Zira berlari menghampiri perempuan muda yang sudah merentangkan tangannya lebar. Zira memeluk Rora dengan erat.
Akhirnya setelah hampir dua minggu tidak bertemu akhirnya Rora kembali dan menyelesaikan tugasnya. Saat diberi kabar jika Rora akan kembali besok dan minta di jemput di Bandara Zira senang bukan kepalang.
Zira sangat merindukan sahabatnya itu. Bahkan Zira memeluk Rora begitu erat dan mereka berdua berputar-putar senang.
"Sialan! Kita udah lama nggak ketemu" ucap Zira sambil melepaskan pelukannya dan tangan Rora menonyor kepalanya.
"Baru dua minggu, nggak lama-lama banget. Tapi emang kangen sih" ucap Rora yang membuat mereka kembali berpelukan.
"Libur sampai kapan ?" tanya Zira setelah mereka melepaskan rindu masing-masing.
Mereka berjalan menuju parkiran tempat dimana mobil Zira terparkir. Zira tau jika pegawai yang baru saja selesai bekerja ke luar kota akan di beri waktu untuk beristirahat selama 3 hari.
Rindu sekali dengan pekerjaannya yang dulu. Ingin rasanya Zira kembali bekerja bukannya seperti orang tidak berguna yang hanya bergelung di balik selimut.
Selama dua minggu ini Aro sama sekali tak menghubunginya. Bagi Zira itu tidak masalah. Pria itu mengatakan jika pekerjaan pria itu akan semakin banyak dan menumpuk.
Terakhir bertemu dengan pembahasan di perusahaan Aro. Pria itu mengatakan jika Azel akan tinggal dengan Yasmin dan suaminya.
Yasmin sedang program bayi dan meminta bantuan agar Azel diurus saja oleh Yasmin agar Yasmin nantinya siap dan sigap merawat bayi.
Yasmin adalah istri dari sahabat Aro yang bernama, Gail. Pekerjaan Aro yang sangat padat membuat Aro mengiyakan saja jika Azel dirawat oleh Yasmin.
Asalkan Azel tinggal dengan Aro pada hari Sabtu atau Minggu. Zira hanya diam saja ketika Aro menjelaskan semuanya secara detail tanpa menyinggung mantan istrinya.
Sebenarnya jiwa kekepoan Zira ingin sekali timbul dan bertanya. Tetapi sekali lagi Zira tidak berani berkutik jika sudah berhadapan dengan Aro.
Lagian di sini Zira hanyalah objek penjualan Ibunya dan tidak ada hak sama sekali untuk menanyakan tentang kehidupan 'Pemiliknya'
Rasa sedih masih ada di dalam hati Zira jika mengingat semua yang sudah terjadi dan penyebab Zira harus menikah dan menyetujui kontrak yang dibuat Aro.
Hingga kini Mom tidak memberikan kabar dan bahkan nomernya tidak aktif. Mungkin saja Mom takut jika Zira marah dan memilih meneror Mom.
Tetapi bukan itu yang ada di pikiran Zira. Zira rindu dengan Mom dan segala kecerewetan yang selalu terdengar jika Zira tidak pulang atau tidak kunjung mentransfer uang belanja.
Zira menghela nafas dengan pelan yang membuat Rora yang sejak tadi memperhatikannya semakin penasaran.
"Kuyakin kau tidak mendengarkan ucapanku sama sekali. Apa yang sedang kau pikirkan ?" tanya Rora yang membuat Zira melihat sahabatnya.
Ternyata mereka sudah di lahan parkir. Sepertinya Zira terlalu fokus dengan pikirannya hingga tidak sadar jika mereka sudah berada di parkiran.
"Banyak hal yang ada di pikiranku sekarang. Kau tau sendiri aku seorang pengangguran sekarang" ucap Zira yang membuat Rora cemberut merasa iba.
Rora mendekat dan memeluk pundak Zira dengan sayang. Rora menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Kau jangan khawatir. Aku akan membantumu mencari pekerjaan dan jika kau butuh uang katakan padaku dan aku akan berusaha membantumu" ucap Rora yang membuat Zira tertawa.
"Jangan khawatir tentangku. Aku tau kau juga memiliki banyak tanggungan tetapi terima kasih, Rora. Kau memang yang terbaik" ucap Zira yang membuat Rora membusungkan dadanya.
"Lalu bagaimana kau membayar cicilan mobil dan lainnya? Kau jangan sungkan denganku" ucap Rora yang membuat Zira meringis.
Mobilnya masih belum lunas dan kurang beberapa cicilan lagi. Ingatan tentang mencicil mobil membuat Zira menarik nafas berat.
Sisa uang tabungannya tidak akan cukup untuk membayar cicilan mobilnya. Jika tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Zira akan menjual mobilnya dan membeli motor dengan harga murah.
Setelah itu Zira akan membayar semua hutangnya dan bisa hidup dengan tenang. Itu planning yang akan dilakukannya nanti.
"Kau tenang saja. Aku bisa meminta pada sugar daddy-ku" goda Zira yang membuat Rora melotot dan ngeri.
