Sesuai dengan ucapan Firman, bulan bulan ini Firman cukup sibuk dengan urusan kantor serta kuliahnya. Namun kali ini Firman tidak pernah lupa memberi kabar pada Diana lewat chat ataupun telepon. Bila ada waktu senggang Firman selalu menyempatkan datang ke rumah Diana.
Firman : Pagi sayang ku, apa kamu sudah bangun
Waktu masih menunjukkan jam 5 pagi namun rasa rindu sudah melanda. Tak lama kemudian Diana pun membalas.
Diana : Pagi juga sayang, aku udah bangun kok kan habis sholat subuh
Firman : Sayang nanti kita berangkat ke kampus bareng yuk nanti aku jemput jam 7 ya sekalian aku pengen sarapan di rumah kamu
Diana : Iya sayang, nanti aku masakin yang spesial buat kamu
Firman : Ya sudah sampai jumpa nanti, I Love you
Diana : l Love you too
Diana mulai menyibukkan diri di dapur bersama sang ibu, dia ingin menyiapkan makanan spesial untuk kekasihnya. Setelah satu jam berkutat di dapur, Diana memutuskan untuk segera mandi dan menyiapkan keperluannya ke kampus.
"Pagi ayah" sapa Firman melihat ayah sedang menikmati pagi di teras rumah sambil membaca koran dan meminum secangkir kopi.
"Pagi Firman, kamu rajin sekali masih jam 7 sudah ke sini. Mau kemana kamu dengan Diana?" tanya Ayah.
"Saya mau ke kampus ayah, sekalian ajak Diana berangkat bareng" Firman tersenyum memandang ayah.
"Sekalian ketemu biar bisa melepas rindu kali..." goda sang ayah.
"Iya juga sih yah" Firman menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar penyataan ayah yang selalu menggoda dirinya dan Diana.
Namun ayah senang dengan perilaku Firman yang telah berubah, dia sudah bisa menghargai keberadaan Diana sebagai kekasihnya.
"Nak Firman sudah sampai, tadi Diana sudah masak buat nak Firman, ayo masuk nak semua sudah siap di meja makan. Ayo kita sarapan bersama" ajak ibu menghampiri Firman yang dari tadi berbincang dengan ayah di teras rumah.
"Jadi yang di ajak cuma Firman ayah enggak diajak" ayah menyindir ibu yang ada disampingnya.
"Ayah juga, sudah gak usah iri ayah kan sudah tua gak malu sama umur" ibu berjalan menuju meja makan bersama Firman.
"Diana sudah masak masakan spesial buat kamu, Diana masih mandi dan siap siap buat ke kampus. Kamu dan ayah sarapan duluannya nanti kalian kesiangan ibu ke belakang dulu ambil minum buat kalian" ibu ke dapur untuk mengambil beberapa minuman yang sudah di siapkan.
"Ehmmm, kelihatan enak nih" ucap ayah "Kamu kenapa kok diem aja sudah ayo kita sarapan sebentar lagi Diana juga keluar gak usah ditungguin" ayah menatap Firman yang dari tadi menatap ke arah kamar Diana yang masih tertutup.
Diana keluar dari kamarnya, dia terlihat amat cantik dengan menggunaka dress bernuansa bunga serta membiarkan rambut panjangnya terurai. Firman terdiam menatap ke arah Diana
Sungguh kau terlihat cantik sayang puji Firman dalam hati karena dia tidak ingin ayah mendengarnya.
"Gak usah benggong Diana itu orang bukan hantu" goda ayah yang menatap Firman memperhatikan Diana tanpa berkata.
"Ayah ini jangan goda Firman kayak gitu kasihan dia, sudah sayang kamu sarapan aku tadi lo yang masak kata kamu suka sama masakan aku" bela Diana dan duduk disamping Firman.
"Iya sayang aku akan sarapan biar kita bisa cepat berangkat" Firman mulai sarapan dengan lahap dan agak terburu, dia sangat menyukai masakan Diana yang sangat terasa nikmat di lidah Firman.
