"Kemana sih mereka!" keluh Undrew kesal. Sedari tadi mulut pria tersebut tidak pernah berhenti berkomat-kamit mengeluarkan beribu-ribu macam jenis keluhan karena masih belum juga menemukan orang yang dia cari.
"KAY!" teriak Ken. Sementara berbeda dengan pria tidak peka yang satu ini. Ia lebih memilih untuk menggerakkan bibirnya hanya untuk meneriakan satu nama yang terus menerus mengusik pemikirannya yaitu, Kay.
"CATHABELL!" teriak Undrew.
"Kalian tenang dulu," kata Hera. Ken dan Undrew berhenti berteriak dan menoleh kearah Hera dengan tatapan khawatir yang terlihat jelas di ketiga pasang manik mata manusia tersebut.
"Biar aku sama Calista berpikir terlebih dahulu, karena aku yakin kami berdua pasti dapat memikirkan mereka berada dimana saat ini!" jelas Hera lalu mulai berpikir. Calista juga memikirkan tempat yang menjadi kemungkinan terbesar keberadaan kedua sahabatnya itu.
"Ah! Aku tau!" seru Calista sontak membuat kelima orang lainnya menoleh kearahnya. Undrew melotot, tangannya bergerak untuk mencengkeram kedua bahu Calista sebelum akhirnya manik biru miliknya bertemu dengan sepasang manik samudra yang sedang menatap seram kearah Undrew. Pria tersebut lantas mengurungkan aksi ngototnya saat melihat ekspresi menyeramkan tersebut berkoar-koar dari Alaric.
Undrew berdeham pelan, "Ekhem! Ja-jadi, dimana mereka berdua," ucap Undrew berusaha mengabaikan tatapan mengerikan Alaric yang seakan-akan selalu siap sedia untuk memakannya dengan tatapan itu.
"Gimana kalau rumah tua itu," jelas Calista. Yang menimbulkan tanda tanya besar pada keempat pria yang mendengarnya, namun dapat dimengerti oleh Hera.
"Bener tuh, Ayo!" Hera berjalan namun secara tiba-tiba tangannya dipegang Petra. Hera terkaget dan memandangnya, Petra yang menyadari hal tersebut segera melepaskan tangannya dan memalingkan wajahnya.
"E-ehem, t-tunggu dulu rumah tua yang mana kita belum tahu," ucap Petra terbata-bata. Calista memandagi kedua sosok didepannya itu, matanya menyipit ketika mendapati semburat merah tipis nyaris tak terlihat yang terpampang di pipi pria tumbuhan tersebut, Calista tak mampu menahan senyum lembutnya ketika menatap sepasang manusia tersebut.
"A-ah, I-Itu... Itu ru-rumah yang pernah kita samperin berempat bareng Cathabell sama Kay." jelas Hera terbata-bata karena gugup.
"Kalian kok cara ngomongnya gitu amat!" bingung Undrew melihat tingkah dua orang di depannya yang bertingkah aneh.
Calista menatap kesal Undrew yang merusak suasana, namun pada akhirnya dia hanya dapat mendengus kecewa dan berkata, "Sudahlah, ayo kita kembali lanjutkan perjalanan ini, jangan menunda-nunda lagi."
"Kau itu tidak peka, Cal," ucap Alaric pelan yang sontak membuat sang empunya nama langsung menoleh menatapnya. Meskipun pelan, pendengaran Calista tetap dapat mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Alaric. Ia menatapi Alaric, namun pria tersebut tidak menatap balik kearahnya dan malah fokus berjalan mendahului dirinya.
Calista menggaruk tengkuknya. "Apa aku baru saja salah dengar?" ucapnya. Tanpa ia sadari, Alaric berjalan mendahului mereka untuk menutupi wajah keterkejutannya dan semburat tipis di pipi pucatnya.
"Jadi dimana rumah tua itu tunjukkan jalannya" ucap Alaric yang sekilas nada suaranya terdengar sangat kesal. Calista semakin bingung dengan tingkah laku pria itu, ia mulai berpikir apakah Alaric memiliki suatu kondisi mental di mana ia memiliki dua kepribadian atau lebih. Tapi Calista memilih untuk tidak peduli saat menyadari tatapan mencekam dari dua sosok pria karena sedari tadi dirinya diam.
"Ya sudah ayo!" ajak Calista.
=====
"Nah ini dia tempatnya," ucap Hera lalu segera masuk ke dalam untuk mencari Cathabell dan Kay. Baru selangkah masuk, kedua pria tersebut sudah kembali menyorakkan nama Cathabell dan Kay dengan sangat kencang hingga membuat Petra dan Hera yang berdiri di dekat mereka langsung tersentak kaget.
"CATHABELL!"
"KAY!"
"Heh, tampaknya mereka tidak ada disini deh," teriak Calista yang menunggu diluar bersama Alaric dan Petra. Namun, ucapannya tersebut tak ditanggapi barang sedikitpun oleh ketiga aoaok manusia yang masih terus mencari di dalam gubuk.
Calista mendengar suatu suara samar dari belakang rumah tua tersebut. Ia berjalan ke belakang rumah tua tersebut.
"Cal, mau kemana?" panggil Alaric. Calista terkaget dan menyuruh Alaric berjalan kearahnya.
