Peresmian Vale sebagai Raja membuat Elisa geram. Ia ingin cepat-cepat menaklukan Hersh. Ternyata tidak cukup hanya dengan membunuh king Alfredo. " KURANG AJAR...!!!!" uara teriakan Elisa memenuhi seluruh sudut istana, Elisa terus berfikir bagai mana bisa menguasai Hersh. Hersh lah yang menjadi tujuan utamanya sekarang dan mendapatkan Vale tentunya. Tapi dengan adanya naga itu. Vale tidak terkalahkan. Elisa mondar-mandir tak karuan sambil menggigit kukunya.
Lalu ia ingat ia punya seorang penyusup yang sangat ia percaya. Ia memanggil orang itu. Dan muncullah, seorang lelaki tampan. Tampak sangat familiar. [Coba tebak siapa]
" Pergi ambil naga itu untukku." Perintah Elisa. Lelaki itu langsung menunduk dan pergi menjadi asap.
_________
Vale memerintah dengan sangat baik dibantu oleh king Edward. Mereka menjadi sabgat dekat seperti sepasang kekasih. King Edward sangat sering berkunjung ke Hersh. Mereka sangat serasi dan romantis.
Mereka berjalan di taman istana Hersh king Edward mengandeng tangan Vale den menggenggamnya erat. Mereka duduk didekat kolam dan saling menyandarkan tubuh masing-masing. " Apakah kau tau Vale? King Alfredo, pernah memintaku untuk menikah dengamu. " Ucapan king Edward itu membuat Vale kaget. Ia menatap king Edward yang kembali menatapnya membuat tatapan mereka bertemu.
" Aku tidak ingin menikah sebelum pemberontakan Elisa selesai ditumpaskan." Jawab Vale dengan tegas. Tiba-tiba Roy muncul dari arah kiri Vale dengan berlari dan melambaikan tangan. " Vale....!!!" Teriak Roy. Vale berdiri dan menatap Roy. " Vale ada serangan di desa Trop. " Ucap Roy mengagetkan Vale.
Vale langsung bersiap dan menuju desa Trop diikuti oleh prajurit dan king Edward.
Sesampainya di desa Trop. Semuanya tampak berantakan. Jelas habis terjadi p*********n. Tiba-tiba pasukan musuh mengepung dari segala arah. Vale kalah banyak, tapi ia mengeluarkan sihirnya dan menghabisi semua musuhnya sekaligus.
Lalu sekelebatan asap mulai menyerang Vale, king Edward mencoba menyerang asap itu tetapi itu adalah asap...
Vale dan king Edward memberikan perlawanan yang sengit, asap itu menghabisi beberapa prajurit Vale. Vale yang kewalahan langsung menyerang asap itu dengan kilatnya. Asap itu terlihat menggumpal dan berubah menjadi sosok seorang laki-laki yang sangat familiar.
Dia adalah.......
Mata Vale terbelak melihatnya. Perubahan drastis pada diri lelaki itu semua karena Elisa. Kurang ajar... Pikir Vale.
" Hehehehe kau tak menyangka bukan?" Tanya lelaki itu.
" Kau berubah. Mengapa kau sangat bodoh. Memihak kepada pihak yang jelas-jelas salah. "
" Aku memihak pada kekuatan."
Perkataannya membuat Vale jijik.
"Kekuatan mu hanya sementara.. kekuatan itu akan menghancurkannya pada akhirnya nanti. " Ucap king Edward.
" Tau apa kau tentang kekuatanku.. kau tidak tau apa-apa.." jawabnya langsung menghunus pedang dihadapan king Edward.
Mereka beradu pedang, sangat sengit." Dari mana ia mempelajari semua itu. Kemampuannya hampir menyamai king Edward. " Pikir Vale. King Edward menyerangnya dengan cermat mengenai beberapa bagian tubuhnya. Pria itu juga tak kalah ia berhasil menggores lengan king Edward. Mereka terus beradu....
" HENTIKAN ROY...!!!" teriak Vale menghentikan pertarungan. Setelah berhenti tanpa disadari Roy menyerang Vale dan mendekapnya. Vale berusaha lepas dari dekapan Roy itu. " Tidak mengertilah kau. Aku sangat mencintaimu." Bisik Roy . Seketika Vale melemah dan kembali berusaha melepaskan dekapannya.
" Roy.... Kau... Jika kau ingin kembali dan meninggalkan Elisa aku akan menerimamu. " Jawab Vale. Roy membuang muka sebentar. " Tidak akan. Aku akan mendapatkannya dengan caraku.." ucap Roy teguh. Roy melebarkan kedua tangannya keatas dan badai mulai mengelilinginya. King Edward tidak bisa memasuki badai itu. Badai itu terus mengitari Vale dan Roy dan menyerang Vale secara terus menerus. Vale yang tidak tahan lagi mengeluarkan seluruh kekuatannya mengusir badai itu. Dan menyerang Roy.