"Sudah manggil sayang sayangan kayak pengantin baru aja" cela ayah di sela sela makannya.
"Ayah ini kalau gak nggoda anaknya gak lega kali ya, sudah cepat sarapan nanti kesiangan lo" ucap ibu yang sudah bergabung di meja makan.
"Ya sayangku aku akan menyelesaikan sarapan ku" goda ayah pada ibu.
Ibu hanya tersenyum ke arah Ayah, mereka makan di meja makan bersama dengan canda dan saling bercerita.
Diana dan Firman berada di mobil menuju kampus. "Sayang nanti kamu pulang jam berapa?" tanya Firman sambil mengemudi mobil.
"Mungkin nanti jam 2 aku sudah selesai kelas, memang kenapa sayang?" ucap Diana menatap ke arah Firman.
"Enggak nanti kalau kamu mau, kita nonton yuk sekalian jalan jalan mumpung hari ini aku gak ke kantor" ajak Firman.
"Ayo aku juga lagi pengen lihat film terbaru, nanti anter aku ke toko buku juga ya ada beberapa buku yang mau aku beli" Diana memeluk lengan kekasihnya itu.
"Ke bulan pun aku juga mau pokok sama kamu sayang" Firman mencium puncak kepala Diana.
Sampai di kampus Firman dan Diana berpisah di parkiran kampus. Diana melihat Gisna dan Susi yang melambaikan tangan ke arahnya.
"Ciyee... yang dianter sama pangerannya, sekarang senyum senyum sendiri Sus" goda Gisna.
"Iya lupa kalau dulu nangis nangis gara gara pangeran" tandas Susi.
"Apaan sih kalian lihat temen seneng malah di godain" Diana malu dengan godaan teman temannya.
"Iya iya yang kayak romeo juliet, romantis banget sampai iri aku ngeliatnya" Gisna masih saja menggoda Diana sepanjang jalan menuju kelas mereka.
Diana hanya tersenyum dan tidak menanggapi ucapan temannya itu.
Siang pun tiba, Diana sudah selesai dengan beberapa kelas mata pelajaran kuliahnya. Dia memutuskan menunggu Firman di kantin.
Diana : Sayang aku udah selesai kelas aku nunggu kamu di kantin sekolah
Diana mengirim pesan untuk memberi tahukan keberadaannya kepada Firman.
Tak butuh waktu lama Firman pun datang menemui Diana di kantin.
"Sayang kamu sudah nunggu aku lama disini" Firman duduk di dekat Diana, dan meminum minuman Diana.
"Hampir setengah jam aku nunggu kamu disini, kamu malah ngehabisin minum aku" Diana cemberut melihat kekasihnya meminum minumannya sampai habis tak tersisa.
"Aku haus sayang, tadi habis ada kajian buat skripsi aku, aku laper sayang kita makan di kantin apa di luar aja?" tanya Firman menatap Diana.
"Katanya mau ngajak nonton ya sekalian aja makan di mall, aku pengen makan steak jadi makan di mall aja ya" Diana bicara dengan atusias.
"Kalau gitu kita berangkat, kita makan steak yang kamu mau apa sih yang gak buat kamu sayang" goda Firman meninggalkan kantin bersama Diana menuju tempat mereka ingin datangi.
Sesampainya di sana mereka makan di tempat yang ingin di datangi Diana, restoran steak yang cukup terkenal di mall itu namun harga steaknya masih wajar bagi kalangan mahasiswa.
"Enak banget sayang steaknya jadi pengen nambah lagi" ucap Diana setelah menghabiskan makanannya tanpa tersisa.
"Kalau mau tambah lagi gak papa sayang, aku pesenin ya?" tawar Firman.
"Gak usah deh aku udah kenyang, nanti kalau aku banyak makan nanti gendut aku" mulut Diana manyun ke depan.
Firman gemas melihat tingkah kekasihnya itu, dia mencubit pipi Diana. "Meskipun kamu gendut aku juga suka kok" Firman memandangi mata Diana.
"Gombal nanti kalau sudah gendut beneran pasti kamu ejek aku" gerutu Diana.
