Sebulan kemudian...
.
Bete sekali aku ingin liburan. Apa aku liburan aja ya sekalian menghilangkan suntukku. Besok malam aja apa ya mumpung belum musim liburan. Tapi sebelum liburan, aku ingin bertemu Gadis deh sekalian membicarakan liburanku.
“Halo Dis.” kataku sedang meneleponnya.
“Iya Boy kenapa?” jawabnya.
“Jalan yuk.”
“Haaaa seriusan?”
“Iya lah serius.” kataku dengan mantap.
“Kapan Boy?” tanyanya lagi.
“Ya sekarang. Nih bentar lagi gue akan jalan kesana jemput lo.” kataku.
“Oke deh. Hati-hati ya.” katanya mengakhiri pembicaraan kami.
Akhirnya aku bertemu Gadis lagi tapi kok firasatku tiba-tiba tidak enak ya. Ah bodo amat lah. Aku menghampiri abang sekalian meminta izin.
“Bang, gue boleh gak liburan ke Jepang?”
“Liburan? Tumben amat lo. Biasanya anak rumahan.” ejek abang.
“Ih pengen gue bang sekali-sekali.”
“Lo mau sendirian kesana?”
“Kalau abang mau ikut ya ayok.”
“Tapi kan lo berangkat bukan musim liburan. Mana ada boleh sama Ayah.” kata abang.
“Iya juga sih. Yahhh berarti gue sendiri dong.” kataku menghela nafas.
“Ih curang lo mah. Berangkat kapan?”
“Besok malam aja dah. Biar sampai Jepang pagi.”
“Ya sudah deh hati-hati.” kata abangku akhirnya.
“Ya sudah bang gue pergi dulu.” pamitku.
“Mau kemana lo?” tanya abangku bingung.
“Mau pergi. Bye abang.” kataku sambil melambaikan tangan.
.....
Akhirnya Gadis dan aku sudah di pantai untuk melihat sunset.
“Bagus ya Boy sunsetnya. Lihat gehh.” katanya dengan semangat.
“Iya dong bagus. Lo kayak baru ngelihat sunset aja hahaha.”
“Emang iya. Ini pertama kalinya aku ngelihat sunset yang merah banget dan pertama kalinya ngelihat bareng cowok hehehe.” katanya sambil tercengir.
“Sama dong. Ini juga pertama kalinya gue lihat sunset bareng cewek. Jadi gue yang pertama ya. Kalau gitu, lo mau lihat sunset bareng gue terus?” tanyaku yang sudah tak bisa lagi membendung perasaanku.
“Haaaa maksudnya?” tanyanya bingung.
“Haaaaaaa ituuu maksudnya. Gue mau nemenin lo lihat sunset terus karena muka lo merah kayak tuh sunset tuh. Jadi mau gue jadiin perbandingan sunset sama lo seumur hidup gue hahahaha.” godaku.
“Ih Boy mah resehhhhhh. Masa muka aku disamain sama sunset sihhh.” katanya dengan tangan di pipinya.
“Abisnya muka lo merah banget sihhh hahahaha.” kataku membuat ia malu.
“Boy, aku cubit iniiiiii.” katanya sambil mencubitku.
“Hahahhahaah jangan lah, sakit tauuuu.”
“Bodo amattt hahahah.” katanya tanpa dosa.
Setelah lama aku dan Gadis terdiam. Aku akhirnya angkat bicara.
“Dis,menurut lo cinta itu apa?”
“Menurutku cinta itu saat kita bertatapan dengannya jantung kita berdebar-debar terus kalau jalan sama dia itu serasa senang banget kayak dunia milik sendiri. Apapun yang kita lakuin sama dia buat kita senang deh. Gitu. Kalau kamu?”
“Menurut gue sih cinta itu seseorang yang gak pernah bisa kita lupain dan selalu ada di hati kita. Dia yang membuat cinta itu sendiri begitu indah ketika kita menatap,walau ia sendiri kadang menyembunyikannya bahkan tak melihatnya.” kataku sambil melihatnya.
“Ohhh gitu ya. Apa kamu lagi jatuh cinta Boy?” katanya sambil melihat ke arahku.
“Iya gue lagi jatuh cinta. Kenapa nanya gitu?” kataku dengan bingung.
“Soalnya dari definisi cinta kamu tadi, kamu serasa udah yakin dan udah menemukan orangnya gitu.” katanya penuh selidik.
“Ya memang. Gue udah menemukan orangnya. Dan orang itu benar-benar gak gue sangka. Gue udah lama ngelihat dia tapi dia gak pernah lihat gue. Gue selalu lihat dia jauh dulu,tapi sekarang ternyata berbeda. Gue bisa melihat dia dekat banget bahkan sedekat nadi.” kataku sambil terus mendekat ke arahnya.
“Sedekat nadi? Dekat banget yaaaa.” katanya dengan lesu.
