Tiyara duduk di bangku panjang menghadap meja
Yang di penuhi banyak makanan restoran pemberian Raka tadi siang
" nenek ! kenapa nenek Ndak makan sini !
Tiyara memanggil neneknya yang masih di dapur untuk mengambil minum buat mereka berdua
" bentar ! nenek ambil minum dulu buat kamu
" makasih nek !
Nenek pun datang membawa dua gelas air minum seraya duduk di sebelah tiyara yang duduk dengan bersila
" tiyara besok nenek belum bisa ngasih uang buat kamu bayar ujian ! sabar dulu ya ,mungkin Minggu depan aja nenek ngasih nya
" nenek Ndak usah khawatir ,nanti tiyara ngomong sama Bu guru deh
" ya udah kalau gitu, kamu makan lagi masih banyak kan lauknya,apa kamu tambah nasi nya ?
" udah nek nanti tiyara tambah gendut, nanti tiyara Ndak bisa manjat pohon mangga lagi dong
" apa, kamu manjat pohon lagi, tiyara kenapa omongan nenek Ndak kamu dengar?
Tiyara yang masih asik makan mendadak membungkam mulutnya nya karena ke ceplosan ngomong.
" enggak nek !... enggak kok nek , tiyara cuma filing aja, misal tiyara kebanyakan makan kan Tiara bisa gendut
Tiyara mencoba berdalih , meski hatinya berkata iya
" maaf nek tiyara bohong Ama nenek.
Kata dalam hati tiyara
Nenek malah memandangi tiyara merasa yakin kalau ada yang di sembunyikan cucu nya
Tapi nenek cuma bilang
" baik nenek percaya, tapi awas kalo nenek memergoki kamu manjat pohon mangga di lahan situ
" kenapa nek ?
" akan nenek ikat kamu di batang pohon itu biar tubuhmu di gigit Ama semut rangrang ,kamu mau gitu ?
" ih nenek raja tega Ama cucunya kok gitu
" kalo Ndak di gitu kan kamu kan bandel anaknya
Akirnya acara makan malam antara cucu dan nenek pun selesai
" nek lauknya bisa buat besok lagi ndak ?
" iya nanti nenek panasi dulu, biar besok bisa kamu makan lagi
" iya nek iya nek !
" sekarang kamu beresin piring nya bawa kebelakang ,dan habis itu belajar, kan masih ada ujian
" iya nek !
Tiyara sambil membereskan tempat makanya menuju dapur
Sementara nenek membawa sisa lauk untuk di panasi lagi biar tidak basi
Dalam hati nenek cuma bisa berbicara
" kasihan kamu nak ? andai kedua orang tuamu ada ,tak akan kamu menderita seperti ini.
Setelah mencuci piring kotor tadi Tiyara ber balik ke depan untuk belajar
" ih kenyang gini, malas deh, besok pagi dah belajar nya
Rencana belajar jadi molor,
Tiyara yang memang suka tidur pun udah tak tahan lagi untuk membuka matanya
Tiyara meletakkan kepalanya di depan meja di mana dia sering belajar,
Dan lagi lagi tiyara malah terlelap
Nenek yang tak melihat itu pun malah pergi ke bilik untuk istirahat
Setelah selesai menghangatkan lauk tadi
Ditempat yang ber beda Raka baru saja selesai mandi dia berencana untuk pergi ke sebuah kafe yang dekat dari apartemen nya
Kepalanya yang di penuhi pikiran tentang tiyara membuat nya tak bisa konsen
Raka menuju basemen untuk mengambil motor trail kesukaanya
Dan melajukan kendaraan menuju tempat yang ingin dia tuju yaitu kafe
Bukanya kafe yang dia tuju malah ke arah jalan desa di mana tiyara tinggal
Raka baru sadar saat jalan mulai sepi dan gelap karena tak ada lampu penerang di jalan itu
" lha kok sepi , gelap lagi , b******k! ini kan jalan kearah rumah tiyara, ngapain aku jadi kesini , tiyara.....
Raka berteriak memanggil tiyara,
" untung aja jalan ini sepi kalo tidak ,mau di taruh mana mukaku ini, semua gara gara kamu tiyara ,buset aku jadi gila karena dia
Raka yang terus bermonolog sambil menghentikan motornya
Dia merogoh dalam saku celana untuk mengambil ponsel tapi bukan ponsel cuma rokok yang ada
Dia lantas mengambil sebatang rokok dan menyulut dengan korek , untung saja koreknya tidak ketinggalan
Dia mulai tenang dengan menghisap nikotin itu
Setelah itu dia baru membalikkan arah motornya menuju kota lagi
Dengan santai diapun melajukan kendaraanya sambil menikmati nikotin yang masih tersisa
Bayangan wajah ayu tiyara masih saja menguasai otaknya
Setelah nikotin nya habis Raka pun mulai melajukan motornya lagi dengan kecepatan lumayan kencang
Beberapa menit kemudian Raka udah sampei ke kota lagi ,
Dia menuju kafe yang tadi ingin dia kunjungi.