"Ada sungai" bisik Calista.
"Terus?"
"Yah, coba kita selidik sungai ini," jelas Calista lalu berjalan mengikuti arus sungai tanpa peduli Alaric yang terus melarangnya.
=====
"Lah, mereka kemana?" tanya Hera melihat Calista dan Alaric menghilang.
"Duh, gimana sih satu hilang sekarang mereka ikutan ngilang," kesal Undrew menutup matanya menahan kesal. Ia memijat pelipisnya yang mulai pusing karena memikirkan kondisi tak terjelaskan ini.
"Sudah sabar, sekarang kita cari lagi saja," saran Petra.
=====
"Heh, sepertinya sungai ini tidak ada ujungnya deh, balik saja yuk, Cal," ucap Alaric sambil mengusap keringat yang mengalir melalui pelipisnya.
"Ih, gitu aja kok capek," ejek Calista seraya menjulurkan lidahnya. Alaric terkejut sekejap dan bukannya marah dia malah tertawa melihat tingkah laku Calista. Perbuatan gadis tersebut entah kenapa membuat dirinya melupakan rasa lelah yang hampir saja akan melanda dirinya jika saja Calista tidak memberikan juluran lidah meremehkan pada dirinya.
"Baiklah kalau begitu, akan ku terima dengan emang hati ejekanmu itu," ucap Alaric dengan tawa yang tak begitu terlepas, namun masih menyampaikan rasa senangnya karena Calista sudah membuat dirinya merasa tertantang.
"E-eh, aku bukan bermaksud buat nantangin kau kok, tapi jika ingin lomb tentu dengan senang hati akan ku ladeni," ucap Calista dengan seringai lebar di bibirnya. Entah mengapa setiap perbuatan yang dilakukan oleh Calista selalu membuat dirinya semakin dan semakin terpikat akan kepribadian gadis tersebut.
Calista menegakkan kembali badannya dan lanjut berjalan menyusuri sungai, lalu segera meninggalkan Alaric yang masih saja tertawa dan terpukau.
"Hah, padahal aku cukup lelah juga, dan kalau dia meminta istirahat aku pasti akn ikut dengannya. Tapi entah kenapa kok rasa lelahku hilang saat dia mengatakan aku menantangnya bertanding, rasanya aku memang ingin bertanding dengannya," gumam kecil Calista yang hanya bisa didengar oleh dirinya.
"Cal, tungguin dong!" panggil Alaric namun tak dihiraukan Calista.
Mereka berjalan beriringan sambil menyusuri sungai tersebut, tidak ada satupun dari mereka yang berani mengutarakan kata lelah mengingat pertandingan yang sedang mereka lakukan saat ini.
"Cal, kau tidak apa?" tanya Alaric namun tak di jawab Calista. Gadis tersebut memasang senyuman bangganya dan dengan percaya diri terus berjalan.
"CALISTA, ALARIC!" panggil seseorang yang ternyata adalah Cathabell dan Kay.
"Cathabell, Kay kalian dicariin kemana aja?" tanya Calista khawatir.
"Gini ceritanya"
Flashback
"Kita mau kemana sih, Kay?" tanya Cathabell karena sedari tadi mereka tidak sampai juga.
"Jadi giniloh kamu inget tentang sungai yang dibuku itu gak?" tanya Kay. Cathabell mengingat-ingat kembali.
"Ah, yang di rumah tua itu ya?"
"Iya, sekarang kita bakal kesana, buat nyari sungai itu!" ucap Kay.
"Kok kau tidak mengajak Hera sama Calista?" tanya Cathabell.
"Ih, nanti kalau kita semua hilang siapa yang nyariin coba?" tanya Kay. Cathabell mengangguk mengerti.
Flashback end
"Ealah, jadi kalian berharap kita cariin gitu," kesal Calista. Kay menganggukkan kepalanya dan menyengir.
"Dasar!" kesal Calista lalu berjalan mengacuhkan Kay.
"Ngomong-ngomong kalian kok berduaan, hayo...," goda Cathabell melihat Calista berjalan berdua dengan Alaric.
Calista kesal lalu melempar buah yang ditemuinya kearah Cathabell.
"Aw, dasar kau Calista, awas saja ya!" kesal Cathabell lalu mengejar Calista.
Calista berlindung dibalik Alaric, dan Cathabell pun berhenti mengejarnya. Alaric menghadap kearah Calista yang meringkuk dibelakangnya, lalu memandangi wajah Calista yang sedang memejamkan matanya.
"Sudah tidak dikejar tuh!" bisik Alaric. Calista segera membuka matanya dan terkaget melihat Alaric tepat di depannya.
"O-oh, i-iya untunglah" ucap Calista segera bangkit bediri dan berjalan menjauh dari Alaric.
"Astaga, kaget aku," gumam Calista seraya menepuk kedua pipinya. Cathabell dan Kay menahan tawa melihat tingkah mereka berdua.
=====
"Sudah malam, mereka kemana sih?" keluh Undrew sedari tadi masih belum menemukan Cathabell, Kay, Calista, dan Alaric.
"ITU MEREKA!" teriak Hera. Undrew dan Ken spontan menoleh kearah yang ditunjuk Hera.
"CATHABELL!"
"KAY!"