Riuh rendah sorakan dari Grassland Warrior menggema di seluruh antero stadion berkapasitas 100 ribu penonton itu.
Dengan jaket hitam dan buff berwarna hijau gelap yang menutupi setegah wajahnya, Natalie berjalan masuk kedalam stadion lewat pintu masuk Utara.
Rambut sebahunya sengaja dikuncir buntut kuda, serta tak lupa tas punggung yang selalu ia bawa kemana pun.
"Gue kira, lo ga bisa lolos dari pemeriksaan di depan, Nat." kata Wolf, setengah berteriak agar suaranya tetap terdengar oleh Natalie di tengah-tengah gemuruh suara.
"Tadi ketahan sebentar, tapi barangnya aman kok." balas Natalie, yang setengah berteriak juga.
Wolf pun langsung mengangguk setelah mendengarkan balasan Natalie. Kemudian Wolf segera memerintahkan para anggota Grassland warrior yang bertugas membawa banner besar yang kemarin mereka buat untuk membentangkan banner tersebut di depan pagar tribun.
Usai banner besar itu terbentang, Natalie membuka tas punggungnya yang ternyata berisi flare dan smoke bomb berwarna hijau.
Flare dan smoke bomb itu dibagikan diam diam dari satu tangan ke tangan yang lainnya dengan cara dioper sampai ke orang yang bediri di titik titik tertentu untuk nantinya dinyalakan bersamaan.
"DI MENIT KE-85, KITA NYALAKAN SEMUANYA!" teriak Wolf, dari atas pagar pembatas.
Ya, Wolf memanjat pagar pembatas dengan sebuah pengeras suara di tangannya. Ia akan memimpin nyanyian dan koreografi suporter tribun Utara.
Dalam pertandingan sepakbola, suporter menang dilarang membawa flare dan smoke bomb.
Tapi Natalie selalu punya cara untuk menyeludupkan barang-barang tersebut masuk ke dalam tribun.
Itu lah sebabnya Natalie yang bertugas membawa barang-barang tersebut. Walaupun kadang harus sedikit tertahan di pintu masuk.
10 menit setelah para suporter masuk kedalam stadion, akhirnya dua kesebelasan yang akan bertanding masuk kedalam lapangan.
Tim Grassland United memakai jersey hijau dengan nuansa hitam, ciri khas dari tim. Sedangkan lawannya, tim Rockyfeller FC menggunakan jersey abu-abu.
Sorakan demi sorakan diteriakan oleh Grassland Warrior dari tribun Utara. Nyanyian dan 'psywar' juga dilantunkan untuk menjatuhkan mental lawan.
Natalie bisa melihat semua pemain memasuki lapangan dari tribun Utara, tempat ia berdiri saat ini.
Ethan terlihat seperti orang kebingungan, ia menengok ke seluruh penjuru stadion seperti sedang mencari seseorang.
"Si bodoh itu kenapa sih?" gerutu Natalie.
"Dia mencari seseorang." sahut Albert, salah satu anggota Grassland Warrior yang berdiri di samping Natalie.
Mendengar kalimat Albert membuat Natalie menghela nafas panjang. Ia teringat kesepakatan yang semalam ia buat bersama Ethan lewat panggilan telefon.
Di hari yang cukup berangin itu, akhirnya pertandingan pun dimulai. Grassland United mendominasi sejak awal pertandingan.
Mereka butuh kemenangan untuk naik ke posisi puncak di klasemen liga, karna sebelumnya mereka sempat turun ke posisi dua di klasemen.
Baru 10 menit jalannya pertandingan, tiba-tiba Ethan mencetak goal yang tercipta dari sundulan keras, hasil umpan lambung yang ditujukan kepadanya.
Seluruh stadion langsung menyambut goal perdana Ethan hari itu dengan sorakan gembira. Tapi ketika Ethan berselebrasi usai mencetak goal, gerak-geriknya masih terlihat seperti mencari-cari seseorang.
Skor babak pertama terhenti tanpa perubahan di angka 1-0 untuk Grassland United sampai turun minum.
Ketika semua pemain masuk ke dalam ruang ganti untuk beristirahat selama kurang lebih 15 menit sebelum memulai babak kedua, Grassland Warrior melakukan persiapan koreografi yang akan ditampilkan di babak kedua nanti.
