Kini kami telah berada di rumah " sayang aku mau mandi dulu ya " ucap ku pada mas althar.
" baiklah sayang,ingat ya jangan lama-lama entar masuk angin lagi , kalau gitu aku mau menyelesaikan pekerjaan ku dulu ya " jawab mas althar.
" iya mas, nanti kalau sudah selesai cepat mandi dan pergi tidur ya " pintaku pada mas althar.
aku pun segera menuju kamar mandi untuk mandi, ku nyalakan shower dan ku lepas helai demi helai kain yang melekat di tubuhku dan ku sirami tubuhku dengan air hangat dari shower. tiba-tiba ku rasakan nyeri yang begitu hebat di perutku seketika tubuhku terasa lemas,segera ku nerteriak memanggil mas althar.
" sayang sayang tolong akuu " teriakku dari dalam kamar mandi. mendengar teriakan ku sontak mas althar mengetuk pintu kamar mandi dan membukanya karena memang aku tidak menguncinya. setelah di bukanya pintu kamar mandi dia terkejut dan memalingkan wajah nya saat melihat ku terduduk di pojokan kamar mandi dengan tubuh di sirami shower tanpa sehelai kain di tubuhku, bisa di bilang saat ini aku terlanjang polos.
" apa yang kamu lakukan di situ sayang " tanya nya sambil membalik kan badan dan menutup matanya.
" aku sakit perut mas rasanya nyeri sekali dan tubuhku lemas " ucapku dengan lirih akibat kesakitan.
segera di tepisnya pikiran kotor dari otak nya dan segera mengangkat ku ke kasur, betapa terkejutnya dia saat melihat bercak darah di seprai putih milik nya.
" sa sayang kamu kenapa kok mengeluarkan darah " ucapnya sambil menutupi tubuhku dengan selembar handuk.
" sepertinya tamu datang bulan ku datang deh mas , bisa minta tolong belikan pemb*l*t untuk ku " pintaku sambil memohon kepada mas althar.
" baiklah aku akan membelikannya untukmu sayang " dia pun segera pergi ke slaah satu supermarket untuk membeli sesuatu yang ku pesan tadi.
sepulang dari supermarket yang jarak nya tidak jauh dari komplek perumahan tempat kami tinggal dia pun tersenyum tersipu malu, ya aku tau mungkin saat ini dia merasa malu karena membeli sesuatu hal yang seharusnya di beli oleh wanita kini di beli oleh nya.
" ini sayang, mau aku bantu kamu berdiri menuju kamar mandi " tanya mas althar.
dengan terpaksa aku mengiyakan nya karena memang saat ini aku kesulitan untuk berdiri walau hanya ke kamar mandi.
mas althar menggendongku dengan gaya ala-ala bride style menuju kamar mandi. kemudian menunggu ku di luar kamar mandi, setelah selesai dia menggendongku menuju sofa kamar dan segera mengganti seprai putih yang terkena darah ku.
setelah selesai dia menggendongku ke lasur dan turun ke bawah untuk membuatkan ku teh hangat " sayang tunggu di sini ya aku ingin membuatkan mu teh hangat ", ucapnya padaku dan ku balas dengan anggukan kepala.
di dapur dia tampak sibuk membuat teh untuk ku dan saat sudah selesai di sodorkan nya padaku " sayang ini teh nya, pelan-pelan saja minum nya ya takut nya masih terlalu panas " ucap nya.
aku pun meminum teh itu dan segera bergegas tidur karena besok aku ada ujian.
" sayang aku tidur duluan ya besok kan aku ada ujian " ucapku.
" perutmu masih sakit sebaiknya kau tidak usah masuk sekolah terlebih dahulu " pinta althar.
" gak mau, besok juga udah mendingan kok " jelasku untuk sedikit membuatnya tenang.