"Terima kasih banyak atas bantuan kalian. Kantor saya jadi nyaman lagi dan semua pegawai juga merasa tenang. Katanya, para pegawai memang nggak terlalu suka dengan sifatnya Mas Agus. Ah, kapan-kapan mampir ke sini lagi ya, saya mau ajak kalian makan di tempat yang enak kalau kalian berkenan." Steve mematikan ponsel dan mendongak untuk menatapku yang kini duduk di hadapannya.
"Jadi ... kalian bersenang-senang tanpa aku, Hon?" Ish, masih saja suka cemburu sama kembarannya. Eh alter ego termasuk kembaran bukan sih? Entahlah, tapi aku menganggapnya demikian.
"Hm, gimana ya jelasinnya. Tapi, ya gitu deh," godaku.
Steve memutar kedua bola matanya dengan malas dan menyimpan kembali benda berukuran pipih itu ke dalam saku celana. "Oke, fine. Kamu nggak akan dapet jatah dari aku."
"Serius?" Di