Roy tidak mempan diserang. Ia hanya terkekeh. Ia mendekap tubuh Vale " kau miliku." Bisik Roy dan mereka terbang. Sebelum Roy terbang king Edward menusuk Roy sehingga Roy kembali jatuh. Roy terguling kesakitan . Vale tidak tega melihat Roy vale melengkung kepala roy. " Maaf Roy. Aku meninggalkanmu sendiri. " Ucap Vale. Vale menangis. .Roy meregang nyawa, ia menggenggam kalung naga milik Vale dan meninggal dalam pelukan Vale.
Airmata Vale berjatuhan menetes ke wajah Roy yang sudah tak bernyawa lagi. King Edward menjadi merasa bersalah. Atas perbuatannya.
__________
" Dia mati!!! s**l!!!" Geram Elisa menendang meja yang ada didepannya. Selin menyentuh pundaknya. "Aku siap untuk berperang. " Ucap Selin dengan mantap. " Apa kau yakin? Caranya Elisa meragukan. Selin mengecup bibir Elisa dan melihatnya degan halus. " Aku yakin..." Jawabnya mantap. "Baiklah. Aku akan menyatakan perang pada Vale. " Sebenarnya elisa tidak yakin bawa ia akan menang dalam peperangan ini. Tapi Selin meyakinkannya. Selin sangat ingin membunuh Vale. Karena Vale telah membuat Elisa jatuh hati padanya. Selin menggenggam kan tanyanya. Memeras lembut jubah hitamnya.
______
Vale sangat bersedih kehilangan Roy temanya yang menemaninya kapanpun ia membutuhkan. Vale sangat bersedih tetapi entah kenapa air matanya tidak ingin keluar untuk Roy.
Roy menumpas habis warga desa Trop. Itu lah yang membuat Vale tidak bisa menangis untuk Roy. " Maafkan aku Roy." Ucap Vale didepan api kremasi Roy.
" Roy telah menjadi salah satu anak buah Elisa. " Ucap Vale. King Edward hanya menatapnya. Raut wajah Vale tampak sedih. Hingga king Edward memeluknya. Peluh Vale mulai berjatuhan. " Apa ini karena aku? Apa semuanya terjadi karena aku? " Bisik Vale sambil terus menangis. " Aku meninggalkannya sendiri. Padahal ia tidak pernah meninggalkan aku sedetikpun. Aku.. aku bersalah.... Aku menyebabkan kematiannya." Vale terus menerus menyalahkan dirinya. Ia sangat merasa bersalah. Ia merasa ia lah yang menyebabkan Roy menjadi berubah.
" Ini bukan salahmu Vale. " Suara king Edward menenangkan vale. " Ia telah memilih jalannya. " Ucap king Edward lagi. King Edward mengusap airmata di pipi Vale, lau menatap Vale yang masih membenamkan wajahnya pada dadanya. Ia mengangkat dagu Vale sehingga tatapan mereka bertubrukan. Ia menatap Vale sangat dalam, " kecantikanmu berkurang ketika menangis. " ucap king Edward lembut sambil tersenyum. Vale hanya membalasnya dengan senyuman tipis. Dan mulai berhenti menangis.
Ia merasakan kehangatan hati yang belum pernah ia rasakan pada orang lain. Ketika ia dekat dengan king Edward ia merasa nyaman, dan aman.
________
Elisa memulai propagandanya. Ia merekrut warga-warga desa dan mengiming-imingi mereka dengan kekuatan dan kekayaan. Dan yang melawan akan dibunuh. Banyak prajurit yang mati. Banyak juga yang berkhianat. Mereka semua takut pada Elisa. Mereka takut pada kekuatannya dan takut pada kegelapan Elisa. Sudah berulang kali Elisa menyerang, memang serangannya selalu gagal. Tapi itu cukup memakan nyawa banyak prajurit dan orang-orang tidak bersalah. Kekuatan Elisa seperti tidak ada habisnya. Ia terus menyerang. Dennish dan king Edward sampai kewalahan. Begitu juga Vale, ia hampir tidak pernah makan ataupun istirahat. Ia terus-menerus bekerja keras. 8
" Serangan ini tidak akan ada habisnya. Kita harus menyerang Elisa. " Ucap king Weck raja dari kerajaan Wick. Semuanya berkumpul dan meneruskan kita harus berperang. Butuh banyak persiapan untuk perang. Vale tidak yakin jika ia akan menang. " Tenanglah kalian semua. " Ucap king Edward dengan tegas. " Kita masih butuh waktu untuk berperang. " Timpanya lagi. Mereka semua langsung terdiam.
