Robie datang dengan sikap yang seolah lebih santai daripada perasaannya. Ia duduk di hadapan Jason Emerson dan segera bertanya apakah percakapan mereka akan diketahui wanita yang sedang dicari.
Jason tidak menjanjikan kerahasiaan tanpa batas. Ia menjelaskan bahwa informasi yang berkaitan dengan perkara akan ditangani melalui jalur yang semestinya, kemudian meminta pria itu memperkenalkan diri.
"Robie."
Ia memberikan keterangan dirinya, tetapi gerakan tangannya tetap gelisah. Kartu nama Jason yang sudah agak terlipat diletakkan di meja.
"Waktu kita bertemu, Anda bilang tidak mengenali foto itu," ujar Jason.
Robie mengangguk, lalu memandang ke arah pintu.
"Aku tidak mengatakan yang sebenarnya."
Jason mengambil pena. "Apa yang membuat Anda sekarang ingin bicara?"
Pertanyaan itu tidak segera dijawab. Robie sudah membayangkan beberapa alasan yang akan membuatnya terlihat baik, tetapi semuanya terdengar terlalu rapi untuk diucapkan.
"Aku tidak ingin terseret kalau dia ternyata memang melakukan sesuatu."
"Apa Anda mengetahui sesuatu tentang peristiwa yang sedang diperiksa?"
"Tidak. Aku hanya mengenali wajahnya."
Jason memintanya menjelaskan dari mana ia mengenal wanita tersebut. Robie mengatakan mereka pernah bertemu ketika wanita itu masih lebih muda. Wajahnya kemudian berubah, tetapi ia tetap mengenalinya sebagai orang yang sama.
"Nama yang Anda kenal?"
Robie meremas kedua tangannya. "Kristin."
Nama itu ditulis, tidak langsung diumumkan sebagai jawaban akhir atas seluruh pencarian.
Jason menanyakan kapan mereka terakhir bertemu dan apakah ada keterangan yang dapat diperiksa. Robie memberikan sebagian informasi mengenai tempat tinggal serta cara menghubunginya. Ia juga mengatakan Kristin masih menikah dengan seorang pria bernama Derick Hewitt, meskipun mereka tidak tinggal bersama.
Jason mengangkat kepala sebentar, memastikan penulisan nama itu benar.
"Anda mengetahui hubungan mereka dari mana?"
"Dia mengatakan masih belum bercerai. Itu alasan yang selalu digunakannya."
"Alasan untuk apa?"
Robie terdiam terlalu lama.
***
Pembicaraan mulai berubah ketika ia mengatakan ingin menikahi Kristin. Jason tidak menanggapi sebagai urusan romantis yang dapat membantu pencarian. Ia menanyakan apakah wanita itu bersedia.
"Dia pernah berjanji."
"Apakah dia sekarang bersedia?"
Robie memandangnya dengan kesal. "Dia selalu menghindar."
Jason meletakkan pena. "Informasi ini tidak dapat digunakan untuk membuat seseorang menikah dengan Anda. Kalau itu yang Anda harapkan dari pertemuan ini, saya tidak akan membantu."
Wajah Robie memerah. Ia mengatakan bukan itu maksudnya, tetapi kemudian mengakui pernah menyebut kartu nama Jason ketika bertengkar dengan Kristin.
Pengakuan tersebut tidak membuat Jason menghentikan pencatatan. Justru ia meminta penjelasan lebih rinci tentang apa yang telah dikatakan Robie dan bagaimana reaksinya.
Robie mulai memahami bahwa bercerita tidak memberinya kebebasan memilih hanya bagian yang membuat Kristin tampak buruk.
Ia meraih gelas dan meminumnya sebelum kembali menjawab. Beberapa kali ia mencoba kembali pada foto, berharap pembicaraan tentang tindakannya sendiri selesai. Jason tetap mencatat batas pengetahuannya serta alasan yang mungkin memengaruhi keterangannya.
Ketika pertemuan berakhir, Robie tidak mendapat janji bahwa Kristin akan dibiarkan bebas jika bersedia menikah dengannya. Ia juga tidak mendapat jaminan bahwa perbuatannya sendiri tidak akan dipertanyakan.
Ia keluar dengan langkah lebih cepat daripada saat datang.
***
Di lorong, Robie berhenti dan memeriksa ponselnya. Ia membayangkan menelepon Kristin, mengatakan bahwa semuanya masih dapat diubah jika wanita itu mau mendengarkan. Jarinya sudah berada di atas nama yang tersimpan ketika ia mengingat wajah Jason.
Pria itu telah mencatat kata-katanya.
