Setelah mengganti pakaian rumah dengan baju tidur kami naik ke tempat tidur dan mas Herman menepuk lengannya supaya aku masuk ke pelukannya.Aku memang paling suka tidur berbantalkan lengan suamiku.Entah kenapa rasanya sangat nyaman dan menenangkan
"Mau ngobrol dulu sebentar atau mau langsung merem.Sudah ngantuk banget belum ma?" tanya mas Herman kepadaku
"Tadi dibawah mengantuk banget tapi karena jalan naik ngantuknya sisa 40%.Kita sambil ngobrol dulu deh pa, biar mama cepat ngantuk lagi"
"Papa tadi siang selesai makan siang dengan abang terus balik kerja lagi atau ngajak jalan abang dulu?" aku membuka obrolan kami
"Papa ngobrol cukup lama di kafe sambil ngopi ma.Papa penasaran dengan masa lalu abang, papa pengen tahu lebih jauh.Jadi ya kami mengobrol cukup lama di kafe tadi."
"Ternyata abang Hadi itu sudah gagal berumah tangga tiga kali lho ma.Dan dia selalu ditinggal istrinya selingkuh karena kan abang kerjanya selalu di tambang jadi sering kali tidak pulang sebulan hingga dua bulan .Istrinya tidak betah kali ya ma LDM an jadinya mereka mencari kehangatan dari pria lain."cerita suamiku
"Trus sekarang tidak ada istri lagi dong disisinya pa?"
"Ya gitu deh karena setelah pernikahan ketiganya akhirnya abang memutuskan tidak mencari istri lagi daripada terus menerus dikecewakan lagi" begitu tadi cerita abang
Aku diam sambil mendengarkan semua cerita suamiku tentang kehidupan abang Hadi.Kasihan juga ya dia sampai diselingkuhi tiga kali pikirku
Tiba-tiba suamiku bertanya "Menurut penilaian mama abang Hadi itu baik dan ganteng tidak orangnya?"
"Maksud papa gimana?Kok nanyanya sama mama" aku agak merasa penasaran dengan maksud pertanyaan suamiku
"Papa cuma ingin tahu saja bagaimana pendapat mama tentang abang apakah abang patut ditinggalkan berulang kali oleh mantan-mantan istrinya." kata suamiku
"Menurut mama nih ya hal itu bukan berkaitan dengan ganteng atau tidaknya seseorang tapi dasar para mantan istrinya saja yang kurang kuat imannya pa atau juga karena kesalahan dua belah pihak.Bisa saja kan abang orangnya cuek atau tidak peka terhadap perasaan dan kemauan istri.Kita tidak bisa menyalahjan satu pihak aja pa karena kita ngak tau kejadiannya juga ngak tau pribadi abang gimana".jawabku lugas mengutarakan pendapatku
*
"Iya juga sih ma.Tapi aku yakin mama ngak akan pernah seperti itu karena mama itu tipe wanita setia dan sayang suami" kata suamiku sambil mengelus pucuk kepalaku
*
"Kita belum tahu juga pa apakah benar ceritanya seperti itu kan kita baru dengar dari pihak abang aja ceritanya dan belum dari versi mantan istrinya.Mana ada penjahat yang mau ngaku salah kecuali terbukti"
*
Seperti mantan-mantan istri abang Hadi yang berselingkuh karena suami jauh mencari nafkah apakah kesalahan hanya dari pihak istri atau abang juga suka selingkuh sehingga dibalas istrinya.Tapi itu semua bukan urusan kitalah pa, jangan ikut campur karena itu masalah pribadi masing-masing orang..Itu tadi sih pendapat pribadi mama aja entah benar atau salah
"
"Papa juga setuju dengan pendapat mama hanya merasa tersentil juga ego sebagai suami mendengar ada istri yang seperti itu.Jaman sekarang memang banyak wanita yang hanya mengincar harta pria yang akan jadi pendamping hidupnya.Ada duit abang sayang ngak ada duit abang ditendang ,ungkapan itu ada benarnya juga sih.Bener ngak ma"
*
" Hooh pa, karena pada dasarnya wanita itu suka bunga bank dibandingkan bunga mawar" jawabku sambil tertawa kecil
