Afanas Adrik tersenyum senang saat melihat mobil yang Reihan kendarai memasuki halaman rumahnya. Dia pun langsung menghentikan kegiatannya bermain bersama anjing kesayangannya. Afanas Adrik berjalan menuju teras rumahnya dan menunggu Reihan serta Ajeng di sana.
“Selamat datang di sini, Nona Ajeng dan Reihan.” Sapa Afanas Adrik Sambil mengulurkan tangannya. Reihan dan Ajeng pun menyambut uluran tangan itu sambil tersenyum simpul.
“Selamat siang, Tuan Adrik.” Sapa Reihan dan Ajeng bergantian.
“Silahkan masuk. Aku sudah menyiapkan hidangan pembuka untuk kita siang ini.” Afanas Adrik berjalan mendahului mereka berdua dan menuntun jalan menuju ruang makan yang berada di bagian belakang rumah ini.
Saat menyelinap masuk ke rumah ini Reihan tidak sampai ke bagian belakang rumah. ternyata di be