"Pengangguran membuatmu sangat putus asa dan mengerikan" ucap Rora yang membuat mereka berdua tertawa dengan terbahak-bahak.
*_*_*
Mereka berdua berhenti di salah satu restoran cepat saji dan memilih untuk makan siang. Mereka berdua rindu makan makanan cepat saji seperti ini.
Sebelum mereka bekerja seperti ini dulu mereka sering sekali makan makanan cepat saji ketika merayakan sesuatu. Tetapi karena sudah memiliki uang mereka lebih memilih makan di restoran ketika merayakan sesuatu.
Rora memakan burgernya dengan sangat lahap sedangkan Zira terdiam dan menyeruput cola sesekali. Hal itu membuat Rora menatapnya dan mengambil kentang untuk dimakan.
"Sepertinya kau memiliki pikiran yang sangat berat. Tenang saja, makanan kali ini aku yang akan bayar" ucap Rora yang membuat Zira mendongak dan tertawa.
"Enak saja! Aku tidak sesengsara itu setelah di pecat. Tetapi bolehlah jika kau memaksa untuk mentraktir" ucap Zira yang membuat Rora memutar matanya.
"Pesanlah lagi. Aku sedang tidak ingin pulang. Kita habiskan waktu di sini untuk bercerita" ucap Rora yang membuat Zira mengangguk semangat
"Bagaimana dengan rencana pertunanganmu dua bulan lagi ?" tanya Zira yang membuat Rora tersenyum lebar.
"Semua sudah beres. Jika pekerjaan Jack sudah selesai mungkin bulan depan kami akan tunangan"
Zira meleleh mendengarkan jawaban Rora yang mengatakan dengan tatapan semangat. Rora dan Jack sudah menjalin hubungan sejak dibangku kuliah.
Jack sudah sejak lama mengajak Rora menikah tetapi sahabatnya yang t***l itu terlalu takut disakiti oleh Jack yang merupakan mantan playboy dulu.
Alhasil hubungan mereka stuck pacaran selama 3 tahun sebelum akhirnya Rora mengiyakan ajakan Tunangan Jack. Sebelum tahun depan mereka akan menikah.
Mengingat perjuangan Jack membuat Zira tersenyum-senyum sendiri. Rora sangat keras kepala dan sulit sekali dilelehkan dengan sifat manis Jack.
Tetapi pengorbanan tidak akan menghianati hasil, anggap saja seperti itu. Rora akhirnya setuju dan Zira ingat sekali jika Jack terlihat senang dan lega atas lamarannya di terima.
"Segeralah menikah dan berikan aku keponakan yang menggemaskan" ucap Zira sambil meneguk sodanya.
Wajah Rora memerah dan tertawa canggung. Zira tersenyum jahil melihat wajah Rora yang memerah malu. Memang dasar.
"Kau ini ada-ada saja! Lalu bagaimana kau dengan sugar daddy-mu. Kurasa kau tidak hanya becanda tadi" ucap Rora yang membuat Zira terbatuk-batuk.
Rora selalu saja mampu membuat Zira terlilit dan terjebak dengan ucapannya sendiri. Walaupun niatnya becanda Rora sangat tau perbedaan Zira mengatakan kebenaran atau hanya candaan.
Rora selalu dapat membedakan setiap omongan Zira. Terkadang hal itu membuat Zira kesal dan kelabakan sendiri menjawab pertanyaan dari sahabatnya.
"Kau tau aku hanya becanda" ucap Zira dengan senyum canggungnya.
Suara notifikasi muncul yang membuat Zira memilih mengambil ponselnya agar terhindar dari introgasi Rora yang akan mencecarnya dengan banyak pertanyaan.
Zira membuka kunci di ponselnya dan melihat sebuah notifikasi dari m-banking miliknya. Jarang sekali Zira mendapatkan notifikasi dari M-Banking jika bukan tanggal gajian.
Sekarang Zira sudah tidak memiliki pekerjaan tentu saja Zira tidak akan mendapat gajian. Lalu notifikasi apa yang muncul itu. Sembari menunggu loading Zira menyeruput cola-nya.
Mata Zira melotot dengan lebar melihat isi notifikasi yang baru saja muncul. Untung saja seteguk cola tadi sudah meluncur dengan mulus di tenggorokannya.
Belum sempat Zira menghubungi seseorang untuk menanyakan hal itu. Sebuah tangan menarik ponselnya dan membuat Zira terkejut bukan main.
Mata Rora tidak kalah lebar dengan Zira. Rora juga ikut terkejut hingga menutupi mulutnya yang melongo dengan dramatis.
Rora membalikkan layar ponselnya menghadap Zira dengan pandangan sulit dipercaya. Sedangkan Zira memikirkan hal yang akan terjadi selanjutnya dengan Rora, disensus habis-habis.
"Kau sungguh memiliki sugar daddy ? OMG!!" Jerit Rora yang membuat beberapa orang yang duduk di sekitar meja mereka menoleh dan memandang aneh
Zira membaca tulisan yang di bold itu. Tulisan yang membuat Zira kaget dan membuat Rora kebakaran jenggot karena berita baru. Tamat sudah riwayatnya
'From your Sugar Daddy'
*_*_*