Willow sedang mencocokkan jadwal ketika petugas penerima tamu menelepon. Seorang pria datang tanpa janji dan ingin menemui Miss Hewitt. Ia mengatakan sudah mengenal Caramella sejak lama.
"Siapa namanya?" tanya Willow.
Petugas menyebutkan nama yang tidak dikenalnya. Willow memeriksa daftar sekali lagi, lalu memandang pintu ruang kerja Caramella. Atasannya kembali bekerja di kantor pagi itu setelah membicarakan pengaturannya dengan firma.
"Tolong tunggu sebentar. Jangan arahkan dia ke atas dahulu."
Willow mengetuk pintu dan masuk setelah dipersilakan. Caramella sedang membaca surat dengan kacamata bertengger di hidung. Ia melepaskannya ketika mendengar ada tamu yang menunggu di lobi.
"Aku tidak mengenal nama itu."
"Katanya teman lama."
Caramella merasakan perutnya mengencang. Beberapa hari terakhir, kata lama dapat membawanya kembali pada tempat-tempat yang tidak ingin diingatnya.
"Minta keterangan keperluannya melalui petugas. Aku tidak menerima pertemuan tanpa janji hari ini."
Willow mengangguk dan kembali ke mejanya. Ia tidak membagikan jadwal atasannya atau mengatakan kapan Caramella akan pulang. Ketika penelepon dari lobi kembali berbicara, suaranya terdengar lebih ragu.
Pria itu telah pergi setelah diminta menunggu. Sebelum meninggalkan meja, ia mengatakan akan kembali ketika Miss Hewitt tidak terlalu sibuk.
Willow langsung memberitahukan hal tersebut.
Caramella meletakkan suratnya. Untuk beberapa detik ia ingin bangkit dan melihat sendiri dari jendela, seolah dapat mengenali seseorang di antara orang-orang kecil yang bergerak jauh di bawah.
Ia tidak melakukannya.
"Bisa minta catatan kedatangannya disimpan? Aku akan menghubungi petugas yang menangani laporanku."
Willow berhenti di depan meja. "Apa ini berkaitan dengan hal yang Anda ceritakan kemarin?"
"Aku belum tahu. Itu yang perlu diperiksa."
Ia menyampaikan kejadian tersebut tanpa mengatakan pria itu pasti Langford. Ketidakpastian terasa menjengkelkan, tetapi ia sudah belajar bahwa rasa takut dapat membuat dua wajah berbeda tampak serupa sebelum benar-benar dilihat.
Petugas mencatat waktu kedatangan dan mengatur pemeriksaan keterangan dari gedung. Caramella diminta tidak mencoba menemui orang itu jika ia kembali.
Setelah telepon ditutup, Willow masih menunggu.
"Apa saya perlu membatalkan pertemuan berikutnya?"
Caramella membaca nama klien yang akan datang. Ia tahu dirinya belum siap mendengarkan persoalan orang lain saat pikirannya terus berada di lobi.
"Tanyakan apakah dia bersedia menunggu sedikit lebih lama. Kalau tidak, bantu atur ulang. Jangan biarkan dia datang tanpa pemberitahuan."
Willow segera mengurusnya.
Caramella duduk diam, memandangi bekas lingkaran cangkir di mejanya. Ada rasa malu yang tidak diinginkannya. Seorang pria cukup menyebut dirinya teman lama, dan pagi yang baru saja terasa dapat dijalani mendadak berantakan.
Ia membuka laci untuk mengambil tisu, kemudian menemukan catatan kecil mengenai pertemuan berikutnya dengan psikolog. Kertas itu tidak menenangkan semuanya, tetapi mengingatkannya bahwa ia tidak harus menghabiskan pagi dengan menyalahkan diri sendiri.
***
Susan sedang membereskan belanja ketika putrinya menelepon. Ia langsung berhenti mendengar nada suara Caramella.
"Ada seseorang datang ke kantor. Belum tentu dia, tetapi sedang diperiksa."
"Kamu aman?"
"Aku masih di ruangan. Orang itu sudah pergi tanpa bertemu denganku."
Susan memejamkan mata. Ia ingin menyuruh Caramella pulang saat itu juga, tetapi menahan perkataan tersebut sampai mendengar apa yang dibutuhkan putrinya.
"Apa Ibu perlu datang?"
"Tidak sekarang. Aku hanya ingin memberi tahu. Kita tetap bertemu di rumah nanti."
Mereka membicarakan hal praktis sebentar. Kemudian Susan mengatakan roti yang dibeli masih hangat dan ia menyimpan sebagian untuk Caramella.
