Setelah mengganti seragam khas-nya dengan seragam olahraga, Nana langsung pergi ke kelas untuk menaruh seragam khasnya di loker. Ia pergi sendiri sebab tadi kunci lokernya error, karena tidak ingin membuat Lisya dan Kana menunggu terlalu lama, ia menyuruh mereka untuk pergi duluan ke lapangan.
“Akh!” pekik Nana saat merasakan pusing dadakan dan perutnya yang tiba-tiba bergejolak.
Tubuhnya terasa lemas, Nana menyangga tangannya pada ujung loker saat merasa tubuhnya akan ambruk, dan segera mencari tempat duduk terdekat untuk mendudukkan dirinya.
“Pusing banget,” keluh Nana, seraya memegang kepalanya. Sepertinya penyakitnya kembali kambuh. Penyakit yang selalu datang saat ia sedang mendapatkan beban berat yang harus ia hadapi. Terakhir kali adalah saat ia mendapatkan kebencian dari teman-