"Sepertinya buku ini berisi mengenai kisah tentang awal mula sekolah EHS deh," tebak Calista yang sedari tadi terus menerus memandangi isi dari buku tersebut.
"Iya," balas Cathabell mengangguk setuju dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Calista.
Mereka berempat berhenti berbincang mengenai sampul dati buku tersebut dan mulai membaca isi dari buku tua itu. Raut wajah mereka terkadang tampak bingung dikarenakan oleh beberapa tulisan 'asing' yang sulit diartikan.
Cathabell pov
Kami berempat telah membaca seperempat dari buku ini dan telah mengerti banyak hal mengenai dasar-dasar elemen. Walaupun, tidak benar-benar semua kami mengerti.
Saat ini kami sedang menatap sebuah judul bertuliskan 'Daftar elemen langka' yang terpampang besar di buku ini. Dan sudah seperti yang ku duga, sudah pasti isi dari bab ini membahas mengenai elemen-elemen langka.
Api
Status: Langka
Elemen tipe offensive membakar hanya dalam sekejap dapat dibuat untuk menyerang, tetapi tidak dapat untuk tameng. Elemen Api yang dapat di kontrol oleh penggunaannya, mampu mengadaptasikan dirinya ke dalam berbagai jenis varian kekuatan yang berdasarkan Api.
Pemilik:
-Adria Babyta
Status: Meninggal
-Haemon Georgy
Status: Hilang
Es
Status: Sangat Langka
Elemen terkuat yang dapat digunakan sebagai offense dan defense dapat mengalahkan lawan dengan banyak cara. Bentuknya tidak tetap, dapat berubah-ubah dan sangat berbahaya bahkan untuk pemilik elemen ini sendiri.
Pemilik:
-Hypnos Isidore
Status: Hilang
Cahaya
Status: Langka
Elemen tipe pengalihan, beremampuan untuk mengalihkan perhatian lawan, tidak dapat dibuat menyerang. Pemilik berelemen ini dapat mengeluarkan Cahaya seterang mungkin tanpa batasan terang.
Pemilik:
-Elisabeth Isaura
Status: Meninggal
Petir
Status: Langka
Elemen terkuat ke-3, digunakan untuk menyerang tapi tidak dapat sebagai tameng. Bagi pengendali elemen petir yang hebat, daya listrik yang dikeluarkan dari elemen petir ini dapat diperkuat maupun diperlemah.
Pemilik:
-Flomm Irta
Status: Meninggal
- Henk Jacin
Status: Hilang
Dan kami juga ada membaca penjelasan mengenai beberapa elemen langka lainnya yang cukup jarang di ketahui.
Entah mengapa, setelah kami membaca daftar pemilik elemen langka yang meninggal. Kami semua tiba-tiba saja terdiam. Dan kami menyadari sesuatu setelah membaca semua cerita ini.
"Oke, jadi begitu," ucap Kay yang memulai pembicaraan, dan menghancurkan keheningan diantara kami berempat.
"Sudah jangan dipikirin ayo lanjut saja bacanya, mungkin semua itu cuma kebetulan saja," ucapku berusaha mencairkan suasana.
"Tapi apa yang akan terjadi jika sekolah ini benar-benar membunuh murid-murid berkekuatan langka yang memberontak pada saat itu? Jika itu benar, apa yang akan terjadi pada kita berempat nanti." Kami bertiga menoleh kearah Hera yang tampak cemas.
"Eum, kenapa kau bisa berpikir seperti itu? Lagipula, memangnya kita mau memberontak kepada EHS?" Aku menatap Calista, sebenernya aku cukup menyetujui perkataannya. Namun, masa depan tidak dapat ditebak, jadi siapa yang tahu apakah kami akan memberontak atau tidak.
Kami pun kembali membaca halaman selanjutnya dari buku tua ini. Bab berikutnya buku ini menceritakan kisah bagaimana pertanda bahwa gerbang neraka terbuka, dan peperangan akan dimulai.