“Iya sedekat nadi” kataku semakin mendekatkan wajahku ke wajahnya.
“Boy, kamu kenapa dekat banget sama wajah aku?” katanya dengan malu.
“Jangan mengalihkan pembicaraan. Lihat mata gue. Apa lo memang gak bisa merasakannya sama sekali saat mata kita berbicara sama?” kataku tanpa bergeming sedikitpun.
“Hmmmm Boy.....” katanya dengan makin malu.
“I love you Gadis sunsetku. Dari dulu aku gak pernah ngerasain cinta yang begitu kuat sampai aku lihat kamu.” akhirnya aku nyatakan perasaanku selama ini.
“Tapi tadi kamu bilang suka sama cewek yang udah lama kamu kenal?” tanyanya dengan bingung.
“Memang iya. Jadi gimana?” tanyaku dengan gak sabar.
“Hmmmm aku.. akuu juga sebenarnya udah suka sama kamu dari lama.” katanya dengan malu-malu.
“Jadi yaaaaa?” kataku menegaskan jawabannya.
“Yaaa.” katanya dengan malu-malu.
“Makasih ya Gadis sunsetku. Hahaha muka kamu tambah merah.” godaku lagi.
“Ihhhhh dasar...” katanya dengan bibir manyun.
“Jangan cemberut gitu dong sayang hahaha.” aku mencubit pipinya.
“Hahahaha iyaaa sayang.”
“Dis...”
“Iyaaa...”
“Hmmm aku mau ke Jepang mau liburan sebulan berangkatnya besok malam. Bolehkan ya?” tanyaku.
“Boleh lah sayang. Lagian kamu perlu liburan sekali-kali. Kamu kan anak rumahan,biar gak stress.” katanya.
“Hahahah sotoy banget kamu. Darimana kamu tahu aku anak rumahan?”
“Keliatan kaliii dari gaya kamu hahaaha.” katanya dengan mengejekku.
“Dasar ya. Dis, makasih ya gara-gara kamu aku bisa ngerasain cinta.” kataku sambil memeluknya.
“Aku juga Boy. Makasih ya. Ya sudah yuk balik sayang.”
“Yok.”
Dulu aku tak pernah menyangka bisa jatuh cinta. Yang aku pikirin hanya hidup aku yang tragis. And now, aku bisa nemuin alasan aku bertahan hidup. Terima kasih Tuhan karena aku sempat merasakan cinta.
.....
Aku akhirnya sampai rumah langsung packing sehabis itu langsung tepar.
Keesokan harinya.
“Dekkkk bangun.”
“Kenapa sih Bang. Lagi enak-enaknya tidur jugaan.”
“Makan sore bareng yokk. Lo kan nanti malam mau pergi lama. Gue pasti bakal kangen banget sama lo.” ajaknya.
“Oke dehh.”
Setelah sampai di restoran mereka makan.
“Dek kenapa sih lo tiba-tiba mau liburan?” tanya abang.
“Gak tahu. Gue juga kayaknya gak yakin mau liburan.”
“Lah kalau gak yakin kenapa dilanjutin?” tanyanya heran.
“Udah terlanjur. Udah packing gue tadi malam. Lagian gue juga bete di Indo mulu. Sekali kali pengen keluar negeri.” kataku pasrah.
“Ya sudah dehhhh.”
Akhirnya mereka pulang dan Boy langsung bersiap-siap untuk pergi ke Bandara.
“Bang, gue pergi ya.” pamitku.
“Dek, sebenarnya perasaan gue juga gak enak tapi gue gak bisa ngelarang lo juga.”
“Gue bakal baik-baik aja bang.” aku meyakinkan abang.
Gue juga gak yakin bang. Apa ini terakhir kali gue ngelihat lo.
“Gue sayang lo Bang.” kataku sambil memeluknya.
“Gua juga sayang lo dekk. Hati-hati ya.”
“Iya bang.”
.....
Akhirnya Boy keluar mau memanggil taxi, tiba-tiba ada mobil menghampiri Boy.
“Boyy..”
“Hana...” kataku dengan syok.
“Gue pengen ngomong sama lo. Masuk.” katanya dengan memaksa.
“Tapi gue mau ke Bandara.” tolakku.
“Bentar doang loh.” katanya dengan setengah memohon tapi masih dengan nada sombongnya.
“Oke deh.”
Setelah lama di mobil.
“Lo mau kemana?” tanyanya.
“Ke Jepang. Mau liburan.”
“Liburan. Sama siapa?” tanyanya lagi.
“Sendirian.” kataku dengan malas menjawab.
“Bohong!!!!” bentaknya.
“Buset. Biasa aja kali ngomongnya. Lah ngapain gue bohong.” kataku dengan kaget dan masih bisa menahan kesabaran.
“Pasti lo mau liburan bareng cewek kampungan itu kan??!!” katanya dengan nada meremehkan.