" Kita pasti bisa menang...!! Bukankah kau memiliki kekuatan tanpa batas??" Teriak salah satu raja menunjuk king Edward. " Bukankah Valentine mempunyai kekuatan naga dan sihirnya juga?? Kita sudah menang telak..." Timpa salah satu tetua. " Kita sudah siap!!!" Teriak salah satu raja yang lain, membuat yang lainnya kembali berteriak. Kegaduhan ini membuat Vale geram. Ia mengepalkan tangannya dan memukul meja panjang itu keras-keras. Seketika semua langsung terdiam.
" Aku memang memiliki kekuatan tapi itu tidak cukup.. Elisa mempunyai iblis bernama Selin yang menewaskan ayahku. Iblis itu tidak ada tandingannya. " Ucap Vale tegas membuat semuanya terbungkam mengatupkan bibirnya. " Aku bisa berusaha sekuat mungkin tapi jika kita kalah banyak prajurit yang akan mati. Para wanita akan menjanda, para anak akan menjadi yatim." Timpa king Edward. Semuanya sedang berfikir. Para tetua sedang berbisik.
" Jadi kita harus membiarkan ketakutan menguasai rakyat kita? Kita harus berbuat sesuatu. Atau akan banyak pemberontak selain Eisa. " Ucap salah satu tetua. King Edward mengepalkan tangannya. " Kita harus mempersiapkan diri mempertahankan kerajaan kita Elisa, pasti tak lama lagi ia akan menyerang. " Ucap king Edward. Mereka semua terdiam nampaknya setuju dengan usul king Edward. Mereka berdiri, " baiklah telah disepakati. Kita harus saling membantu... KITA HARUS BERSATU....!!!" Ucap king Remosh salah satu raja yang paling kuat. Mereka semua berdiri dan saling hormat. Dan pergi.
Sebelum Vale dan king Edward pergi, Gromosh salah satu tetua yang memiliki kekuatan sihir menarik tangan mereka dan membawa mereka dalam satu ruangan rapat yang lain. Hanya ada mereka bertiga disana. Gromosh mengajak mereka duduk melingkar di sebuah meja kecil. Ruangan itu penuh dengan tumpukan buku. Gromosh memutar-putar tangannya ditengah meja dan muncullah sebuah peta yang terbuka sendiri. " Peta ajaib..." Bisik Vale kagum. Gromosh tersenyum kecil.
" Elisa akan melakukan berbagai p*********n dan diakhiri dengan serangan yang sangat besar menyerang Hersh. " Ucap Gromosh. Seketika Vale menatap pria berjanggut putih itu dengan serius. " Mengapa Hersh?" Tanya Vale. " Karena ia terus mengincarmu. Dari dulu ia menginginkan naga itu, apalagi gadis cantik sepertimu yang memilikinya. Ia akan semakin menginginkannya. " Ucap Gromosh mengerutkan keningnya. King Edward dan Vale saling bertatapan. Vale nampak khawatir akan keselamatan rakyatnya. " Jangan takut Vale. Kau akan selamat dan Elisa akan kalah." Ucap Gromosh lagi. Vale menatap Gromosh tua itu dengan bingung.
" Itu takdirmu. " Jawab Gromosh.
" Mengapa kau tak membicarakan ini dengan raja-raja yang lain?" Tanya king Edward.
" Jika mereka mengetahuinya, mereka akan menyuruh Vale menyerahkan diri. " Ucap Gromosh.
" Memang kalian ditakdirkan bersatu tapi jika Elisa berhasil menang, kalian tidak akan bisa bersama. Semuanya akan sengsara. " Lalu meja itu mengeluarkan cahaya, keluar batu biru kecil dari meja itu. Gromosh memberikannya kepada king Edward, batu itu seketika menembus d**a king Edward.
" Itu akan memberimu sedikit tambahan kekuatan. " Ucap Gromosh sambil tersenyum
" Menurut ku mungkin kalian harus menyerang kerajaan Elisa setelah serangan besar Elisa gagal ia akan lari ke kandangnya lagi, jadi kalian harus menyerangnya untuk menghentikan ia selamanya. " Ucap Gromosh sambil menujukan letak kerajaan Elisa di peta. " Kalian kuat jika bersama... Kalian tidak terkalahkan. " Ucap Gromosh sambil memegang erat tangan Vale dan king Edward.
_________