Kalimat itu membuat tenggorokan wanita tersebut terasa penuh. Sesuatu yang biasa masih menunggunya di rumah, meskipun seseorang mencoba membawa masa lalu ke tempat kerjanya.
"Jangan habiskan selainya," katanya.
Susan tertawa kecil. "Ibu akan berusaha."
***
Menjelang siang, petugas gedung memberikan keterangan kepada pihak yang memeriksa kejadian itu. Caramella tidak ikut mendatangi lobi. Ia tetap di kantornya, menyelesaikan pekerjaan pendek yang masih mampu dikerjakan.
Willow membawa air minum dan meletakkannya tanpa banyak bicara.
"Terima kasih karena tidak langsung menyuruhnya naik," kata Caramella.
"Dia tidak ada dalam jadwal. Saya memang harus menanyakannya dahulu."
Jawaban sederhana itu terasa penting. Tidak ada tindakan luar biasa yang dilakukan Willow, hanya menjalankan sesuatu dengan cermat ketika Caramella tidak dapat berada di setiap tempat sekaligus.
"Aku mungkin belum dapat menceritakan semuanya."
"Anda tidak harus melakukannya. Katakan saja hal yang perlu saya ketahui untuk bekerja."
Caramella mengangguk. Selama ini ia mengira penjelasan harus diberikan secara utuh agar seseorang bersedia memahami. Ternyata ada orang yang dapat membantu tanpa meminta seluruh kisahnya sebagai balasan.
Klien yang sempat diminta menunggu akhirnya memilih waktu lain. Caramella menghubunginya sebentar untuk meminta maaf atas perubahan itu. Ia tidak memberikan alasan panjang, hanya memastikan pertemuan pengganti tidak mengganggu kebutuhan yang mendesak.
Wanita di seberang telepon menjawab bahwa ia memahami. Mereka menyepakati waktu baru, lalu membicarakan satu dokumen yang masih belum diserahkan.
Setelah panggilan berakhir, Caramella merasa sedikit lebih berpijak pada hari itu. Ia masih dapat melakukan pekerjaannya, meskipun tidak dengan jadwal yang direncanakan semula.
Ia membuka berkas lain dan membaca dua halaman sebelum menyadari kalimat yang sama sudah dibaca berkali-kali. Caramella menutupnya, menuliskan penanda agar tidak kehilangan bagian yang perlu diperiksa, kemudian berdiri mengambil air.
Di depan jendela, ia melihat bus berhenti dan orang-orang menyeberang. Selama ini pemandangan tersebut hanya menjadi latar ketika pikirannya dipenuhi persoalan klien. Sekarang ia memperhatikan seorang wanita membetulkan tas di bahu dan seorang pria menunggu temannya yang tertinggal.
Mereka mempunyai tujuan yang tidak diketahui Caramella. Tidak setiap orang sedang mencari dirinya.
Pikiran itu belum membuatnya tenang sepenuhnya, tetapi ia menyimpannya.
Ketika Willow masuk untuk berpamitan pada akhir hari, Caramella meminta agar sekretarisnya tidak terus memeriksa pesan kantor sepanjang malam.
"Kalau ada pembaruan yang perlu, aku akan memberi tahu besok. Kamu juga perlu beristirahat."
Willow tersenyum. "Anda juga, Miss Hewitt."
Caramella mengangguk dan mematikan layar komputernya. Ia tidak akan menyelesaikan semuanya dengan duduk lebih lama di ruangan yang mulai gelap.
Sore itu ia pulang setelah mendapat kabar bahwa pemeriksaan masih berlangsung. Di perjalanan, ia tidak membuka pesan pekerjaan. Ia memperhatikan kota melalui jendela, membiarkan pikirannya kembali pada hal yang benar-benar terlihat di depannya.
Ketika tiba, ia menemukan Susan duduk di ruang makan dengan dua cangkir. Sebagian roti sudah diiris dan selainya belum habis.
Caramella melepaskan mantel, duduk, lalu memakan sepotong tanpa mengatakan apa pun.
***
Di tempat lain, Tristan menyelesaikan pembicaraan dengan Evelyn mengenai jadwal berikutnya. Tidak ada kabar tentang Caramella dalam percakapan itu, dan ia tidak menyisipkan pertanyaan pribadi melalui pengacara barunya.
Setelah menutup telepon, ia memandang undangan pertemuan keluarga yang dikirim Sherly. Ailana ingin menunjukkan beberapa keperluan sekolah dan mereka akan melanjutkan pembicaraan bersama Dexter.
Tristan membalas bahwa ia akan datang.
Ia ingin memperbaiki begitu banyak hal sekaligus, tetapi malam itu hanya satu janji yang benar-benar dapat dikerjakannya: hadir untuk putrinya sesuai waktu yang disepakati.