'Menurut kisah, di balik rimbunnya pepohonan di belakang sekolah, terdapat sebuah sungai panjang yang berakhir di suatu tempat. Tempat itulah yang disebut gerbang neraka.
Gerbang neraka dibuat oleh Raja pertama Erlos. Dan tidak diketahui apa maksud juga tujuannya dalam membuat hal seseram itu, yang dapat menghancurkan kehidupan banyak makhluk hidup di bumi.
Malam Bulan darah dimana kekuatan sang gerbang akan bangkit dan terbuka, perang pertama akan dimulai. Memakan ribuan atau bahkan ratusan ribu orang dengan sangat brutal.
Perang kedua, para petinggi neraka akan turun untuk ikut berperang dan akan memakan jauh lebih banyak korban dari yang kita bayangkan. Mereka membunuh tanpa ampun, dan hal tersebut menjadi kesenangan tersendiri bagi mereka.
Perang ketiga, waktu baginya untuk turun. Tidak ada kedamaian untuk dunia. Seluruh dunia dapat menghilang dalam sekejap. Tak ada makhluk hidup yang masih dapat berkeliaran.
Di malam hari, bercerminlah di sungai dan di situlah engkau akan mengetahui kebenarannya.
End Cathabell pov
Suasana kembali hening. Tidak ada seorang pun dari mereka berempat yang memiliki niat untuk bersuara. Mereka tak mengerti sama sekali dengan isi dari buku tersebut.
"Ada yang mengerti maksud buku ini?" tanya Cathabell.
Calista menggelengkan kepalanya. Gadis tersebut menatap bingung ke arah buku tersebut.
"Hah, sudahlah tak usah dipikirkan. Ayo kita semua balik ke asrama," ucap Hera yang kemudian menutup buku tersebut dan mengembalikannya ke tempat semula.
=====
Hari telah berganti, kegiatan rutin yaitu belajar-mengajar kembali terjadi di sekolah ternama EHS yang menjadi tujuan orang-orang berkemampuan.
"Ibu ingin mengumumkan, besok akan ada tes pertarungan, untuk murid pangkat Abira, sekian," ucap Bu Linda di depan kelas.
"Tes pertarungan, itu seperti apa?" tanya Kay pada Kyra yang kebetulan berada di dekatnya saat ini.
"Jadi kau akan bertarung melawan murid yang sepangkat sama dirimu. Jika kau kalah pangkatmu bisa-bisa diturunkan oleh pihak EHS," jelas Kyra.
Kay mengangguk mengerti. "Begitu rupanya, terima Kasih Kyra," ucap Kay sembari tersenyum ramah.
=====
"Hati-hati jangan dekat-dekat dengan mereka, atau nyawamu bisa saja melayang dalam waktu sekejap," ucap salah satu anak perempuan di kantin.
"Sombong sekali mereka, mentang-mentang pemilik kekuatan langka!" ucap gadis lainnya.
"Mereka masuk pake Harta juga ya?" tanya salah seorang murid pria yang sedang berada di kantin kepada temannya.
"Katanya sih iya, terus juga mereka pake Harta buat pangkat," jawab teman pria tersebut.
"Parah sekali, punya kekuatan langka tapi gak bisa dikendalikan, terus bisa di pangkat Abira harus pakai Harta lagi, mau ditaruh di mana itu muka," hina salah seorang gadis di kantin.
"Hm." Seorang Pria dengan tampang dinginnya memperhatikan seluruh kantin yang tampak sangat ribut, beberapa dari mereka ribut menatapi dan mengatai empat orang gadis berkekuatan langka, dan beberapanya lagi yang tentunya para gadis ribut ketika melihat dirinya dan komplotannya masuk ke dalam kantin dan memakan makanan mereka.
"Ken, sejak kapan murid-murid di sekolah ini hobi mengatai orang lain?" tanya pria bersurai perak tersebut, "ucapan kasar dan kotor mereka benar-benar membuatku seluruh nafsu makanku menghilang."
