Saat ini lampu ruang tamu di matikan oleh mereka. Di dalam ruangan terdapat tiga buah sofa, berarti akan ada yang duduk di lantai.
"Jadi, sekarang siapa yang bakalan duduk di lantai?" tanya Undrew. Ruangan hening seketika.
Cathabell berjalan mundur sembari menggelengkan kepalanya. Undrew yang melihat hal tersebut tersenyum tipis.
"Kalau gak ada yang mau, biar aku sama Cathabell yang duduk di lantai," ujarnya senang.
Cathabell terkaget, "Apa kau bilang!" teriaknya tidak terima atas keputusan yang dibuat sepihak oleh Undrew.
"Aku bilang kau duduk bareng aku di lantai," ujar santai Undrew.
"Gak mau!"
"Harus!"
"Ah, sudah!" Lucas melerai pertengkaran antara Cathabell dan Undrew. Seketika ruangan hening.
"Biar aku sama Calista aja yang di bawah," ucapnya secara sepihak yang sontak mendapatkan lirikan maut dari arah Alaric.
"Ogah," ujar Calista kemudian beranjak naik ke sofa yang berada di tengah. Sofa tersebut memiliki ukuran yang lebih besar dari dua sofa di sebelahnya.
"Ya sudah ayo langsung nonton aja!" kesal Petra karena sedari tadi acaranya terus saja tertunda.
Tanpa basa-basi Petra menyalakan televisinya. Acara pun langsung bermulai. Kay segera lompat ke atas sofa.
Lucas yang melihat Calista sedang duduk sendiri segera menghampirinya.
Alaric yang menyadarinya ikutan duduk di sebelah Calista. Lucas memberikan tatapan tajam pada Alaric.
"Mau apa kau!" ancam Lucas.
"Kau tidak usah dekat-dekat Calista!" kesal Alaric.
Calista yang pusing mendengar percakapan dua pria di sebelahnya segera menarik dua buah bantal dan melemparnya ke arah Alaric da Lucas.
"Dari pada berisik, akan lebih baik kalau kalian nonton filmnya!" perintah Calista.
Cathabell dan Undrew duduk pada sofa paling ujung sebelah kanan. Kay dan Ken duduk pada sofa paling ujung sebelah kiri. Dan pasangan paling berani, yaitu Petra dan Hera duduk di lantai.
"Si Lucifer jelek amat!" kaget Petra saat wajah Lucifer memenuhi layar televisi mereka.
"Tahu tuh. Kok bisa jadi terkenal," sahut Hera.
Mereka kembali menonton acara tersebut, dan tibalah saat paling menegangkan dari film horor tersebut.
Cathabell yang mencengkram kuat lengan Undrew hingga membuat Undrew meringis dalam hati. Hera yang biasa saja dan Kay yang duduknya semakin ke belakang.
Calista? Entahlah mungkin dia sudah pingsan dalam kondisi terduduk. Karena sedari tadi dia tidak menimbulkan pergerakan atau suara sama sekali.
Lucifer berjalan semakin mendekat menuju layar televisi. Cathabell mempererat cengkramannya. Undrew berkedip untuk melupakan rasa sakit di tangannya. Hera semakin mendekat ke arah Petra. Kay semakin mundur dan Calista tidak membuat pergerakan sedikitpun.
Di saat wajah jelek Lucifer memenuhi layar dengan suara yang membuat orang jantungan, lampu ruang tamu tiba-tiba saja menyala, dan membuat suasana hening seketika. Kesembila orang tersebut terkejut dan perlahan mencoba menatap kearah sosok yang menyalakan lampu di ruangan mereka.
Seorang wanita berwajah putih terlihat di dekat saklar lampu. Suasana pun sangat hening dan mencekam seketika, mereka semua menatap horor kearah wanita tersebut dan tak berani berkata sedikit pun.
"Hei!" ujar wanita tersebut.
"Arghhh!"
"Calista bangun!" Alaric menepuk pelan pipi Calista.
"Apa dia mati?" tanya Kay khawatir dan akhirnya mendapatkan tatapan tajam dari Cathabell dan Hera.
"Kau kok malah mendoakan dia mati, nanti bisa-bisa Alaric berubah menjadi iblis sepenuhnya kalau Calista sampai mati," kesal Hera. Kay tersenyum kikuk. Dan Alaric hanya mendengarkan perkataan Hera tersebut, entah apa yang ia pikirkan.
Bu Linda menatap cermin, dia melihat kondisi masker putih yang sedang dikenakannya. Kemudian menoleh ke arah murid-murid, "Kalian ngapain gelap-gelapan di sini tadi?" tanya Bu Linda.
"Kita lagi nonton film bu," sahut Ken. Bu Linda mengangguk mengerti.
"Terus tuh si Calista, napa?" tanya Bu Linda lagi.
"Dia pingsan karena kaget ngeliat wajah Bu Li-." Petra segera membekap mulut Hera.
"Bu Li?" tanya Bu Linda menatap tajam Hera.
Hera tersenyum, "Maksud saya Bu Lim, salah satu tokoh di film pengabdi Lucifer," lanjutnya.
"Ya Sudah, kalian pergi ke kamar gih! sudah malem!" Menuruti perkataan Bu Linda. Hera, Cathabell, dan Kay membopong tubuh Calista kemudian naik menuju kamar mereka. Begitu juga Undrew, Alaric, Petra, Ken, dan Lucas.
=====
Hari telah menunjukkan pukul dua tengah malam. Petra melangkah menuju dapur untuk mengambil beberapa air. Sekilas dia melihat sekelebat bayangan lewat.
Karena penasaran, Petra meletakkan gelasnya, dan mengikuti arah pergi bayangan tadi.
Bayangan tersebut tidak bergerak terlalu cepat, dia hanya berjalan seperti manusia biasa. Sebuah cahaya menerpa kepala bayangan tersebut.
Petra dapat melihat warna perak, "Apa itu Alaric?" ujarnya kecil. Namun dia tidak memikirkannya dan tetap mengikuti bayangan tersebut.
Bayangan itu menuntun Petra menembus hutan, kemudian berhenti di sebuah danau.
Di depan bayangan tersebut, terdapat sekelebat cahaya. Petra mencoba menyingkirkan daun yang menghalangi pandangannya.
Bayangan hitam tersebut berdiri tegak di tengah danau, dia melayang, dan di depannya terdapat sesosok makhluk menyerupai manusia dengan badan yang bercahaya.
Dan dalam sekejap Petra dapat tahu siapa bayangan hitam tersebut.
"Alaric?!"