Robie memasukkan ponsel ke saku, lalu mengeluarkannya lagi. Ia tidak menyukai perasaan bahwa sekarang ada orang lain yang mengetahui cara dirinya berbicara kepada Kristin. Selama ini ia selalu dapat menyebut pertengkaran mereka sebagai urusan pasangan, meskipun Kristin tidak bersedia menjadi pasangannya.
Ia turun ke jalan tanpa memperoleh ketenangan yang diharapkan.
Di dalam ruangan, Jason menambahkan waktu berakhirnya pertemuan. Ia membaca ulang bagian tentang perubahan wajah. Robie tidak memberikan bukti medis atau tanggal yang pasti; pengakuan mengenali seseorang tetap harus dicatat sesuai batasnya.
Jason meletakkan foto lama di sebelah catatan, kemudian memisahkannya kembali. Ia sudah cukup lama bekerja untuk mengetahui betapa mudahnya sebuah nama baru membuat semua potongan terlihat cocok. Ia perlu memeriksa bagian yang tidak cocok juga.
Ia membuat daftar pertanyaan lanjutan mengenai waktu, tempat, dan orang yang mungkin dapat menjelaskan riwayat wanita itu. Sebagian mungkin tidak menghasilkan apa-apa. Namun keluarga Ramsey telah menunggu terlalu lama untuk diberi kepastian yang hanya lahir dari ketergesaan.
Jason menyusun keterangan yang baru diterima dan membedakan antara identitas yang disebut, pengakuan mengenali foto, serta bagian yang masih memerlukan pemeriksaan. Robie mempunyai motif pribadi. Hal tersebut tidak otomatis membuat seluruh keterangannya palsu, tetapi tidak boleh diabaikan.
Petunjuk yang relevan diteruskan kepada pihak yang menangani perkara. Jason tidak mendatangi Kristin untuk menawarkan kesepakatan atau mengabarkan bahwa namanya sudah disebut.
Setelah itu ia menghubungi Margaret untuk menyampaikan adanya petunjuk identitas yang sedang diperiksa. Ia tidak mengatakan Joana sudah tertangkap.
"Apa benar dia orangnya?" tanya wanita tua itu.
"Belum dapat saya pastikan. Ada orang yang mengaku mengenalinya. Keterangan itu perlu diperiksa bersama bahan lainnya."
Margaret menahan napas. Setelah begitu lama menunggu, perbedaan antara petunjuk dan kepastian terasa menyiksa.
"Tristan perlu mengetahui perkembangan yang sama," katanya akhirnya.
Jason menyetujuinya.
***
Di apartemennya, Kristin menerima pemberitahuan waktu konsultasi yang dimintanya. Ia membaca pesan itu sambil duduk di tepi sofa, memikirkan bagian mana yang sanggup diceritakannya.
Tentang cek, ia tidak lagi dapat berpura-pura tidak pernah menerima uang. Tentang Robie, ia mempunyai pesan yang membuatnya takut. Tetapi alasan pria itu merasa dapat menahannya tetap berada dekat dengan rahasia yang paling ingin disembunyikan.
Ponselnya berbunyi. Nama Robie muncul, lalu menghilang ketika panggilan berakhir. Kali ini tidak ada pesan menyusul.
Keheningan tersebut membuatnya lebih cemas daripada kata-kata kasar.
Ia hampir menelepon Alexis. Namun mengingat sikap Gabriella dan percakapan terakhir mereka, ia menahan diri. Alexis tidak berutang perlindungan hanya karena dahulu mencintainya.
Kristin berdiri dan mengambil berkas yang masih terserak. Ia memasukkan bahan tentang pembayaran ke dalam tas. Tidak semuanya, tetapi lebih banyak daripada yang dibawanya ketika menemui Caramella.
Ia belum menjadi jujur sepenuhnya. Ia hanya semakin kesulitan hidup di antara cerita-cerita yang tidak lagi dapat dipertahankan bersamaan.
***
Menjelang malam, Tristan menerima pesan dari Jason meminta waktu untuk memberikan pembaruan. Ia memilih berbicara ketika sudah berada di apartemen dan dapat mencatat.
Jason menjelaskan adanya seseorang yang mengaku mengenali foto lama. Nama yang sekarang digunakan wanita itu adalah Kristin, menurut keterangan yang belum sepenuhnya terkonfirmasi.
Tristan mengulang nama itu tanpa menemukan sesuatu yang dikenalnya.
Kemudian Jason menyebut hubungan perkawinan yang dikatakan Robie: seorang pria bernama Derick Hewitt.
Tangan Tristan berhenti di atas kertas.
Ia memandang nama belakang yang baru ditulis, merasakan kemungkinan yang belum berani diucapkan. Hewitt bukan hanya satu orang di dunia. Ia tidak boleh mengubah kebetulan nama menjadi tuduhan.
Namun ia kini mengetahui satu pertanyaan yang harus diajukan dengan sangat hati-hati.