Selin segera mengunjungi rumahnya. Tapi rumahnya sudah tidak berpenghuni lagi dan sudah rusak parah. Selin tersentak.... Ketika mendengar bahwa orang tuanya sudah meninggal karena peperangan yang terjadi di desa. " Sungguh apa kau tidak tau tentang hal itu?" Tanya seseorang... Selin hanya diam, ia tidak berani lagi menjawab. " Apa semua ini??" Tanyanya dalam hati. Rasanya hatinya sangat perih tetapi ia tidak bisa menangis. Ia termenung sebentar dan menatap sebuah pohon besar. Lalu ia teringat dengan Elisa. " Apakah dia sudah mati juga?" Pikirnya.
Selin langsung pergi ke bengkel kerja Elisa dengan pakaian serba hitamnya. Ia kembali lagi kecewa karena kepemilikannya bengkel besi itu sudah bergeser. Dari pemilik bengkel besi yang sekarang Selin mengetahui bahwa Elisa kini telah menjadi suami dari Helena.
Hatinya kembali terluka... Walupun begitu ia tetap ingin Elisa bahagia, dan sekarang Elisa telah menemukan cintanya yaitu Helena. Tetapi hatinya tetap ingin menemukan Elisa. Ia pergi ke kastil besar magicorn.
Selin menyusup masuk dan menemui Elisa di kamarnya dan saat itu Elisa sedang sendiri. " Selin...." Ucap Elisa yang terkejut. Selin langsung dengan spontan memeluk Elisa. Dan saat yang bersamaan Helena masuk kedalam kamar. Ia melihat Selin dan Elisa yang sedang berpelukan membaut Helena marah dan melemparkan bola api kepada Selin.
Selin dengan spontan menangkis bola api itu. Tapi Elisa berhasil menyerang Selin dengan menjebaknya menggunakan serangan listrik. Selin yang tidak akan menyangka serangan Elisa itu, langsung tumbang. Dan Helena mengurung Selin dalam penjara kristal hitam.
Elisa menyadari, bahwa kekuatan Selin jauh lebih besar. Ia menemukan Selin secara diam-diam.
" Selin.... Selin... Keluarlah..." Pintanya. Selin yang mendengar suara Elisa itu langsung menampakan dirinya. " Kenapa kau mengurungku?!" Tanya selin dengan nada marah. Matanya berubah menjadi hitam kelam sangat gelap. Elida menyentuh kedua pundak Selin untuk menenangkannya. " Maafkan aku.... Aku tidak berdaya didepan Putri kerajaan Magicorn itu. Dia bisa saja mengusirku, bahkan membunuhku." Jawab Elisa dengan muka memelas. Selin merasa iba dengan nasib Elisa dan memeluknya dengan erat.
" Aku tidak akan lernah membiarkan mu mati... Tidak akan pernah..." Bisiknya. Elisa tersenyum tipis dalam pelukan Selin. " Berikan aku kekuatan untuk menguasai kerajaan ini.." bisik Elisa. Selin menatapnya dengan lembut. Dan menyentuh dagu Elisa. " Apa kau mencintaiku? " Bisikam Selin itu membuat Elisa tersentak, dan terdiam sejenak.
" Aku mencintaimu. " Jawabnya dengan mantap. Awalnya Selin sedikit meragukan Elisa. Namun hati Selin terus memberontak dan berteriak kegirangan. Kebahagiaan Selin memuncak sampai ia sedikit meloncat.
" Jawaban mu membuat aku sangat senang Elisa. Walau aku sedikit bimbang, tapi hatiku memilih percaya padamu. " Jawab Selin dengan senyuman manisnya. Ia langsung mentransfer sebagian kekuatannya yang ia miliki.
Mendapat apa yang Elisa inginkan. Ia langsung berbalik pergi, membuat hati Selin sangat terluka.
------------
Ketika matahari sudah mulai meninggi. Elisa menyerang king Hop, penguasa kerajaan Magicorn. King Hop yang tidak mempersiapkan apa-apa, tergeletak tak bernyawa di singgasananya. " Ayahhh...!!! X teriak Helena. Ia menangis tersedu-sedu.
Menyadari bahwa suaminya nmyang melakukan semua itu ia langsung menyerang Elisa. Tetapi Elisa lebih kuat, serangan Helena tidak mempan bagi Elisa.
Helena meringis menahan rasa sakit yang ada di perutnya. Elisa berjalan mendekatinya. Ia berjongkok dan menarik rambut Helena yang sudah tak karuan. " Sekarang adalah giliranku berkuasa...." Bisik Elisa. Helena hanya terus meringis kesakitan. " Keluar dari kerajaan ku sebelum aku membunuhmu.!!" Perintah Elisa.
----------
Setelah membunuh raja Magicorn Elisa diakui menjadi raja. Tapi ia tak kunjung melepaskan Selin dari penjara khususnya itu. Elisa terus memeras Selin untuk kekuatan.
" Kapan kau akan membebaskan aku??" Tanya Selin. Suaranya yang lembut itu tidak diindahkan oleh Elisa. " Tunggu....!!!" Teriak Selin, " apa kau tidak pernah sedikitpun mencintai aku Elisa? Aku telah memberikan seluruhnya untukmu...!!" Tanya nya lagi kali ini semakin memelas. Wajah pucatnya itu susah tidak bisa mengeluarkan air mata lagi walaupun ia sangat ingin menumpahkan peluhnya itu.
" Aku mencintaimu.... Seperti adik kandungku sendiri." Jawaban Elisa itu kembali menyayat hati Selin yang sudah cukup terluka karena sikap dinginnya.
Selin terisak... Ia kembali sendiri menatap pantulan wajahnya yang menyedihkan pada salah satu kristal hitam. " Apakah aku adalah manusia fana?" Tanyanya berulang-ulang dalam hati. Ia berusaha mengeluarkan air matanya. Tapi tetap saja ia sudah tidak bisa menangis.
" Apa kau bersedih? Karena cintamu?" Suara-suara terngiang di kepalanya. Selin sadar bahwa itu adalah suara Monster yang berhasil mengambil air matanya. " Apa kau mau mengambil air matamu lagi? Tentunya dengan satu syarat.." "kau akan mati.. dan aku yang hidup..." Ucap pria itu terkekeh.
"Aku akan kuat.!!!" Ucap Selin dengan lantang. " Aku akan membuatnya berpaling padaku." Ucapnya lagi. " Mengapa setiap pengorbanan yang aku lakukan selalu tidak berarti...." Bisik Selin terhadap dirinya sendiri.
" Ia tidak mencintaimu. Bangunlah dari mimpimu..."
" Diam....!!! Kau tidak tau seberapa besar cintaku untuknya."
Suara itu kembali terkekeh.
Selin menjambak rambutnya sendiri degan penuh frustasi. Ia lalu terlelap dalam gelap yang mencekam dan dinginnya rua g khusus itu.
Musim dingin akan berakhir dengan musim semi yang hangat. Apakah kisah cinta ku akan berakhir dengan kehangatan juga???
You are my only one
But it looks like
All of the sacrifices i have done for you
It is all a dust
-Selin