Calista, Kay, Alaric, Lucas, dan Ken berlari-lari seperti dikejar setan. Orang-orang menatap mereka berlima bingung.
Calista berhenti bergerak saat melihat topeng monyet di depannya. Di antara kerumunan tersebut terdapat Cathabell, Hera, Undrew, dan Petra yang sedang menonton.
"WOY! PADA SANTAI BANGET KALIAN!" teriak Kay emosi. Dia tak habis pikir.
Bagaimana di saat seperti ini mereka asik-asiknya nonton topeng monyet yang mukanya mirip Mammon?
Seketika kelima orang tersebut menjadi perhatian publik.
"Astaga malu aku!" ucap Calista sembari menutup mukanya dengan tas yang di genggamnya.
Tidak hanya Kay yang menjadi perhatian publik. Tetapi, Cathabell, Undrew, Hera, dan Petra juga.
Mereka segera tersenyum kikuk sembari menggelengkan kepala. "Aku gak kenal dia," ujar Cathabell menggeleng.
"KURANG AJAR KAU CATHABELL!"
=====
'Ctes
Petra membuka sebuah minuman soda bertuliskan, 'Coca Satan' dan diberikan kepada Hera.
Mereka semua sangat malu dengan kelakuan Kay yang sangat menarik perhatian orang-orang.
"Jadi kalian mau bahas apaan sih sampe teriak-teriak di depan umum begitu?" keluh Hera.
Kay menoleh ke arah Hera, dan menggerakkan tangannya memanggil Hera untuk mendekat.
Hera mendekati telinganya ke arah Kay, dia mengangguk-anggukkan kepalanya pelan saat dibisiki oleh Kay.
Sebelum dia mendengar sebaris kata yang membuat matanya melebar seketika. "Itu beneran?" tanyanya terkaget.
Kay mengangguk-anggukkan kepalanya. Cathabell segera menarik Hera untuk menceritakan semua yang dibisiki oleh Kay.
Lima menit berlalu untuk menceritakan hal tersebut, mereka semua berdiam diri, dan terbengong.
"Itu cuma ramalan kali, belum tentu benar," ujar Undrew mencoba menghibur semuanya.
Petra membuang nafas panjang. "Sudahlah sekarang lebih baik kita pulang dulu habis itu bahas di Villa aja," ujarnya.
=====
Hari berganti malam. Terlihat empat orang gadis tengah duduk di depan jendela. Mereka membaca sebuah buku tak asing.
"Oke, semuanya sudah tamat!" ucap Hera sembari menutup buku tersebut.
"Yah, siapa tahu pulau itu gak ada, dan ramalannya gak bener," ujar Cathabell memukul buku tersebut pelan.
Ramalan? Dia tidak percaya pada ramalan sama sekali. Nasib bukanlah hal yang bisa di deteksi begitu saja.
"Sudah yuk. Mending kita semua tidur!"
Usai ucapan Calista, mereka meninggalkan buku tersebut begitu saya, dan membiarkan jendela kamar mereka terbuka lebar.
Dan di tengah malam ketika suasana kamar mereka sedang gelap, dengan sedikit cahaya bulan.
Buku tersebut terkena hembusan angin hingga membuatnya terbuka di sebuah halaman kosong yang tidak diketahui.
Cahaya bulan menerpa ke arah halaman tersebut, dan memberikan sebuah bayangan hitam yang terlihat seperti sebuah peta.
Dan pagi hari kembali lagi seperti di hari-hari sebelumnya, bulan telah kembali ke tempatnya dan membiarkan sang mentari yang mengambil alih pekerjaannya untuk menemani setiap aktivitas manusia di bumi.
"Astaga!" pekik kencang Kay. Sontak ketiga sahabatnya ikut terbangun dari tempat tidurnya.
Hera yang masih setia pada kasurnya melempar bantal tepat ke arah wajah Kay. "Kenapa sih pagi-pagi gini sudah teriak-teriak ganggu orang tidur aja," keluhnya.
"Astaga ini penting masa kalian tak mau liat sih!" Kay mengacak-acak rambutnya kesal.
"Yah kali kalau sekarang sudah siang!"
"MEMANG WOY!"
Cathabell, Hera, dan Calista segera bangkit dari tempat tidurnya, dan menatap Kay.
Mereka memandang jam weker yang sedang dipegang erat oleh Kay tersebut.
Dan benar saja!
"Guys kita terlambat, guys!"
Hera yang kesal segera beralih melempar bantal ke arah Calista.
"Diam kau! Kita bakal kena bencana dari Bu Linda sebentar lagi."
=====
Keempat gadis tersebut duduk di meja makan yang tidak memiliki hidangan sedikit pun.
Yap, Bu Linda menghukum mereka dengan tidak mendapat makanan untuk di makan.
Bagaimana guru bisa sejahat ini pada seorang murid? Entahlah, keempat orang ini juga tidak habis pikir dengan Bu Linda.
"Anak-anak, cepat habisin tehnya yahh.. Soalnya EHS ada perlombaan di pantai. Jangan lupa itu!" teriak Bu Linda.
Dengan raut wajah bercampur aduk. Keempat gadis tersebut memak-. Tidak, lebih tepat meminum teh mereka lalu bergegas mandi.
Saat sedang membereskan barang-barang. Mereka mengambil semua barang yang kiranya akan diperlukan nanti.
Kay cepat-cepat meraih sebuah buku yang berada di lantai, dan sebuah buku yang berada di mejanya, lalu memasukkan buku tersebut ke dalam tasnya.
"Semua sudah siap?" tanya Cathabell yang masih mengecek tasnya.
"Sudah ayo!"
=====
"Hai para murid! Bagaimana kemarin? Apa menyenangkan tinggal di pulau ini?" tanya Kepala Sekolah pada para murid-murid yang sudah berbaris rapi di depannya.
"IYA PAK!" Begitulah jawaban yang mendominasi saat ini. Walau sebenarnya terdapat sembilan murid yang menjawab tidak karena kelompok mereka mendapatkan pengurus yang sama sekali tidak enak dan sangat aneh yaitu, Bu Linda.
kepala Sekolah tersenyum senang. "Oke, kalau begitu. Sekarang pembagian kelompok sesuai pembagian kamar, dan kita akan mengadakan lomba."
Murid-murid bersorak senang saat kata lomba keluar dari mulut Kepala Sekolah. Mereka tidak sabar menanti lomba tersebut.
"Lomba pertama adalah Voli!"