Setelah memarkirkan motornya nya dia masuk ke dalam kafe mencari tempat duduk kosong yang ada di pojok
" pesan apa mas?
Seorang pelayan cewek menghampirinya
" mbak cappucino late dan roti bakar ya !
" ada lagi pesananya mas
" udah, itu aja dulu
" baik ! mohon di tunggu bentar
Pelayan itu pun pergi
Raka mengeluarkan rokok yg ada di saku celana nya dan mulai merokok lagi sebelum pesanan itu datang.
Malam pun semakin larut tapi suasana kota itu malah ramai dengan orang orang yang ingin mencari kesenangan duniawi setelah lelah bekerja di siang hari
Pesanan Raka pun datang
" maaf mas agak lama, ini pesananya selamat menikmati
" makasih mbak !
Raka mulai menikmati kopi pesananya dan roti bakarnya
Udah lama Raka di kafe itu dia mulai bosan dan akirnya dia beranjak pergi meski roti bakar nya masih tersisa separo
Setelah membayar di kasir rakapun pun kembali keparkiran dan menaiki motornya kembali ke apartemen
Setelah memarkirkan motornya Raka mulai berjalan menuju lobi dengan menaiki lift menuju lantai 4 di mana apartemen berada
Sesampai di dalam apartemen raka melepas baju dan celana dan menggantinya dengan celana pendek
Raka membaringkan tubuhnya kekarnya begitu saja di ranjang kingzais miliknya dengan tubuh tengkurap
Karena capek akinya dia tertidur juga, jam dinding pun udah menunjukan jam 3.45 dini hari
Pagi yang cerah Akirnya kembali ayam jantan berkokok bersahutan dan burung burung berkicau begitu indah terdengar
Nenek yang udah bangun dari subuh tadi pun mulai membangunkan tiyara
" tiyara bangun kamu kan sekolah udah siang ini
Nenek menggoyang goyang tubuh tiyara biar tiyara terbangun
Tiyara pun menggeliat.
" nek udah jam berapa sih ?
" Ndak usah tanya jam buruan bangun dan mandi sana ,keburu siang nanti, hari Senin kan biasanya ada upacara bendera
"iya nek !
Tiyara akirnya bangun dan berjalan menuju kamar mandi yang letaknya di samping dapur
Setelah selesai mandi tiyara pun memakei baju putih abu abu.
" sini nenek sisirkan rambutnya ,buruan sebelum mobil jemputan nenek datang
" iya nek !
Setelah menyisir rambut tiyara,mobil jemputan nenek pun datang
" tiyara kamu sarapan dulu nanti sebelum berangkat.,udah nenek siapin di meja dengan uang saku nya
" iya nek
" nenek berangkat dulu
Nenek pun Akirnya berangkat bekerja bersama rekan rekanya
Tiyara yang berdiri di pintu mengawasi neneknya berangkat
" tiyara om antar kah?
Seorang laki laki dewasa yang berada di kemudi mobil menawari tiyara untuk di antar sekolah
" enggak om ! terima kasih
" jangan macam macam kamu sama cucuku !
Nenek yang udah naik di bak belakang pun menyahuti dan memukul sang sopir pakei selendang
" ha...ha....ha nenek ya kok sewot siapa tahu jodoh
" istrimu mau kau kemana kan, kok mengincar cucuku
" untuk anak ku nek
Mereka semua pada ketawa dan akirnya mobil pun berangkat
Tiyara pun mulai memakai sepatunya
Setelah mengambil uang saku dan menutup kembali semua makan yang di siapkan neneknya dengan tudung saji di meja karena tiyara tak jadi sarapan
Tiyara pun berangkat sekolah dan tak lupa menutup pintu rumahnya
Tiyara berlari menuju tikungan jalan benar saja beberapa temannya udah menunggu nya dan mereka cowok semua
" tiyara cepat keburu siang.
" iya iya
Tiyara pun bonceng di salah satu motor temannya dan malah menghadap terbalik dari yang biasa orang di bonceng
" tiyara kebiasaan ya kalo di bonceng hadap kesitu
" udah jangan banyak omong jalan aja napa !
Tiyara yang tak suka di protes, tetap aja menghadap teman teman nya yang lain sambil bercanda
Bahkan keusilan tiyara kadang membuat teman temanya jengkel,
Tapi karena mereka udah berteman dari kecil
Semua itu mereka anggap biasa, karena memang tiyara sifatnya kayak gitu,
Dan semua itu cuma becandaan tiyara saja
Dan beberapa meter perjalanan Erina ber teriak teriak memanggil dari rumahnya untuk ikut bersama
judul ://Bunga desa idaman//
by Reni istiyar