Ningrum yang kini masih mencari tempat persembunyian. Dia sangat takut bila polisi akan menemukannya. Ningrum pun mencoba untuk menyamar.
Dia tak mau jika jati dirinya dapat dikenali oleh orang. Apalagi bila ada yang melihat wajahnya dan tahu jika dia adalah seorang buronan, pasti otomatis akan ada yang melaporkannya ke pihak yang berwajib.
Ningrum merasa takut bila harus pulang ke rumah. Apalagi polisi juga sudah mendatangi rumahnya. Ada rasa kesal dan sangat marah kepada Sekar, Ningrum sangat yakin jika Sekar telah melaporkan akan keberadaannya itu.
Tak bisa lama-lama untuk tidak bergerak, Ningrum butuh makan dan semua yang berhubungan dengan isi perutnya. Hingga tak ada pilihan lain, Ningrum sampai harus melakoni profesi sebagai pemulung.
Hal itu dilakukan hanya untuk dirinya bisa m