*
"Wanita itu makhluk yang rumit pa.dan itu sudah kodratnya.Karena wanita lebih menggunakan perasaan lebih dahulu daripada nalar tapi wanita juga mempunyai firasat yang kuat pa.Itu ngak bisa durubah.Berbeda dengan pria yang lebih menggunakan nalar duluan baru perasaan.Bukan berarti pria ngak punya perasaan ,ngak boleh nangis cuma pria lebih suka mikir dulu daripada langsung pake perasaan" terangku
*
"Iya ma, papa juga banyak belajar selama kita berumah tangga.Banyak belajar bagaimana memahami mood istri.Sepertinya abang juga harus banyak belajar hal-hal rumit tentang wanita supaya kedepannya nanti bisa menjaga istrinya dengan baik"
*
"Bolehlah papa memberi sedikit pengetahuan papa tentang cara memahami dan menperlakukan seorang istri tetapi jangan memaksakan karena belum tentu abang suka pa.Kan kita baru berteman"
*
"Hooh ma, tapi abang harus cepat berubah dan belajar.Karena waktunya ngak banyak ma" gumam suamiku
*
"Waktu apa pa yang ngak banyak" tanyaku dengan kening berkerut sambil menolehkan sedikit kepalaku ke arah wajah suamiku
*
Mas Herman seperti tersadar dari pikirannya dan menjawabku dengan gelagapan
"Ngak maksud papa kan umur abang juga sudah tidak muda lagi dia dua tahun diatas mama kayaknya jadi kalau mau berumah tangga lagi ya harus segera belajar memahami perempuan.Supaya ngak gagal terus seperti dulu" jawab suamiku kikuk
*
"Ya sudahlah pa, ngapain kita capek mikirin masalah orang, dia sendiri yang bisa merubah dirinya,papa cuma bisa memberitahu dan membantunya tapi semua kembali ke kemauan abang sendiri."
*
"Mama sudah ngantuk tuh.Ayo tidur sini sambil papa peluk" suamiku memelukku dari belakang dan mencium bahuku karena dia melihat aku sudah mulai mengantuk lagi
*
Akupun sudah mulai memejamkan mata sambil bergumam ke suamiku" Pa, mama sudah ngantuk banget.Guten Nach honey(selamat malam dalam bahasa Jerman).Dan aku mulai terbang ke alam mimpi
*
Guten nach ma, papa sangat mencintai dan menyayangi mama.Maaf seandainya cita-cita kita menua sampai rambut kita memutih bersama dan maut memisahkan kita mungkin tidak akan pernah terwujud ma batinku berkata sedih
*
Papa akan mempersiapkan semua sebelum waktunya tiba.
Harus ada yang menjaga mama jika suatu saat papa harus pergi jauh meninggalkan mama selamanya ucapku dalam hati sambil memandangi wajah cantik istriku sambil mengelus kepalanya karena aku tau itu salah satu yang disukai istriku dan pasti membuat dia akan semakin dalam terbang ke alam mimpi.
*
Aku sangat takut istriku hidup sendiri.Aku tau dia mandiri, bisa menghidupi dirinya sendiri, tapi akupun tau keluarganya sangat jahat padanya.Bahkan omnya tega mengambil semua haknya dan menghina istriku.Kekhawatiranku yang paling utama saat dia diserang keluarganya tak ada yang meredakan emosi dan menjaganya jika tak ada penggantiku.
*
Tapi akupun ngak boleh terburu-buru dan sembarang mencarikan penggantiku.Aku harus benar-benar yakin orang tersebut bisa mengerti tentang Andria seperti aku.Harus sabar dan mencintai dia seperti aku mencintainya.Harus siap menjaganya dari serangan dan hinaan keluarganya sendiri.Berat memang tapi aku sudah punya kandidat tinggal bagaimana aku mempersiapkannya.
*
Lalu akupun ikut memejamkan mata perlahan mengejar ke alam mimpi disisi istri tercintaku.Ich Liebe Dich
Biarlah aku menikmati semua ini sebelum nanti raga ini akan terpisah dunia.