"Sabar Al, tampaknya mereka seperti ini di sebabkan oleh keempat gadis itu. Kalau dari apa yang kudengar, murid-murid mengatai mereka berbahaya, dan tidak dapat mengontrol kekuatan langka dan masuk dengan harta," jelas pria bersurai cokelat.
"Apa murid-murid ini tidak pernah mengikuti pelajaran! Bukankah sudah wajar bagi anak berkekuatan langka di terima di sekolah ini kemudian masuk ke dalam pangkat Abira tanpa perlu menggunakan harta kekayaan," protes salah satu pria bermanik biru terang layaknya samudra.
"Diamlah. Ayo makan." Ucapan yang cukup menukik dari seorang pria yang memiliki iris hijau dedaunan tersebut mengakhiri pembicaraan di sebuah meja makan kantin yang tampak seperti meja makan para pemuda bangsawan tampan nan gagah tersebut.
Bagaimana tidak? Keempat pria tersebut memiliki visual yang luar biasa, proporsi tubuh layaknya model, dan latar belakang keluarga yang luar biasa. Ada yang merupakan keturunan darah murni sang Raja atau dapat dikatakan sebagai keluarga terhormat, ada yang merupakan anak angkat dari kepala sekolah, ada yang merupakan anak dari pengusaha terkenal dan anak dari seorang jenderal. Bahkan, hembusan nafas mereka di mata orang-orang tampak sangat berkelas, tapi sifat mereka? Di sekolah ini tidak ada yang mengenal sifat asli mereka di balik wajah berkelas tersebut.
Tidak ada gadis yang berani mendekati, ataupun berkata sembarangan dihadapan mereka. Namun, tidak ada juga gadis yang tidak merasa jatuh hati jika sudah melihat pesona keempat pria ini.
=====
Sudah jadi rutinitas bagi Calista, Cathabell, Hera, dan Kay untuk menjadi bahan pembicaraan yang dapat menyayat hati. Karena sudah sering mendengarnya, mereka cukup memiliki ketahanan terhadap perkataan yang seperti itu termasuk Calista. Namun, siapa yang tahu jika ternyata Kay tiba-tiba sangat sensitif terhadap murid-murid yang mencemooh mereka.
"Kay, sabar dong," ucap Hera menepuk pundak Kay. Gadis tersebut tampak sangat marah saat ini.
"Sudah, jangan dengerin kata-kata mereka," lanjut Cathabell.
"Yah tapi kalau menurutku itu, mereka sangat keterlaluan!" teriak Calista yang tiba-tiba kembali tidak terima dengan kondisi mereka yang hanya diam saja dan mendengarkan cemoohan orang lain.
"CALISTA!" teriak Cathabell dan Hera penuh amarah dan menatap tajam ke arah Calista.
"Ya sudah, maaf, sudah Kay sabar saja," ujar Calista meminta maaf. Namun, tetap saja raut wajahnya masih menampilkan raut orang yang sedang kesal, sama seperti Kay.
"Mereka itu ngeselin ya!" ucap Kay sedikit menaikkan nada bicaranya, gadis tersebut sedang menahan emosinya yang sebentar lagi akan memberontak.
"Mentang-mentang pangkat lebih tinggi doang kayak gitu, eh ngaca siapa yang sombong di sini!" lanjut Kay. Kali ini nada bicaranya benar-benar ditinggikan, hingga beberapa orang dapat mendengar perkataannya.
Seketika seluruh kantin hening. Tak ada yang ribut untuk mencemooh mereka untuk sejenak setelah Kay mengatakan kalimatnya.
"Kau keren Kay!" ucap Hera sambil menatap Kay dengan mata yang berbinar.
"Tenang biar kita kalahin mereka pas Tes pertarungan, buat buktiin kalo kita masuk bukan pake harta. Ayo semangat!" ujar Calista sangking semangatnya hingga mendobrak meja.
"Tumben bijak," goda Cathabell.
"Aku kan Calista Teguh."
Mendengar jawaban yang dilontarkan Calista. Keempat gadis tersebut termasuk Kay yang tadinya sangat kesal, tiba-tiba saja tertawa lepas.