wajah tiyara menghadap ke arah nya
Tiyara pun masih tetap tidak bangun juga,
Akirnya Raka pun berhenti untuk membangunkan tiyara
Membiarkan tiyara untuk tidur karena tak ada respon sama sekali
Raka yang terus memandangi wajah ayu tiyara ,membuat jantungnya mendadak berdetak kencang dan tak karuan rasanya,
Sampei sampei Raka memegangi dadanya sendiri
" gila kenapa dengan ku ? jantungku rasanya mau putus saja.
Raka bermonolog dalam hatinya tak mengerti.
Dia tak sanggup kalau terus memandangi wajah cewek yang tidur pulas di samping nya,
Diapun memalingkan mukanya menghadap tempat lain,
Dia menyambar sebungkus rokok yang ada di dasbor mobil nya ,
Raka pun mengambil satu batang rokok dan menyulut nya dengan korek api
Sesekali dia pun menghisap dan menghembuskan nikotin itu kembali,
Sambil menengadahkan mukanya ke atas melihati langit langit atap mobilnya dengan beralaskan lengannya sendiri,
Sementara otaknya terus berkelana mencari jawaban
Kenapa jantung nya tidak bisa terkendali saat matanya menatap wajah tiyara yang begitu polos bak bidadari yang lagi tertidur ,
Beberapa menit berlalu tapi tiyara, masih belum bangun juga, dari tidurnya,
Raka pun mencoba melirik ke arah tiyara dan tetap saja hatinya bergejolak
Dengan sekuat hati Raka mendekatkan wajahnya persis di depan muka tiyara yang masih terpejam matanya,
Raka mencoba menyentuh wajah tiyara dengan jari jemarinya .
Dia merasakan debaran jantung nya semakin kencang berdetak
Raka benar benar terobsesi pada tiyara
Raka mencoba menepisnya dan tak sadar dia malah mendekat kan bibirnya tepat di depan bibir tiyara begitu dekat dan hampir menyentuhnya
Raka pun memejamkan matanya saat itu
Dan dia terkejut sekali tak kala sebuah tamparan mendarat di pipinya
" plek !
Tapi tangan yang menampar itu tak bergeming dari pipinya
Akirnya raka pun membuka matanya,
Dia melihat tiyara masih memejamkan matanya dengan telapak tanganya yang masih berada di pipi nya,
Raka pun malah tersenyum senyum sendiri dan berkata dalam hati
" buset dalam tidur aja dia bisa menamparku ,apalagi kalau dia mendadak bangun, dia pasti akan menonjok wajah ganteng ku ini, dasar bocil !
Raka meraih telapak tangan Tiyara dan menciumnya dengan lembut,
Raka Pun meletakkan telapak tangan tiyara ketempat semula
Setelah itu dia menengadahkan kembali wajahnya ke atas sambil memejamkan mata dan melamun ,
Bayangan wajah tiyara benar benar telah memenuhi seluruh benaknya
Dan tak ada tempat yang tersisa untuk wanita lain,
Bahkan Raka serasa lupa akan semua wajah wajah yang pernah singgah di benaknya sebelum tiyara hadir mengisinya.
Siang itu benar benar panas !
Otak Raka pun panas ,sepanas jiwa raganya yang juga ikutan panas
Saat dia memandang wajah tiyara
Gadis manis yang menyalakan api cinta dalam dadanya
Yang telah lama membeku seperti es.
Di saat lamunan itu terbayang begitu indah
Sekali lagi terdengar suara memanggil nya dengan begitu keras terdengar di gendang telinga nya
" mas bro ! bangun !
Dan tubuh raka terasa ada yang menggoyang goyang nya, hingga dia tersadar dari lamunannya
Raka pun seketika membuka mata
" mas bro kenapa kita masih disini ?
" apa !
Dengan mata terbelalak Raka memandang jam yang ada di tangan nya
Jam 4.24
" gila selama ini kita tertidur disini, kamu sih membuat kita ke sore an pulangnya
" kok aku yang di salahin, mas bro kan yang menyetir mobilnya
" iya memang aku yang menyetir ,tapi kamu kan pemandunya , kalau aku Ndak tahu jalan harus kemana ,kan aku berhenti, siapa yang salah sekarang, pemandu atau sopir ?
Tiyara malah garuk garuk kepala karena merasa terpojok
" iya deh ..iya deh aku yang salah, aku benar benar ngantuk tadi mas bro seharusnya kita lurus aja mentok terus belok kanan lurus sampei deh.
" sampei rumah kamu ?
" bukan ! masih sekolah aku, terus belok kiri lurus baru rumah nenek, sampei !
" yah sama aja mutar mutar juga tiyara .
" endak lah, terus ngapain kita masih disini ,mas bro kok Ndak di jalan kan sih mobilnya, bengong lagi !
" iya iya sampei lupa aku tiyara ! dengar kamu ngomong terus sih, jadi lupa deh
Raka buru buru menghidupkan mobil dan melajukan dengan kecepatan sedang .
" mas bro udah sore gini apa kita tetap mau keliling lahan?
" ngak lah ! tapi besok kamu harus tepati janji,awas klo tidak !
" tapi mas bro?
" ngak ada tapi tipian juga Ndak ada alasan titik .
" ya ngak bisa tidur siang dong!
" apa kamu mesti tidur siang gitu !
" iya ! kata nenek kalau tidur siang ,kita bisa awet muda !
" ah ! masak begitu ?
" iya mas bro, ngak percaya ? coba aja !
" baik ! kalau gitu , entar kamu tidur siang bareng aku saja ! gimana?
Tanpa berpikir panjang tiyara malah mengiyakan ajakan Raka begitu mudah nya
" ok !
" awas klo kamu bohong, akan tambah hukumannya,
" iya iya !
Tiyara mengacungkan, dua jarinya tanda iya betul
Tiyara bahkan tak berpikir kalau sebenarnya didalam otak Raka tersimpan jebakan
Raka yang mendengar itu cuma senyum senyum sendiri
Karena otak Raka di penuhi Ama keinginan untuk selalu membuat Tiara tertekan
Dan Raka ingin sekali tahu siapa dan seperti apa cewek polos di sampingnya
Untuk itu Raka udah mempersiapkan rencana untuk mengelabuhi tiyara
Dengan semua kecerobohan omongan tiyara yang tak di pikir pikir dulu ,bahkan asal buka mulut aja
Perjalanan pulang pun sampei di tikungan sekolah han tiyara
" lha itu sekolahan aku ! belok kiri lurus ! mentok belok lagi ,baru itu rumah nenek.
Tiyara menunjuk dan menoleh kearah sekolahan SMA negeri 1, dan satu satunya yang ada di kotanya .
" oh ini sekolahan kamu ?
" iya ! cepat kan, aku bilang apa, dan belok kiri lagi ,nah itu rumah nenek
Tiyara menunjuk kan rumah nenek nya tanpa malu sedikit pun bahkan dia terlihat begitu bangga ,
Meski sebenarnya kalo Raka yang melihat, itu hanya sebuah pondok kecil di pinggiran desa,
Tapi Raka cuma bisa tersenyum melihat nya .
Judul novel // Bunga Desa Idaman//
By Reni istiyar