“Haaaaa siapa?” kataku bingung.
“Cewek yang kemarin gue lihat di pantai itu siapa HAH? Lo ada apa sama dia? Kenapa lo pelukan sama dia?Lo selingkuh? Gila ya sumpah!! Gue udah malu pacaran sama lo yang jabatan rendahan dan lo malah selingkuh dari gue. Gilaa hebat banget!!!. Tahu gitu gue sama kakak lo aja yang jelas-jelas direktur. Daripada lo hidup gak jelas. Cuihhhhhhh.” katanya dengan nada tinggi dan meremehkanku.
“Ohh cewek itu. Dia pacar gue. Kenapa memangnya? Ohh lo malu pacaran sama gue yang pengangguran? Gue selingkuh? Bukannya kita udah putus ya ? Kita putus setelah gue lihat lo ciuman sama supir angkot. Gilaa sumpah, gak nyangka gue. Ternyata selain lo sombong dan kasar, lo murahan dan lebih rendah dan lo masih bisa-bisanya omongin gue serendah itu. Dan abang gue. Mana mau dia sama lo hahahah. Lucuuuu sekaliii.” kataku membalas ucapannya.
Tiba –tiba mobil berhenti.
“TURUN GUE BILANG!!!!! KITA PUTUS!!!!! GUE GAK SUDI LIAT MUKA LO!!!” katanya dengan nada tinggi dan membentakku.
“Oke..” jawabku dengan santai.
Aku akhirnya turun tetapi arrrrrgggggggggghh sial. Sakit ini lagi. Pasti ini gara-gara dia ngebentakku tadi. Sekaget itu kah aku.
Aku harus cari taxi secepat mungkin. Akhirnya aku dapat taxi. Aku segera meminum obat tetapi tak bereaksi sama sekali. Sakitnya makin menjadi-jadi. Jangan-jangan tidak berefek lagi. Berarti aku harus ke Rumah Sakit.
“Pak, anda tidak apa-apa? Tujuan kemana ini?” tanya pak supir.
Sambil memegangi dadaku yang serasa isinya mau keluar, aku dengan setengah sadar mengeluarkan catatan darurat siapa tahu aku collaps di jalan. Memang perasaanku tak enak. Ternyata ada kejadian ini. Aku harus cepat menelepon dokter sebelum aku pingsan.
“Hallo Boy.” kata dokterku.
“D...okk o..t..w.... RS...o..b..a..t... u..d..a..hhh...ga...kkkk......” kataku sebelum pingsan.
Dan aku pingsan sebelum menyesaikan kalimatku.
.....
Akhirnya sudah tiba di Rumah Sakit. Dokter pun menghampiri supir taxi.
“Apakah anda dokternya Boy Antama?” tanya pak supir.
“Iya Pak.”
“Pasien anda sudah pingsan Dok.” kata Pak supir lagi.
“Apaaa? Suster cepat bawa. Makasih ya Pak.” kata dokter.
“Iya Dok.”
Seketika di UGD Rumah Sakit.....
“Pasien mengalami henti jantung dan henti nafas. Segera lakukan tindakan CPR. Siapkan alat kejut jantung.” kata dokter.
“Iya Dok.” kata suster.
“Lakukan.” perintah dokter.
“Dok, sudah 3 kali. Pasien tidak merespon.” kata suster.
“Lakukan sekali lagi.” perintah dokter lagi.
“Dok. Denyut jantungnya kembali akan tetapi sangat lemah. Pasien tidak bisa bernafas sendiri.” kata suster menjelaskan keadaan Boy.
“Segera berikan obat untuk menormalkan detak jantungnya. Kita akan segera melakukan operasi pemasangan alat pacu jantung. Pasien tidak bisa bertahan terlalu lama.” jelas dokter.
“Baik Dok.”
Setelah operasi selesai dengan lancar..
“Selalu pantau pasien . Jika selama 2 jam pasien belum stabil segera pindahkan ke ruang ICU.” kata dokter.
“Baik Dok.”
Setelah 2 jam..
“Dok, pasien belum stabil dan pasien tidak merespon apapun. Pasien koma.” jelas suster kepada dokter.
“Segera pindahkan ke ICU.” perintah dokter.
“Baik Dok.”
Tak ada yang menyangka setelah Boy melakukan Boy operasi, dia tidak sadarkan diri. Entah sampai kapan.
.....
Gadispun dengan senang menulis diary.
Dear diary,
Hari ini tanggal 11 Mei 2015 aku sudah resmi jadi pacarnya Boy terhitung 1 hari. Dia nembak aku di pantai kemarin. So sweet banget lagi nembaknya. Aku gak nyangka dia juga suka sama aku. Aku pikir orang lain. Ternyata akuuu. Ahhhh aku senang banget. Tapi aku gak bisa ketemu dia untuk 1 bulan. Dia lagi liburan. Cepat pulang yaa sayang..
Boy- My love.
.....