Saat sedang bersiap, tiba-tiba terdengar teriakan provokatif dari tribun yang berisi suporter tim lawan.
Beberapa anggota Grassland Warrior langsung terprovokasi dengan kalimat-kalimat yang dilontarkan kepada mereka yang terkesan meledek.
Tak mungkin hanya diam ketika diledek dan dijelek-jelekan, terjadi lah sebuah bentrokan kecil di tribun yang sebenarnya sudah dipagari oleh besi-besi yang menjulang tinggi.
Namun, sebagai pemimpin Grassland Warrior, Wolf justru memerintahkan anggotanya untuk berhenti dan tidak terprovokasi.
Hanya dengan satu perintah yang keluar dari mulut pria berkumis itu, semua anggota Grassland yang tadinya ingin menghajar suporter tim lawan seketika berhenti.
Untungnya pemain dari dua kesebelasan sudah kembali memasuki lapangan untuk memulai kembali pertandingan babak kedua.
Di babak kedua, keadaan kini berbalik. Sekarang tim tamu lebih bermain menekan dan merepotkan lini pertahanan Grassland United.
Perasaan Natalie tidak enak, ia tahu jika terus-terusan ditekan seperti ini, tim kesayangannya akan kebobolan.
Benar firasat Natalie, Rockyfeller FC berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Hal itu menjadi sebuah pukulan bagi para pemain Grassland United yang sebelumnya sudah unggul.
Belum sempat Grassland United mencetak goal lagi, Rockyfeller FC justru malah mencetak goal kedua yang membuat posisi Grassland United sementara tertinggal.
Jika Grassland United ingin naik ke posisi puncak klasemen, pertandingan ini harus berakhir dengan kemenangan, tidak boleh seri, apalagi kalah.
Seperti penyelamat di tengah-tengah kekacauan, Ethan berhasil mencetak goal penyama kedudukan dari kemelut yang ada di depan gawang Rockyfeller FC.
Suasana semakin menegangkan karena skor masih imbang 2-2 di menit ke-75. Banyak sekali peluang yang terbuang karena Ethan terlihat tidak fokus.
Karna kekesalannya sudah memuncak, Natalie bergerak maju ke tribun paling depan yang berbatasan langsung dengan pagar besi sambil sesekali menabrak anggota Grassland United yang lainnya.
"ETHAN! ETHAN!" Teriak Natalie, sekeras mungkin sampai tenggorokannya terasa sakit.
Panggilan Natalie ditengah sorakan para suporter ternyata terdengar sampai ke telinga Ethan yang berdiri tidak jauh dari sana karna posisinya Grassland United sedang menyerang ke arah tribun Utara.
Suara Natalie membuat Ethan langsung menengok ke tribun Utara dan mendapati Natalie berdiri disana dengan buff yang sudah diturunkan sehingga Ethan bisa mengenalinya walaupun dari jauh.
"FOKUS!" teriak Natalie sekali lagi, dengan ekspresi yang masih kesal.
Ethan membalas teriakan Natalie dengan senyuman dan anggukan yakin. Kini terlihat penampilan Ethan berubah 180° dari yang sebelumnya.
Ia terlihat sangat fokus seperti seekor burung elang yang siap menerkam mangsanya. Sedangkan anggota Grassland Warrior yang berada di sekitar Natalie langsung menatap bingung ke arah Natalie, terutama Wolf yang masih ada di atas pagar pembatas.
Ketika waktu sudah menunjukan menit ke-80, Ethan mendapatkan bola yang akhirnya ia giring sendiri dengan melewati 3 orang pemain bertahan Rockyfeller FC kemudian melesatkan tendangan yang sangat keras dari luar kotak penalti.
Gawang Rockyfeller FC berhasil kembali dijebol oleh Ethan, seluruh isi stadion berteriak dan bersorak kegirangan menyambut goal penyelamat milik Ethan yang sangat indah.
Seperti perintah Wolf di awal tadi, pada menit ke-85 anggota Grassland Warrior yang memegang flare dan smoke bomb serentak menyalahan barang-barang yang tadi Natalie bagikan.
Mereka semua bernyayi dengan bersemangat karna sampai pertandingan selesai, skor berhenti di angka 3-2 untuk kemenangan Grassland United dengan Ethan Revegard sebagai pencetak hattrick di pertandingan itu.