"Kay, jangan marah lah..." Ken memohon kepada Kay yang terlihat luar biasa kesa dengan kelakuan Ken yang meninggalkan tanggung jawabnya dan tidak menepati janjinya kepada Kay. Gadis tersebut terpaksa harus berdiam diri sambil menunggu Ken hingga akhirnya pria tersebut datang dan mengajaknya untuk berkumpul dengan yang lainnya.
Kay membuang muka. "Kau tahu tidak, disana tuh panas banget, dan kau malah dengan mudahnya meninggalkan aku sendirian dari pagi hari sampai siang hari seperti ni," marahnya. Kay berjalan mendahului Ken dan memilih untuk mempin jalan mereka sebelum ucapan Ken membuat langkah kakinya membeku seketika.
"Kay, jalannya lewat sini loh, kau mau pergi kemana? Biar ku temani jika kau mau pergi ke tempat lain," tanya Ken. Kay merutuki dirinya sendirian yang sok tahu jalan, untuk menjaga harga dirinya gadis itu membuang muka lalu berbelok ke kiri mengikuti arah yang ditunjuk Ken.
=====
"Hm....." Undrew bergumam ketika melihat Kay dan Ken yang baru saja tiba. Dia memegang kepalanya dengan kedua tangannya seperti sedang berpikir keras, dan keningnya berkerut dengan sngat kencang hingga menimbulkan tanda tanya besar dari Cathabell yang meilah tingkah laku absurd pria tersebut saat ini.
"Kalian lagi marahan?" tanya Hera.
"Gak!"
"Iya!"
Semua orang termasuk Calista yang telah sadar memandang bingung sepasang manusia di depan mereka. Mereka memandangi Kay dan Ken bolak balik sambil memikirkan maksud dari jawaban bertolak belakan yang mereka utarakan masing-masing.
"Hm, jadi Ken tidak marah, tetapi Kay yang marah," ucap Undrew lalu tersenyum tiba-tiba. Undrew berjalan dan berhenti di depan Ken dan Kay. Ia duduk dengan kedua tangan menyilang di depan d**a lalu tersenyum bangga.
"Kay, kau tahu apa yang dilakukan oleh Ken hingga dia melupakan kau?" tanya Undrew. Kay menggeleng pelan. "Jadi tadi si Ken itu mau nol-" belum selesai Undrew berbicara mulutnya sudah dibekap erat oleh Cathabell.
"Kau kok bodoh banget sih!" marah Cathabell lalu menarik Undrew menjauh dari Kay dan Ken.
"Salah ku apa?" ucap Undrew
Petra, Hera, dan Cathabell menatap tajam kearah Undrew. Dia terkesiap dan menggaruk belakang kepalanya juga menyengir dengan muka tak berdosa nya.
"Hem, Kay kau ikut kita deh!" ajak Hera lalu keluar dari goa bersama Cathabell dan kay. Di luar goa tersebut mereka menceritakan apa saja yang terjadi dari pagi tadi hingga siang hari ini hingga Ken melupakan keadaan gadis tersebut.
"Jadi jangan marah sama sih Ken, oke?" ucap Hera. Kay mengangguk mengerti, gadis tersebut tampak terkejut dengan cerita yang diutarakan oleh kedua sahabatnya itu. Entah mengapa Kay merasa bersalah karena sudah mengomeli pria tersebut disaat dia mendapatkan pukulan mental yang amat keras saat menghadapi Alaric.
Ketika kembali ke dalam goa, Petra mengangkat sebelah alisnya memberi kode. Dan dibalas anggukan oleh Hera. Cathabell memperhatikan mereka lalu tersenyum tertahan.
"Kalian sejak kapan kompak?" tanya Cathabell lalu tertawa melihat tingkah Hera dan Petra yang salting.
"Eh, itu... Itu.... A-ayo balik!" ucap Hera yang salting akibat Cathabell.
"Naganya gimana?"
"Tuh dah empat," ucap Calista menunjuk empat anak naga yang tengah mengganggu bangsa Hobbit.
"Ha?! Sejak kapan ada empat terus kok itu anak naga?" kaget Undrew melihat empat anak naga yang ditunjuk Calista.
Calista tersenyum bangga, tangannya menepuk-nepuk Finix hewan peliharaannya memberi kode bahwa hewannya yang menemukan sisa dua ekor naga.
"Hem, jadi yang ngadu soal naga kaum Hobbit, ya pantes saja!" ujar Petra.
"Kalau begitu, karena tugas kita sudah selesai disini, kita balik yuk!" ajak Alaric lalu mengecek jam-nya.
"Eh, ada yang tau ini tanggal berapa?" Kedelapan orang yang berada di dalam goa tersebut langsung berpikir keras dan mencoba mengingat-ingat tanggal. Sebelum akhirnya mereka menyadari hal tersebut, semua orang di goa melebarkan matanya.
"Em, kayaknya kita sudah disini selama dua hari deh," ucap Kay tersenyum kikuk.
"HARI INI SEKOLAH!" teriak mereka bersamaan. Lalu cepat-cepat berkemas dan keluar dari hutan. Pengemasan barang dilakukan dengan sngat buru-buru oleh mereka, beberapa barang mereka tinggalkan untuk diberikan kepada ras Hobbit untuk membantu kehidupan makhluk-makhluk kerdil tersebut.