"Sudah deh, habis ini kita mau kemana beli buku dulu apa nonton dulu" tanya Firman.
"Kita nonton dulu aja, kayaknya habis inj filmnya mau di mulai kita beli tiket yuk, sama jangan lupa ya sayang camilannya" senyum Diana begitu manis, membuat Firman ingin menciumnya namun dia harus menahan karena banyak orang di sekelilingnya.
Sepanjang menonton film drama, Diana dan Firman bergandengan tangan satu sama lain, tertawa bersama dan saling memandang.
Sungguh indah semua hal yang di lakukan bersama, setiap Diana berada di samping Firman dia begitu bahagia dan bersyukur dengan kehadiran Firman dalam hidupnya yang membuat hidupnya berkesan dan penuh warna.
"Sayang kamu mau cari buku apa?" tanya Firman membantu mencari buku di toko buku yang mereka datangi.
"Aku cari buku tentang sastra, buat tugas kuliah tapi ini harganya kok mahal banget sih" Diana melihat bandrol harga di buku yang ingin di belinya.
"Sudah gak papa aku bayarin" Firman mengambil buku di tangan Diana dan membayarnya di kasir.
"Kamu punya uang sayang, kan tadi kamu sudah bayar makan dan tiket nonton kita" selidik Diana pada Firman.
"Kamu lupa kalau aku sudah kerja, jadi aku sudah punya uang, dan kamu kayaknya lupa atau pura pura gak tau kalau aku ini anak orang kaya" sombong Firman.
"Iya iya anak orang kahya, jadi bisa beli barang semuanya deh" Diana kesal dengan ucapan Firman, tapi memang Diana hampir lupa kalau Firman adalah anak pemilik perusahaan dimana tempat ayahnya bekerja.
"Ini punya kamu" Firman menyerahkan kantung berisikan buku yang dibeli Diana. "Sudah gak usah manyun nanti tak cium mulut kamu itu" Firman bicara asal lalu mendahului Diana keluar dari toko buku.
"Kita pulang ya sayang sudah mau magrib ini, gak enak kalau pulang malam malam sam ibu sama ayah" ucap Diana.
"Iya ini juga mau pulang, tapi cium dulu boleh dong" goda Firman.
Diana hanya terdiam menatap Firman yang duduk di bangku kemudi mobilnya, melihat respon kekasihnya itu Firman mencium bibir Diana sekilas. Diana terkejut atas tindakan Firman.
"Kamu ini ngapain sih" ucap Diana malu dengan apa yang dilakukan Firman.
"Kamu suka kan tapi" Firman mulai melajukan mobilnya keluar dari tempat parkir mall menuju rumah Diana.
"Ayah ibu anakmu sudah pulang" teriak Firman yang masuk ke rumah Diana tanpa permisi.
"Nak Firman, mana Diana?" tanya ibu menghampiri Firman yang baru masuk ke dalam rumah.
"Itu di belakang" tunjuk Firman ke arah Diana "Ibu masak apa hari ini, anakmu ini lapar pengen makan masakan ibu" manja Firman kepada ibu Diana.
"Kebetulan nak Firman ibu sudah siapkan makan malam, ayah juga sudah ada di meja makan" tunjuk ibu ke arah ayah yang dari tadi memperhatikan tingkah Firman yang manja kepada istrinya.
"Aduh anak lanangku sudah lapar kasihan nanti kalau sakit bagaimana?"goda ayah pada Firman.
Firman hanya nyengir melihat ayah yang sudah ada di meja makan.
Entah, tingkah laku Firman dan juga orang tua Diana membuat Diana tersenyum melihatnya.
"Sayang sini, aku sudah lapar" lambai Firman ke arah Diana.
Diana mengangguk dan bergabung ke meja makan memulai makan bersama dengan keluarga dan kekasih tercintanya.
Sungguh bahagianya, dan indah kenangan saat bersama seperti ini. Harapan ingin selalu bersatu dan bersama, ialah keinginan terbesar dalam hidup Diana dan juga Firman.
bersambung.....