Setelah semua susah dipersiapkan, Hera menghampiri pemimpin dari kaum Hobbit sebelum pergi meninggalkan hutan. "Nah, naganya sudah kami tangkap semua. Jadi, sekarang kalian aman-aman saja," sopan Hera pada ketua kaum Hobbit.
"Iya nona, kami sangat berterima Kasih atas bantuan kalian semua," ucap Ketua Hobbit lalu menundukan kepalanya.
"Bukan apa-apa kok, kita balik dulu ya, dah..." Calista melambaikan tangannya lalu berjalan keluar goa diikuti dengan teman-temannya.
"Hati-hati di jalan!" Ketua Hobbit melambaikan tangannya dan tersenyum.
=====
"Pintar sekali ya kalian, baru selesai liburan sudah minta nambah saja!" emosi Bu Linda melihat Undrew dan kawan-kawannya tidak mengikuti seluruh pelajaran hari ini, dan membuat kelas Abira mendapatkan peringatan.
"Hem, jadi begini Bu. Kita lagi ngerjain tugas dihutan Orion, tetapi karena kita tersesat jadi pulangnya sedikit telat," jelas Alaric.
"Wih kau juga peringkat pertama tapi sudah pintar bolos saja, aush begitu masih beralasan mengerjakan tugas lagi, memangnya ibu memberi klian wktu untuk tugas iti berapa lama hingga kalian meminta waktu tambahan. Lain kali Ibu turunin peringkatmu!" tegas Bu Linda.
"E-eh, gak deh Bu, saya janji tidak akan ulangi lagi," ucap Alaric ketakutan mendengar ancaman Bu Linda yang cukup menyeramkan baginya.
"Sudah sana, ini sudah malam kalian tidur saja. Bisa-bisa besok telat, kalau sampai telat kalian tau 'kan bakal berakhir kayak gimana!" Bu Linda merenggangkan jari-jari tangan kanan dan kirinya juga lehernya, dan tersenyum menyeramkan.
Cathabell tersenyum takut lalu cepat cepat mengucapkan selamat malam dan pergi.
"Eh, tung-, selamat malam Bu!" ucap Calista lalu pergi kembali ke asramanya. Hera dan Kay mengikuti Calista mengejar Cathabell.
Alaric sekawan pun ikut kembali ke asrama mereka masing-masing.
=====
Matahari yang semulanya menghilang telah kembali menyinari dunia mereka, dan rembulan pergi untuk beristirahat. Dapat terlihat cahaya yang telah menganggu tidur seorang gadis hingga ketiga sahabatnya mengomel kesal sedari tadi.
"Kay, kau kalau tidak bangun juga, akan ku siram kau pakai air dengan ember yang dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan ember dari rumah Calista!" ancam Hera. Kay cepat-cepat membuka matanya, bangun, dan berjalan ke kamar mandi sebelum perkataan Hera menjadi kenyataan.
"Anak pintar, kita tunggu di kelas ya, dah!" ucap Cathabell dari depan pintu kamar mandi dn kemudian menraih tasnya dan berjalan dari asrama perempuan menuju ke sekolahannya. Di sana gadis tersebut terua mencari sosok guru menyebalkan yang sangat tidak jelasnya itu, namun keberadaannya tidak pernah terlihat di sepanjang perjalanannya.
"Hah, kita datang pagi-pagi ternyata gurunya ijin, parah Bu Linda bukannya ngasih tau!" kesal Cathabell.
(Di sisi lain)
"Lin, ada apa denganmu? Mengapa pagi-pagi seperti ini kau malah senyum-senyum sendiri? Kurang sarapan? Kurang minum? Atau kurang yang lainnya?" tanya salah satu Guru EHS yang menatap Bu Linda dengan tatapan bingung.
"Kayaknya besok bakalan ada yang marah sama aku besok, ini hukuman yang Bagus untuk mereka berdelapan," senyum Bu Linda.
=====
"Sudah tidak usah dipikirkan. Bell, dapatkah kau menemaniku mencari seseorang. Bentar saja kok, tidak lama sama sekali, kumohon ya...," mohon Kay pada Cathabell.
"Oke, kalian disini dulu aja ya, bye!"
=====
"Eh, kau sebenarnya mencari siapa sih?" emosi Cathabell seraya mengusap keringatnya.
"Ada deh, akan ku beri tahukan kau, tetapi tidak sekarang. Kau sabar saja menunggu,"
"Ya sudah lah!"
=====
"Eh, Mereka kok masih belom balik sih," khawatir Hera sedari tadi mondar-mandir dihadapan Calista.
"Hai!"
"Eh, Undrew ngapain kalian kesini?" ucap Calista melihat Undrew dan ketiga sahabatnya.
"Mau sekolah," balas Undrew.
"Hari ini libur, kita dibohongin Bu Linda," jelas Calista. Mereka semua langsung mengeluh kesal karena sudah terjatuh dalam perangkap wali kelasnya yang benar-benar absurd tersebut. Mereka tidak menyangka dapat terbodohi oleh guru itu.
"Terus kalian ngapain disini?" tanya Ken mengabaikan kekesalannya sesaat.
"Jadi gini, tadi Cathabell sama Kay pergi, terus sampai sekarang masih belum balik, padahal sudah sekitar dua jam semenjak mereka pergi dan tak pernah kembali," kata Hera.
"APA!" teriak Ken dan Undrew terkaget lalu segera keluar mencari Kay dan Cathabell.
"Eh, woy tunggu!" ucap Petra namun telat karena mereka berdua sudah menghilang dari pandangan.